Menu

Pemeriksaan Sel Leukosit Pada Sediaan Apus Darah

Thursday, July 25, 2019

Pemeriksaan Sel Leukosit Pada Sediaan Apus Darah.  Hitung jenis lekosit biasanya dilakukan pada sediaan apus yang dibuat pada kaca objek dengan pewarnaan tertentu. Sediaan apus yang dibuat dan dipulas dengan baik merupakan mutlak untuk mendapatkan hasil pemeriksaan yang baik. 
Pemeriksaan Sel Leukosit Pada Sediaan Apus Darah

Cara Pemeriksaan:
  • Sediaan apus diletakkan di mikroskop
  • Diperiksa dengan pembesaran lemah (lensa obyektif 10x dan lensa okuler 10x) untuk mendapatkan gambaran menyeluruh.
  • Pada daerah yang eritrositnya saling berdekatan adalah daerah yang paling baik untuk melakukan hitungan jenis lekosit. Dengan pembesaran sedang (lensa obyektif 40x dan lensa okuler 10x) dilakukan hitung jenis lekosit. Bila diperlukan dapat dilakukan penilaian lebih lanjut dari sediaan apus menggunakan lensa objektif 100 x menggunakan minyak imersi.


Hitung Jenis Leukosit dengan SADT
Lokasi dan arah pergerakan lapang pandang pada pemeriksaan sediaan apus darah tepi.

Dalam keadaan normal lekosit yang dapat dijumpai menurut ukuran yang telah dibakukan adalah Basofil, Eosinofil, Netrofil batang, dan Netrofil segmen, Limfosit, Monosit. Keenam jenis sel  leukosit tersebut berbeda dalam ukuran, bentuk, inti, warna sitoplasma serta granula di dalamnya. Proporsi jumlah masing-masing jenis lekosit tersebut dapat mempunyai arti klinik yang penting.

Jenis Sel pada sediaan apus darah tepi

Basofil.

Sel ini tidak selalu dapat dijumpai, bentuk dan ukurannya menyerupai neutrofil, sitoplasmanya mengandung granula bulat besar tidak sama besar, berwarna biru tua, granula dapat menutupi inti. Kadang-kadang dapat dijumpai adanya vakuol kecil di sitoplasma.

Eosinofil

Bentuk dan ukurannya sama dengan netrofil, akan tetapi sitoplasmanya dipenuhi oleh granula yang besar, bulat, ukurannya sama besar dan berwarna kemerahan

Neutrofil

Berukuran lebih besar dari limfosit kecil, berbentuk bulat dengan sitoplasma yang banyak agak kemerahan. Inti berwarna ungu, berbentuk batang atau segmen. Dikatakan berbentuk batang apabila lekukan inti melebihi setengah diameter inti; berbentuk segmen bila inti terbagi menjadi beberapa bagian yang saling dihubungkan dengan benang kromatin. Sitoplasma bergranula warna keunguan .

Limfosit

Dikenal beberapa macam limfosit yang antara lain limfosit kecil dan limfosit besar.
  • Limfosit kecil berukuran 8-10 um , berbentuk bulat, berinti kira-kira sebesar ukuran eritrosit normal, inti limfosit mengisi sebagian besar dari ukuran sel dengan kromatin yang padat bergumpal berwarna biru ungu tua, dan sitoplasmanya tidak mengandung granula.
  • Limfosit besar berukuran 12 – 16 um, berbentuk bulat atau agak tak beraturan; berinti oval atau bulat, terletak di tepi sel. Sitoplasmasnya relatif lebih banyak dibandingkan limfosit kecil, biru muda atau dapat mengandung granula azurofil yang berwarna merah.

Monosit

Merupakan sel yang paling besar dibandingkan yang lain, berukuran 14 – 20 um, berbentuk tak beraturan, mempunyai inti yang bentuknya macam-macam, umumnya berbentuk seperti ginjal berwarna biru ungu dengan kromatin seperti girus otak. Sitoplasma berwarna keabu-abuan, mengandung granula halus kemerahan dan kadang – kadang bervakuol. Dibawah ini adalah morfologi lekosit normal yang dapat dijumpai pada sediaan apus darah

Selain sel-sel di atas, pada keadaan abnormal mungkin pula dijumpai sel muda. Pada keadaan demikian, urutan hitung jenis lekosit harus disusun menurut urutan maturasi seri granulosit, yaitu mieloblast, promielosit, mielosit, metamielosit, batang, segmen, basofil, eosinofil, limfosit, dan monosit. Perlu diingat bahwa kebenaran perhitungan jenis sel dipengaruhi oleh jumlah sel yang dihitung, yang mengikuti hukum distribusi Poisson.

Makin banyak lekosit yang dihitung, makin kecil kesalahan yang terjadi. Hasil hitung jenis leuksoit  berdasarkan 100 sel sebenarnya hanya bermakna jika dalam keadaan normal, yaiitu normal jumlah lekosit dan normal morfologinya. Pada keadaan lekositosis jumlah lekosit yang dihitung harus lebih banyak; pada lekositosis antara 10.000 – 20.000 hitung jenis berdasarkan 200 sel, lekositosis antara 20.000 – 50.000 hitung jenis berdasarkan pada 300 sel dan lekositosis lebih dari 50.000 hitung jenis didasarkan pada 400 sel.

Untuk melakukan hitung jenis, sediaan digerakkan sedemikian rupa satu lapangan pandangan tidak dinilai lebih satu kali. Catatlah semua jenis lekosit yang dijumpai, seperti terlihat pada gambar 1, gunakan alat differential cell counter, apabila tidak tersedia buatlah kolom-kolom seperti gamba,

Differential Cell Counter

Bila alat differential cell counter tidak tersedia buatlah kolom-kolom berikut:

Interpretasi Hasil Pemeriksaan Leukosit

Pada berbagai keadaan klinik dapat terjadi kelainan jumlah pada masing-masing jenis lekosit, baik berupa peninggian jumlah atau penurunan jumlah nilai dari normalnya. Peninggian jumlah jenis lekosit dapat disertai atau tanpa disertai peninggian jumlah lekosit secara keseluruhan. Peninggian yang relatif adalah peninggian jumlah suatu jenis lekosit tanpa disertai kenaikan jumlah lekosit secara keseluruhan .

Nilai rujukan hasil hitung jenis lekosit

  • Eosinofil           : 1 – 3 %
  • Basofil              : 0 – 1 %
  • Netrofil Batang : 2 – 6 %
  • Segmen             : 50 - 70 %
  • Limfosit            : 20 – 40 %
  • Monosit            : 2 – 8 %
Untuk mendapatkan informasi yang akurat mengenai komposisi sel darah putih per mm3 darah harus diperhitungkan dengan jumlah absolut .

Neutrofilia Relatif

Hitung jenis neutrofil = 80%
Total lekosit = 4000 / ul

Limfositosis Absolut

Hitung jenis neutrofil = 80%
Total lekosit = 13.000 / ul

Neutrofilia Relatif

Hitung jenis neutrofil = 80%
Total lekosit = 2000 / ul

Neutrofilia relatif menjadi neutropenia jika diperhitungkan dengan jumlah absolut
80 x 2000 /ul = 1600/ ul
100

Dapatkan buku "Pedoman Teknik Pemeriksaan Laboratorium Klinik Untuk Mahasiswa Ahli Teknologi Laboratorium Medik". Disusun oleh Gilang Nugraha, S.Si., M.Si, dkk. Pembelian Buku / Order via WA https://wa.me/6285862486502. Info selengkapnya tentang buku bisa dilihat disini : JUAL BUKU "Pedoman Teknik Pemeriksaan Laboratorium Klinik Untuk Mahasiswa Ahli Teknologi Laboratorium Medik" torium Medik"
PENTING : Terimakasih sudah berkunjung ke website infolabmed.com. Jika Anda mengutip dan atau mengambil keseluruhan artikel dalam websit ini, mohon untuk selalu mencantumkan sumber pada tulisan / artikel yang telah Anda buat. Kerjasama/media partner : laboratorium.medik@gmail.com.
DONASI INFOLABMED Bantu berikan donasi jika artikelnya dirasa bermanfaat. Donasi akan digunakan untuk memperpanjang domain www.infolabmed.com. Terima kasih.

Contact Form

Name

Email *

Message *