Menu
  • Info Lab Medik
  • Info Lab Medik

Info Lowongan Pekerjaan

Tokoh

Download

Selamat Datang

Selamat datang di Info Laboratorium Medik, situs berisi informasi seputar dunia TLM (Teknologi Laboratorium Medik) seperti Acara Seminar/Workshop, Materi Kuliah, Lowongan Pekerjaan, dan Berita terbaru seputar dunia Laboratorium Klinik.
Departemen di Laboratorium Klinik | Dasar Teknik Laboratorium Klinik Edisi Ke-6 Barbara Dan Anna. Jumlah departemen di laboratorium klinis tentunya sangat bervariasi. Kimia klinis, hematologi, mikrobiologi, bank darah, dan layanan pendukung (flebotomi dan spesimen) biasanya beroperasi sebagai departemen atau bagian, departemen tersebut masing-masing dibawah kepala departemen atau supervisior umum  sendiri (Gambar 1-4). Subdivisinyapun dalam masing-masing departemen akan berbeda dari satu laboratorium dengna laboratorium yang lainnya. Untuk laboratorium besar seringnya memiliki departemen yang terpisah seperti urinalisis, koagulasi, imunologi, dan parasitologi. 

Departemen di Laboratorium Klinik Dasar Teknik Laboratorium Klinik Edisi Ke-6 Barbara Dan Anna 121

Departemen Hematologi

Sebagian besar tes hematologi ini mempelajari komponen seluler darah. Prosedur hematologi dapat bersifat kualitatif atau kuantitatif. Prosedur kuantitatif meliputi penghitungan berbagai komponen darah, seperti jumlah leukosit (sel darah putih), eritrosit (sel darah merah), atau trombosit; tes hemoglobin dan hematokrit biasanya dilakukan dan dapat membantu dalam mendiagnosa anemia. Berbagai tes ini dapat dilakukan secara manual tetapi biasanya dilakukan pada cell counter atau hematologi autoanalyzer. Banyak analyzer yang mampu melakukan beberapa prosedur hematologi secara bersamaan. 

Dalam prosedur kualitatif, komponen darah diamati untuk melihat kualitas komponennya seperti ukuran sel, bentuk, dan kematangan. Saat menggunakan mikroskop, seorang teknologi laboratorium medik dapat melihat apusan darah untuk menentukan jenis leukosit yang ada; memperkirakan ukuran, bentuk, dan kadar hemoglobin eritrosit; atau perkirakan jumlah trombosit. Sel abnormal, termasuk leukosit imatur atau eritrosit, dicatat selama pemeriksaan mikroskopis dari apusan darah. 

Di laboratorium yang besar, pemeriksaan yang rumit seperti pewarnaan khusus untuk mengklasifikasikan sel leukemia dapat dilakukan di bagian hematologi yang disebut special hematology. Beberapa tes dalam special hematology dilakukan secara manual.

Koagulasi. Tes koagulasi digunakan untuk mendiagnosis dan memantau pasien yang memiliki kelainan dalam mekanisme pembekuan darah atau mereka yang sedang dirawat dengan antikoagulan, obat yang mencegah pembekuan darah. Tes koagulasi dapat dilakukan di departemen hematologi atau, di laboratorium besar, di departemen terpisah. Sistem pengujian koagulasi otomatis, yang dulunya digunakan terutama di laboratorium yang lebih besar, sekarang tersedia dalam model kecil, mudah digunakan yang memungkinkan bahkan tempat dokter praktek kecil sekalipun memiliki kemampuan melakukan beberapa prosedur koagulasi. Plasma, bagian cair dari darah yang mengandung antikoagulan, adalah spesimen yang digunakan untuk sebagian besar studi koagulasi.

Urinalisis. Seperti halnya dengan koagulasi, urinalisis dapat berupa departemen terpisah di laboratorium besar atau subdivisi departemen lain, biasanya termasuk kedalam departemen hematologi atau kimia. Di departemen urinalisis, pemeriksaan fisik, kimia, dan mikroskopis spesimen urin dilakukan. Tes ini dapat dilakukan secara manual atau menggunakan metode otomatis. 

Kimia Klinis

Di departemen kimia klinis, prosedur tes dapat dilakukan pada plasma, serum, urin, dan cairan tubuh lainnya seperti cairan tulang belakang dan cairan sendi. Serum adalah cairan yang merupakan bagian dari darah yang tersisa setelah terjadinya gumpalan yang terbentuk. Serum diperoleh dengan mengumpulkan darah tanpa antikoagulan, membiarkannya dalam waktu tertentu sampai membeku, dan menyentrifugasinya untuk memisahkan sel darah dari serum. Banyak pemeriksaan kimia analyzer yang dapat melakukan pengujian menggunakan plasma; hal ini dapat mengefisiensikan waktu tunda yang diperlukan agar darah membeku jika menggunakan serum. 

Kimia klinis adalah departemen terbesar di sebagian besar laboratorium. Prosedur yang dilakukan di departemen kimia klinis meliputi glukosa darah, kolesterol, pengujian enzim jantung dan hati, dan elektrolit (klorida, bikarbonat, kalium, dan natrium). Subdepartemen umum dalam kimia klinis adalah special chemistry dan toksikologi. Beberapa prosedur seperti elektroforesis dan pengukuran kadar hormon dilakukan dalam subdepartemen special chemistry. Dalam subdepartemen toksikologi, darah atau urin dapat dianalisis untuk menentukan obat yang terlibat dalam overdosis atau kadar obat yang ditetapkan dalam darah.  

Jenis-jenis kimia analyzer telah meningkat pesat dalam beberapa tahun terakhir (lihat bab 6-3 dan 6-4). Banyak dari jenis analyzer ini menyediakan berbagai prosedur pengujian namun relatif mudah dioperasikan. Dengan demikian, sangat mungkin sekali untuk laboratorium terkecil sekalipun dapat melakukan beberapa tes kimia rutin. 

Imunologi

Imunologi dapat berupa departemen terpisah atau, di laboratorium kecil, menjadi bagian dari departemen lain seperti departemen bank darah atau mikrobiologi. Di masa lalu, departemen ini disebut serologi karena serum adalah spesimen yang paling sering digunakan dalam tes. Di departemen imunologi, banyak tes didasarkan pada metode antigen-antibodi. Di antara tes yang  sering dilakukan di bagian ini adalah untuk pemeriksaan pada kehamilan, radang sendi, dan penyakit autoimun. Tes untuk infeksi mononukleosis, infeksi HIV, influenza, hepatitis, penyakit menular seksual, dan penyakit menular lainnya juga dilakukan dengan menggunakan metode imunologis. 

Layanan Bank Darah / Transfusi

Departemen bank darah juga disebut layanan imunohematologi atau transfusi. Prosedur yang dilakukan di departemen ini sangat penting untuk kesehatan pasien. Jika pasien memerlukan transfusi, pemeriksaan grup ABO dan tipe Rh diperiksa oleh teknologi bank darah. Sebelum darah ditransfusikan, komponen darah yang disimpan  dari donor diuji kompatibilitasnya dengan darah pasien.  Departemen bank darah mungkin juga memiliki kemampuan untuk mengumpulkan khusus donasi darah atau dapat memproses darah yang disumbangkan tersebut menjadi komponen-komponen khusus. Bank darah adalah satu-satunya area di laboratorium klinis yang tidak ada tes yang sederhana. 

Mikrobiologi

Departemen mikrobiologi bertanggung jawab untuk melakukan kultur dan mengidentifikasi suatu mikroorganisme. 

Bakteriologi. Prosedur pemeriksaan bakteriologi merupakan mayoritas yang sering di lakukan dalam mikrobiologi. Bakteri dapat diisolasi dari spesimen seperti sputum, luka, darah, urin, atau cairan tubuh lainnya dengan menginokulasi spesimen ke media kultur. Organisme yang tumbuh dalam kultur diidentifikasi, dan tes kerentanan dilakukan untuk menentukan pengobatan antibiotik yang paling efektif. Pengujian ini dilakukan dengan memaparkan kultur bakteri pada antibiotik yang berbeda dan mengamati pengaruhnya terhadap pertumbuhan organisme. Sistem otomatis yang dapat mendeteksi pertumbuhan suatu organisme, mengidentifikasi suatu organisme, dan menentukan kerentanan antibiotiknya banyak digunakan juga dalam bakteriologi. 

Virologi dan Mikologi. Prosedur yang melibatkan virologi, studi virus, dan mikologi, studi jamur, biasanya dilakukan di departemen mikrobiologi. Seringkali spesimen untuk virologi dan mikologi dikirim ke laboratorium rujukan untuk kultur dan identifikasi. Karena kultur jamur patogen serta mikobakteri harus ditangani dengan perawatan khusus, spesimen yang diduga mengandung organisme ini biasanya diinokulasi ke media dan kemudian dikirim ke laboratorium rujukan untuk identifikasi. 

Parasitologi. Dalam parasitologi, biasanya merupakan bagian dari departemen mikrobiologi, spesimen pasien diperiksa untuk melihat adanya parasit. Sampel tinja diperiksa secara mikroskopis untuk mencari petunjuk adanya parasit usus seperti ameba usus, cacing pita, atau cacing tambang. Tes imunologis dilakukan untuk mendeteksi antigen parasit dalam sampel tinja. Tes untuk parasit dalam darah, seperti parasit malaria, biasanya dilakukan di departemen hematologi.


Support Service Laboratorium

Tes laboratorium dimulai dengan formulir permintaan laboratorium, yang harus diisi sebelum tes dilakukan. Permintaan pemeriksaan laboratorium bisa berupa permintaan tertulis (Gambar 1-6) atau permintaan yang dilihat melalui sistem komputer jaringan. Setelah permintaan diterima, laboratorium akan memulai proses pengujian — mengumpulkan spesimen; melakukan tes; dan menginterpretasi, menyalin hasil tes, melaporkan, dan membuat grafik hasil. 

GAMBAR 1-6 Contoh formulir permintaan laboratorium
GAMBAR 1-6 Contoh formulir permintaan laboratorium
Sebagian besar laboratorium rumah sakit memiliki departemen terpisah yang bertanggung jawab untuk mengumpulkan dan memproses spesimen. Departemen ini dipanggil dengan berbagai nama seperti support service, flebotomi, atau pengumpulan dan pemrosesan spesimen. Flebotomis adalah petugas laboratorium terlatih khusus yang mengumpulkan spesimen darah; kadang-kadang tanggung jawab ini dibagi juga kepada personel keperawatan. 

Di laboratorium kecil, spesimen biasanya diambil langsung oleh departemen laboratorium. Banyak rumah sakit memiliki sistem pengiriman pneumatik yang menyediakan pengiriman spesimen cepat ke laboratorium dari ruang pasien, ruang perawatan, klinik rawat jalan, operasi, ruang gawat darurat, atau unit perawatan intensif.

GAMBAR 1-7 Penggunaan barkod dan nomor identifikasi pasien memungkinkan aksesi komputer dan mengurangi kesalahan pra-analitis

Di laboratorium yang lebih besar, spesimen akan dikirim ke area central accessioning di mana spesimen tersebut akan diproses, masuk ke komputer yang kemudian menggunakan barcode pada label spesimennya (Gambar 1-7), kemudian dilabeli kode identifikasi spesimen sebelum didistribusikan ke departemen untuk pengujian. Laboratorium yang memiliki pengujian dengan volume tinggi akan menggunakan sistem pemrosesan spesimen robot, sistem otomasi yang melakukan banyak manipulasi pekerjaan yang biasanya dilakukan oleh personel laboratorium. Tindakan yang dapat diotomatisasi termasuk mengaksesi; pengurutan sesuai dengan tes yang dipesan dan persiapan yang dibutuhkan; sentrifugasi; decapping, labeling, dan aliquoting specimen; dan transportasi ke instrumen pengujian atau penyimpanan. Sistem robot meningkatkan efisiensi, meningkatkan integritas spesimen, mengurangi kesalahan, dan berkontribusi terhadap keselamatan personel dengan mengurangi paparan spesimen.


Laboratory Information Systems

Laboratorium besar memiliki Laboratory Information Systems (LIS) yang terintegrasi  untuk meningkatkan efisiensi dan mengurangi kesalahan. Di rumah sakit, LIS dapat dihubungkan ke sistem komputer di seluruh institusi. Komputerisasi di laboratorium dan rumah sakit telah mengurangi kesalahan dalam identifikasi dan pelacakan spesimen. Spesimen diberi label dengan label kode batang pracetak yang cocok dengan permintaan tes barcode dan gelang identifikasi pasien. Data dapat dimasukkan secara langsung ke sistem komputer menggunakan pemindai kode batang. Bahkan laboratorium kecil biasanya memiliki sistem untuk pracetak label spesimen kode batang dengan data pasien. 

Keuntungan dari sistem informasi laboratorium meliputi:
● Penghapusan kesalahan chart
● Peningkatan efisiensi
● Identifikasi otomatis hasil tes yang abnormal atau tidak biasa
● Pencocokan spesimen pasien dengan hasil pengujian
● Pencegahan pengujian dan pelaporan yang tidak sah

Point-of-Care Testing

Kemajuan pesat dalam bidang teknologi kedokteran medik memungkinkan perubahan cepat dalam semua aspek perawatan kesehatan. Salah satu perubahan utama dalam laboratorium klinis adalah penerapan dan peningkatan penggunaan Point-of-Care Testing (POCT). POCT dilakukan dengan prinsip membawa tes laboratorium ke pasien daripada mengumpulkan spesimen dari pasien dan membawanya ke laboratorium untuk pengujian. Ini membuat hasil tes laboratorium tersedia lebih cepat, memberikan perawatan pasien yang lebih baik. 

POCT umumnya digunakan untuk pemeriksaan klinik, health maintenance organizations (HMOs), panti jompo, perawatan kesehatan di rumah, dokter praktik, instalasi gawat darurat (IGD), ICU, dan ruang operasi. POCT juga disebut sebagai bedside testing, near-patient testing, off-site testing, dan atau alternative-site testing.

Sebuah evolusi cepat terhadap alat analisis yang berukuran kecil dan mudah digunakan yang dapat memberikan hasil cepat telah menyebabkan implementasi POCT meluas. Alat analisis portabel genggam ini dapat mengukur zat seperti hemoglobin, glukosa, kolesterol, dan elektrolit, dan hasilnya dapat langsung diunggah ke LIS pusat. Sebagian besar POC analyzer hanya membutuhkan setetes darah, biasanya diambil dengan cara melakukan tusukan pada jari. Sebagian besar tes POCT non-rumah sakit  merupakan kategori CLIA-tes sederhana.

Dengan muncul dan adanya pertumbuhan yang signifikan alat POCT telah menciptakan peluang untuk lebih banyak kolaborasi antara laboratorium dan anggota tim kesehatan lainnya. Meskipun personel non-laboratorium dari layanan keperawatan, operasi, atau tim gawat darurat dapat melakukan tes, laboratorium biasanya bertanggung jawab untuk memilih instrumentasi, personel pelatihan, mengembangkan manual prosedur, dan memantau prosedur penilaian kualitas dan pemeliharaan instrumen. 

PENTING Terimakasih sudah berkunjung ke website Kami. Untuk yang mengambil artikel dari website Kami, dimohon untuk mencantumkan sumber pada tulisan / artikel yang Anda muat. Terimakasih atas kunjungannya. Kerjasama media pubhlikasi, kirim e mail ke : laboratorium.medik@gmail.com
Baca juga :
Selengkapnya
8:53 AM
Dasar Teknik Laboratorium Klinik Edisi Ke-6 Barbara Dan Anna |  Organisasi di Laboratorium Rumah Sakit. Skema organisasi dari sebagian besar laboratorium rumah sakit ini akan mengikuti garis besar secara umum (Gambar 1-4) yang tentunya dapat sedikit berbeda tergantung pada ukuran suatu laboratorium. Dalam beberapa tahun terakhir, beberapa laboratorium telah mengubah jabatan dan personel untuk mencerminkan terminologi yang digunakan dalam aturan CLIA '88. Tabel 1-4 mencantumkan titel personel seperti yang dinyatakan dalam CLIA '88 dan memberikan titel yang setara yang umum digunakan. Kualifikasi personel untuk setiap kategori ditentukan dalam Clinical Laboratory Improvement Amendments of 1988, Final Rule (Federal Register, Vol. 7, No. 40, February 28, 1992). 

Dasar Teknik Laboratorium Klinik Edisi Ke-6 Barbara Dan Anna  Organisasi di Laboratorium Rumah Sakit

Personil Laboratorium Klinik

Direktur Laboratorium

Direktur di laboratorium rumah sakit ini biasanya adalah ahli patologi, seorang dokter spesialis dalam jenis dan penyebab penyakitnya. Patologist di sebuah rumah sakit juga biasanya mengawasi dua cabang patologi, yaitu patologi anatomi dan patologi klinis. Departemen patologi anatomi biasanya melakukan pemeriksaan sitologi, histologi, dan otopsi. Sedangkan departemen laboratorium klinis dapat disebut juga patologi klinis atau layanan laboratorium klinis

Di bawah CLIA '88, orang selain patolog dapat memenuhi syarat untuk menjadi direktur laboratorium klinis. Jenis sertifikat CMS yang dimiliki oleh laboratorium menentukan kualifikasi untuk seorang direktur. Secara umum, direktur laboratorium harus tersertifikasi oleh negara di mana laboratorium tersebut beroperasi; memiliki gelar doktor kedokteran, dokter osteopati, atau doktoral yang memiliki kemampuan di bidang klinis terkait; memiliki sertifikasi dari badan yang sesuai; dan memiliki pengalaman laboratorium pengawasan dan klinis. Direktur laboratorium memiliki tanggung jawab utama untuk semua operasional yang ada di laboratorium. 

Rumah sakit kecil mungkin tidak memiliki staf ahli patologi full time atau yang selalu ada di tempat. Bergantung pada kualifikasi direktur laboratorium, laboratorium di rumah sakit ini dapat diminta untuk melakukan kontrak dengan individu yang telah di sertifikasi untuk melayani sebagai konsultan klinis dan konsultan teknis. Konsultan ini membantu direktur laboratorium dalam hal kesesuaian dan interpretasi pengujian atau dalam hal teknis yang berkaitan dengan metode pengujian.

Supervisor Teknis dan Manajer Laboratorium

Bagan organisasi laboratorium rumah sakit biasa1
Gambar 1-4. Bagan organisasi laboratorium rumah sakit biasa

Supervisi teknis ini langsung di bawah otoritas direktur laboratorium adalah supervisi teknis atau manajer laboratorium (Gambar 1-4). Manajer laboratorium adalah seseorang yang dididik dalam ilmu laboratorium klinis dengan pelatihan atau pengalaman bisnis atau manajemen tambahan. 

Supervisi teknis (manajer laboratorium) bertanggung jawab atas operasi laboratorium sehari-hari. Selain itu supervisor teknis juga bertanggung jawab untuk menetapkan standar personel, menetapkan prosedur pelatihan dan evaluasi, membuat program penilaian kualitas yang tepat, mengamati dan mendokumentasikan kinerja dan kompetensi karyawan, dan memastikan bahwa semua mandat peraturan dipatuhi. Supervisor teknis juga bertanggung jawab untuk menyediakan  manual prosedur terbaru yang berisi instruksi terperinci untuk setiap prosedur yang dilakukan di laboratorium bagi semua personel. Ini disebut manual standard operating procedure (SOP). Clinical and Laboratory Standards Institute (CLSI) mengembangkan standar praktik terbaik saat ini untuk prosedur laboratorium klinis. Manual prosedur laboratorium harus mengikuti standar CLSI, dan manual harus ditinjau dan diperbarui pada interval yang ditentukan. (CLSI sebelumnya dikenal sebagai National Committee for Clinical Laboratory Standards, atau NCCLS, sampai namanya berubah pada tahun 2005.)

Supervisor Umum dan Kepala Departemen

Setiap departemen memiliki supervisi umum atau kepala departemen yang bertanggung jawab atas kualitas pekerjaan yang dilakukan di departemen, melatih karyawan, dan mengevaluasi kinerja karyawan. Supervisi umum melapor kepada supervisi teknis

Personel Pengujian 

Titel personil laboratorium klinis sebagaimana tercantum dalam Final Rule CLIA CL88 dan gelar setara yang umum digunakan
Gambar 1-5. Titel personil laboratorium klinis sebagaimana tercantum dalam Final Rule CLIA CL88 dan gelar setara yang umum digunakan

Personel penguji mampu melakukan analisis laboratorium (Gambar 1-5). Personel penguji diantaranya seperti teknologi medis, scientis laboratorium medis, scientis laboratorium klinis, teknisi laboratorium medis, dan teknisi laboratorium klinis. Personil non-laboratorium seperti asisten medis dan staf keperawatan sering melakukan pemeriksaan laboratoruim di tempat dokter praktek dan atau pengujian di tempat perawatan di pelayanan kesehatan lain di luar laboratorium. Kualifikasi personel laboratorium klinis dibahas dalam Bab 1-2, The Clinical Laboratory Professional.

PENTING Terimakasih sudah berkunjung ke website Kami. Untuk yang mengambil artikel dari website Kami, dimohon untuk mencantumkan sumber pada tulisan / artikel yang Anda muat. Terimakasih atas kunjungannya. Kerjasama media pubhlikasi, kirim e mail ke : laboratorium.medik@gmail.com
Baca juga :
Selengkapnya
9:13 PM
Dasar Teknik Laboratorium Klinik Edisi Ke-6 Barbara Dan Anna |  Beberapa Tipe Laboratorium Klinik. Laboratorium klinis dapat dibedakan ke dalam dua kelompok : laboratorium rumah sakit dan laboratorium non-rumah sakit. Meskipun kebanyakan orang akan berpikir tentang sebuah rumah sakit ketika mereka memikirkan laboratorium klinis, namun laboratorium juga terdapat di suatu klinik, dokter praktek, panti jompo, kantor dokter hewan, lembaga pemerintah, industri, dan instalasi militer.  Ada beberapa laboratorium klinis, seperti laboratorium rujukan regional, laboratorium independen dari fasilitas medis yang menyediakan perawatan pasien langsung. 

Dasar Teknik Laboratorium Klinik Edisi Ke-6 Barbara Dan Anna  Beberapa Tipe Laboratorium Klinik

Pada bulan Desember 2010, Department of Health and Human Services (DHHS), Centers for Medicare and Medicaid Services (CMS), formerly known as the Health Care Financing Administration (HCFA), mendaftarkan lebih dari 221.000 laboratorium swasta dan komersial sebagai penyedia layanan pemeriksaan kesehatan manusia di Amerika Serikat. Jumlah ini tidak termasuk laboratorium yang terbatas pada laboratorium penelitian dan laboratorium veteriner.

Dasar Teknik Laboratorium Klinik Edisi Ke-6 Barbara Dan Anna |  Beberapa Tipe Laboratorium Klinik
Gambar 1-1. Pie chart menunjukkan laboratorium terdaftar CLIA berdasarkan jenis fasilitasnya (Diadaptasi dari CMS, database CLIA, Desember 2010)

Tabel 1-1 mencantumkan jumlah laboratorium klinis yang terdaftar CMS berdasarkan jenis fasilitas. Dari diagram lingkaran yang ditunjukkan pada Gambar 1-1, dapat dilihat bahwa lebih dari setengah laboratorium terdaftar berada di physician office laboratories (POL). Meskipun jauh lebih banyak laboratorium dalam kategori laboratorium dokter praktek daripada kategori lainnya, rumah sakit dan laboratorium rujukan melakukan sebagian besar tes laboratorium. Data CMS menunjukkan bahwa lebih dari 60% laboratorium terdaftar hanya melakukan tes sederhana. Namun, ini hanya sekitar 10% dari total volume pengujian. 

Laboratorium Rumah Sakit 

Dasar Teknik Laboratorium Klinik Edisi Ke-6 Barbara Dan Anna |  Beberapa Tipe Laboratorium Klinik
GAMBAR 1-2 Contoh bagan organisasi rumah sakit. 

Laboratorium klinis dapat kita ditemukan di berbagai rumah sakit swasta, rumah sakit pendidikan universitas, dan lembaga yang dioperasikan pemerintah seperti rumah sakit militer dan rumah sakit veteran. Laboratorium klinis merupakan salah satu dari banyak departemen yang ada di rumah sakit (Gambar 1-2). Tingkat layanan yang tersedia dari laboratorium rumah sakit biasanya ditentukan oleh ukuran rumah sakit. Sebuah laboratorium yang ada di rumah sakit kecil (kurang dari 100 tempat tidur) dapat melakukan prosedur tes rutin; tes yang rumit atau jarang diminta dikirim ke laboratorium rujukan.

Laboratorium klinis pada rumah sakit dengan ukuran sedang (hingga 300 tempat tidur), dapat melakukan tes rutin serta banyak prosedur tes yang lebih rumit dapat dilakukan. jenis tes yang paling baru dikembangkan, tes yang jarang diminta, atau tes dengan tingkat kompleksitas tinggi atau membutuhkan instrumentasi khusus yang perlu dikirim ke laboratorium rujukan. Sebuah laboratorium klinis yang terdapat di rumah sakit yang besar (lebih dari 300 tempat tidur) dapat menangani pemeriksaan dalam jumlah volume yang banyak dan melakukan tes yang kompleks (Gambar 1-3).

Laboratorium Klinik Non-Rumah Sakit

Laboratorium klinis non-rumah sakit dapat secara publik (pemerintah) atau dioperasikan secara mandiri. Mereka menyediakan berbagai layanan dan pekerjaan bagi banyak pekerja terampil. Di Amerika Serikat pada tahun 2010, sebagian besar laboratorium klinis yang sudah terdaftar berada dalam regulasi non-rumah sakit (Tabel 1-1).
Numbers and types of CLIA-registeredclinical laboratories performing tests on humans,

Laboratorium Dokter Praktek

Physician office laboratories (POLs) atau Laboratorium dokter praktek adalah laboratorium yang terdapat di kantor dokter praktek atau berbagai kelompok dokter lainnya.  Pada tahun 2010, lebih dari setengah dari semua laboratorium klinis yang teregistrasi oleh CMS diklasifikasikan sebagai POL. Meningkatnya ketersediaan kit uji cepat dan pemeriksaan sederhana yang mudah dioperasikan telah memperluas cakupan pengujian POL. Beberapa tes laboratorium, seperti hemoglobin, hematokrit, strip reagen urin, tes kehamilan urin, glukosa darah, dan darah samar, diklasifikasikan sebagai tes sederhana (Tabel 1-2) dan dapat dilakukan di POL oleh personel dengan multiskilled seperti asisten medis. Sebagaimana didefinisikan oleh CLIA, wived test adalah tes laboratorium dan prosedur sederhana yang “memiliki risiko tidak signifikan terhadap hasil yang salah.” Food and Drug Administration (FDA) menentukan tes mana yang memenuhi kriteria sederhana dan dengan risiko kesalahan rendah. FDA saat ini mendaftar lebih dari 100 analit yang tersedia untuk tes sederhana.

Examples of analytes for which there are CLIA waived tests

Laboratorium Rujukan

Laboratorium rujukan biasanya milik swasta, laboratorium regional yang melakukan pengujian volume tinggi dan menawarkan berbagai macam pengujian. Sebuah rumah sakit besar akan menggunakan jasa laboratorium rujukan terutama untuk melakukan tes yang rumit/kompleks atau jarang diminta oleh dokter di rumah sakit tersebut. Sedangkan pada rumah sakit kecil atau tempat dokter praktek biasa menggunakan layanan laboratorium rujukan ini untuk berbagai pemeriksaan. Laboratorium rujukan akan menyediakan layanan kurir untuk mengangkut spesimen dari lokasi pengumpulan ke laboratorium pengujian.

Laboratorium Pemerintah: Federal

Laboratorium pusat untuk sistem kesehatan masyarakat nasional adalah Centers for Disease Control and Prevention (CDC) di Atlanta, Georgia. Badan ini menyediakan layanan konsultasi untuk laboratorium kesehatan masyarakat negara bagian dan dokter praktik mandiri dalam kasus langka. CDC menyediakan materi pendidikan dan pedoman keselamatan bagi pekerja di berbagai bidang perawatan kesehatan, serta untuk masyarakat umum.

Epidemiologi juga merupakan fungsi penting lainnya dari CDC. Data dikumpulkan mengenai asal, distribusi, dan terjadinya berbagai penyakit, dan wabah diselidiki untuk menentukan penyebabnya. Fungsi CDC ini telah mendapatkan banyak perhatian publik karena perannya dalam menyelidiki penyakit menular yang muncul dan mikroba yang resistan terhadap beberapa obat yang telah muncul di seluruh dunia dalam beberapa tahun terakhir.

CDC juga mengoordinasikan Laboratory Response Network (LRN)Laboratory netowrk ini didirikan untuk memastikan bahwa laboratorium negara dan swasta dilengkapi untuk merespons secara efektif terhadap ancaman terhadap kesehatan masyarakat, seperti peristiwa bioterorisme biologis atau kimia, penyakit menular yang baru muncul, atau bencana alam.


Laboratorium Pemerintah: Negara Bagian

Setiap negara bagian AS dan wilayah tertentu memiliki laboratorium klinis yang dibawah kendali (biasanya) oleh departemen kesehatan masyarakat negara bagian tersebut. Laboratorium klinis di negara bagian ini menyediakan layanan pengujian dan konsultasi di rumah sakit, dokter, dan klinik di negara bagian.

Layanan yang tersedia dari laboratorium negara bervariasi dari satu negara ke negara lain. Secara umum, laboratorium negara bagian ini juga melakukan tes yang diamanatkan oleh peraturan negara, misalnya, tes darah pranikah dan pengujian fenilketonuria (PKU) pada bayi baru lahir. Laboratorium negara ini juga menawarkan tes yang tidak tersedia secara rutin di laboratorium lain seperti kultur jamur, virus, dan mikobakteri (yang meliputi patogen penyebab tuberkulosis); tes untuk parasit; tes konfirmasi untuk penyakit menular yang dapat dilaporkan seperti infeksi HIV; dan beberapa pengujian lingkungan. Spesimen dengan kasus khusus yang akan dikirim ke CDC untuk pengujian biasanya dikirim melalui laboratorium kesehatan masyarakat negara bagian.

PENTING Terimakasih sudah berkunjung ke website Kami. Untuk yang mengambil artikel dari website Kami, dimohon untuk mencantumkan sumber pada tulisan / artikel yang Anda muat. Terimakasih atas kunjungannya. Kerjasama media pubhlikasi, kirim e mail ke : laboratorium.medik@gmail.com
Baca juga :
Selengkapnya
8:13 PM
Dasar Teknik Laboratorium Klinik Edisi Ke-6 Barbara dan Anna | Pendahuluan Laboratorium Klinik. Laboratorium yang melakukan tes kimia dan mikroskopis pada darah, cairan tubuh lain, dan jaringan disebut laboratorium klinis atau medis. Laboratorium ini memainkan peran utama dalam perawatan pasien dan dapat dijumpai dalam berbagai instansi, baik instansi pemerintah maupun swasta. 

Dasar Teknik Laboratorium Klinik Edisi Ke-6 Barbara dan Anna | Pendahuluan Laboratorium Klinik

Laboratorium klinis yang berada pada suatu isntansi yang besar, akan menawarkan pelayanan yang canggih, dan mempekerjakan banyak pekerja terlatih yang berinteraksi setiap hari dengan pasien dan tenaga kesehatan rekanan lainnya pada instansi tersebut. Laboratorium klinis pada isntansi yang lebi kecil juga ada, dengan hanya satu atau dua karyawan saja.

Saat ini laboratorium klinis serta sistem pemberian layanan kesehatan lainnya menghadapi berbagai tantangan. Tantangan tersebut termasuk mengatasi biaya yang naik dengan cepat, mempertahankan personel yang berkualitas, mengikuti perkembangan teknologi, dan mematuhi peningkatan peraturan nasional. Masalah-masalah ini harus diatasi tanpa mengorbankan kualitas perawatan pasien. Hal ini berupa edukasi  untuk menjelaskan jenis laboratorium klinis dan organisasi, fungsinya, dan regulasi.

PERATURAN DI LABORATORIUM KLINIS

Semua laboratorium klinis yang melakukan tes pada spesimen manusia yang ada di Amerika Serikaat (kecuali untuk laboratorium penelitian) diatur oleh badan federal dan negara bagian. Clinical Laboratory Improvement Amendments of 1988 (CLIA ’88), revisi dari Clinical Laboratory Improvement Act 1967, menetapkan standar kinerja minimum untuk semua laboratorium klinis. Tujuan CLIA ’88 adalah untuk meningkatkan dan memastikan kualitas pengujian laboratorium. Meskipun CLIA disahkan pada tahun 1988, amandemen ini terus direvisi, diperbarui, diklarifikasi, disempurnakan, dan diperkuat.

Divisi Layanan Laboratorium, di bawah Centers for Medicare and Medicaid Services (CMS, www.cms.gov/clia/) memiliki tanggung jawab untuk mengimplementasikan CLIA 8888. Semua Klinik yang melakukan pengujian laboratorium pada manusia harus mendaftar dan mendapatkan sertifikat dari CMS untuk diizinkan beroperasi secara legal. Di bawah CLIA '88, laboratorium diklasifikasikan dalam perfomnya :
  • Tes Sederhana
  • Tes kompleksitas sedang dan canggih
  • Provider-performed microscopy procedures (PPMP)
Klasifikasi didasarkan pada kesulitan atau kompleksitas prosedur pengujian dan tingkat pelatihan yang diperlukan untuk melakukan pengujian secara akurat. Standar personel laboratorium berbeda pada masing-masing kategori tersebut. Semakin kompleks pengujian, semakin banyak pula personel laboratorium untuk pengujian yang terlatih. Setiap laboratorium harus mendapatkan sertifikat yang menyatakan klasifikasinya. 

Setiap negara dapat memberlakukan peraturannya sendiri terkait operasional laboratorium. Namun, standar yang di tetapkan oleh negara bagian tersebut harus seketat peraturan federal dan tidak boleh melanggar ataupun menghalang-halangi peraturan yang di tetapkan oleh federal.

PENTING Terimakasih sudah berkunjung ke website Kami. Untuk yang mengambil artikel dari website Kami, dimohon untuk mencantumkan sumber pada tulisan / artikel yang Anda muat. Terimakasih atas kunjungannya. Kerjasama media pubhlikasi, kirim e mail ke : laboratorium.medik@gmail.com
Baca juga :
Selengkapnya
7:56 AM

Seminar Ilmiah Update Penatalaksanaan Laboratorium Tuberkulosis

Seminar Ilmiah Update Penatalaksanaan Laboratorium Tuberkulosis | PATELKI DPC Jakarta Pusat

Materi dan Narasumber :
"Regulasi dan Program Pemerintah (Kopi TB)"
dr. Dwi Oktavia TLH,M.Epid

"Pra Analitik Pemeriksaan TB (Speciments Handling)"
Merryany Girsang, AMAK, S.Si.,M.Sc

"Pemeriksaan Laboratorium TB Molekuler"
Atna Permana, SKM, M.Biomed

Waktu dan Tempat :
Minggu, 16 Februari 2020
Pkl. 07.00 s.d 15.00 WIB
Gedung Ladokgi RS Gigi dan Mulut TNI AL
Jl. Farmasi No. 1 Bendungan Hilir
Tanah Abang - Jakarta Pusat

Biaya Pendaftaran :
- Mahasiswa Rp. 120.000
- Anggota Rp. 150.000
- Non Anggota Rp. 250.000

Fasilitas :
- Seminar Kit
- Sertifikat 2 SKP PATELKI
- Lunch
- Coffee Break
- Doorprize

Pendaftaran via Online : it.ly/semilJAKPUSS

Contact Person :
Fiqoh Apriya : 0896 3001 4099

Note :

  1. Pembayaran dilakukan maksimal 3 hari setelah pendaftaran online. 
  2. Peserta yang sudah melakukan pembayaran tidak dapat dibatalkan, tetapi boleh digantikan dengan peserta lain yang belum mendaftar. 
  3. Pendaftaran akan di tutup jika kuota telah terpenuhi. 
  4. Peserta yang tidak mengikuti salah satu materi seminar, di wajibkan membuat rangkuman seminar. Rangkuman ditulis tangan dikertas A4.
  5. Sertifikat hanya diberikan kepada peserta yang mengikuti seminar dari awal sampai akhir acara. 

PENTING Terimakasih sudah berkunjung ke website Kami. Untuk yang mengambil artikel dari website Kami, dimohon untuk mencantumkan sumber pada tulisan / artikel yang Anda muat. Terimakasih atas kunjungannya. Kerjasama media pubhlikasi, kirim e mail ke : laboratorium.medik@gmail.com
Selengkapnya
9:02 PM

Contact Form

Name

Email *

Message *