Menu

Evaluasi Sediaan Apus Darah Tepi Pada Pemeriksaan Leukemia

Thursday, July 18, 2019

Evaluasi Sediaan Apus Darah Tepi Pada Pemeriksaan Leukemia. Pemeriksaan Apusan Darah Tepi merupakan bagian yang penting dalam rangkaian pemeriksaan hematologi. Tujuan pemeriksaan sediaan apus darah tepi adalah mencari kemungkinan penyakit (suspected disease) baik yang primer akibat kelainan hematologi maupun yang sekunder akibat penyakit sistemik lainnya. 

Evaluasi Sediaan Apus Darah Tepi Pada Pemeriksaan Leukemia
Evaluasi Sediaan Apus Darah Tepi Pada Pemeriksaan Leukemia

Sejumlah informasi dapat diperoleh dari pengamatan sediaan ini, yang juga menjadikan indikasi dari tes sediaan apus adalah untuk ;
  • Melihat morfologi dan distribusi sel-sel darah.
  • Melihat adanya prasit seperti malaria.
  • Menunjang pemastian bentuk anemia berdasarkan morfologi.
  • Mengecek hasil pemeriksaan darah rutin. 
  • Memeriksa hitung jenis leukosit yang pada prakteknya dilakukan bersamaan dengan evaluasi sediaan apus darah tepi. 

Persiapan pasien : Tidak memerlukan persiapan khusus. 
Persiapan sampel :
  • Darah kapiler segar akan memberikan morfologi dan hasil pewarnaan yang optimal pada sediaan apus. 
  • Darah EDTA. EDTA dapat dipakai karena tidak berpengaruh terhadap morfologi eritrosit dan leukosit serta mencegah trombosit bergumpal. Pengujian sebaiknya dilakukan dalam waktu kurang dari 2 jam. Tiap 1 mg EDTA digunakan untuk 1 ml darah vena. 

Prinsip Pemeriksaan Sediaan Apus Darah Tepi

Dibuat apusan darah pada kaca objek. Prinsip pewarnaan didasarkan pada sifat kimiawi dalam sel. Zat warna yang bersifat asam akan bereaksi dengan komponen sel yang sifatnya alkalis, demikian pula sebaliknya. Pewarnaan sediaan apus menggunakan prinsip Romanowsky yaitu menggunakan dua zat warna yang berbeda yang terdiri dari Azure B (trimethylthionin) yang bersifat basa dan Eosin Y (tetrabromofluorescein) yang bersifat asam seperti yang dianjurkan oleh The International Council for Standardization in Haematology, dan pewarnaan yang dianjurkan adalah Wright-Giemsa dan May Grunwald-Giemsa (MGG).

Baca disini ; Cara Kerja  dan Nilai Rujukan Pemeriksaan Sediaan Apus Darah Tepi

Interpretasi Hasil Pemeriksaan Sediaan Apus Darah Tepi Pada Leukemia

LMA : Anemia normositik normokrom, kadang dijumpai normoblast dan diseritropoiesis. Dijumpai mieloblast dan promielosit dalam jumlah yang bervariasi serta penurunan jumlah netrofil. Adanya auer rod yang hanya terdapat dalam sitoplasma sel seri granulosit dapat membedakan LMA dengan LLA.

LLA : Anemia normositik normokrom, kadang dijumpai normoblast. Dijumpai limfoblast dengan jumlah dan morfologi yang bervariasi, netrofenia dan eosinofilia. 

LMK : Anemia normositik normokrom, kadang dijumpai normoblast. Dijumpai seluruh stadium maturasi dari seri granulosit dengan sel predominan granulosit matur dan metamielosit. Promielosit dan mieloblast tidak melebihi 10% pada fase kronik. Adanya eosinofilia dan basofilia merupakan karakteristik dari LMK.

LLK : Anemia normositik normokrom, mungkin dijumpai polikromasia. Sel leukemik berupa limfosit ukuran kecil-medium, dapat juga dijumpai limfosit besar. Umumnya dijumpai ruptur limfosit yang disebut sel basket atau smudge cells. 

Sumber : 
  • Hardjoeno. H, dkk. 2003. Interpretasi Hasil Tes Laboratorium Diagnostik bagian Dari Standar Pelayanan Medik. Lembaga Penerbitan Universitas Hasanuddin (LEPHAS) ; Makassar
Dapatkan buku "Pedoman Teknik Pemeriksaan Laboratorium Klinik Untuk Mahasiswa Ahli Teknologi Laboratorium Medik". Disusun oleh Gilang Nugraha, S.Si., M.Si, dkk. Pembelian Buku / Order via WA https://wa.me/6285862486502. Info selengkapnya tentang buku bisa dilihat disini : JUAL BUKU "Pedoman Teknik Pemeriksaan Laboratorium Klinik Untuk Mahasiswa Ahli Teknologi Laboratorium Medik" torium Medik"
PENTING : Terimakasih sudah berkunjung ke website infolabmed.com. Jika Anda mengutip dan atau mengambil keseluruhan artikel dalam websit ini, mohon untuk selalu mencantumkan sumber pada tulisan / artikel yang telah Anda buat. Kerjasama/media partner : laboratorium.medik@gmail.com.

Contact Form

Name

Email *

Message *