Menu
  • Info Lab Medik
  • Info Lab Medik

Info Lowongan Pekerjaan

Tokoh

Download

Selamat Datang

Selamat datang di Info Laboratorium Medik, situs berisi informasi seputar dunia TLM (Teknologi Laboratorium Medik) seperti Acara Seminar/Workshop, Materi Kuliah, Lowongan Pekerjaan, dan Berita terbaru seputar dunia Laboratorium Klinik.
Identifikasi Jamur Penyebab Mikosis Superfisial. Mikosis superfisialis adalah infeksi jamur superfisial yang disebabkan oleh kolonisasi jamur atau ragi. Penyakit yang termasuk mikosis superfisialis adalah dermatofitosis, pitiriasis versikolor, dan kandidiasis superfisialis. Dermatofitosis adalah penyakit yang disebabkan oleh kolonisasi jamur dermatofit yang menyerang jaringan yang mengandung keratin seperti stratum korneum epidermis, rambut, dan kuku (Hidayati dkk, 2009). Penyebab dermatofitosis adalah spesies dari Microsporum, Trichophyton, dan Epidermophyton (Sweetman, 2009).

Identifikasi Jamur Penyebab Mikosis Superfisial

Mikosis superfisialis cukup banyak diderita penduduk negara tropis. Indonesia merupakan salah satu negara beriklim tropis yang memiliki suhu dan kelembaban tinggi. Suhu dan kelembapan tinggi merupakan suasana yang baik bagi pertumbuhan jamur, sehingga jamur dapat ditemukan hampir di semua tempat (Hidayati dkk, 2009).

Genus Trichophyton, khususnya Trichophyton rubrum, merupakan penyebab dermatofitosis terbanyak di seluruh dunia. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Venkatesan dkk (2007) di India, diketahui bahwa sebanyak 93% dermatofitosis disebabkan oleh genus Trichophyton, antara lain Trichophyton rubrum (73,3%), Trichophyton mentagrophytes (19,7%), diikuti oleh Epidermophyton floccosum (4,2%) dan Microsporum gypseum (2,8%).

Mikroorganisme yang terdapat di dalam Ragi tape adalah Kapang Amylomyces Reuxii, Mucor sp dan Rhizopus sp. Khamir saccharomycopsis fibuligera, candida utilis serta bakteri Pediococcus sp. Kedua kelompok mikroorganisme tersebut bekerjasama dan menghasilkan Tape ketan.

Jamur udara merpakan kelompok jamur yang sporanya tersebar diudara bebas, biasanya jamur kapang. Spora jamur kapang misalnya konida Aspergilus muda terlepas, berukuran kecil dan ringan, sehinnga muda diterbangkan oleh angin. Spora jamur akan jatuh kebawah dan menempel pada benda atau makanan yang berada di ruangan tersebut dan jamur akan tumbuh, sehingga maknanan akan menjadi rusak dan tidak layak dikonsumsi, karena sudah terkontaminasi oleh Jamur.

Tujuan Pemeriksaan Jamur Mikosis Superfisial
Mengidentifikasi Jamur yang berada di Udara, Minuman Kemasan dan Tape ketan

Bahan Pemeriksaan Jamur Mikosis Superfisial : Tape ketan, Minuman Kemasan dan Media SDA

Cara Kerja Pemeriksaan jamur Mikosis Superfisial :
  • Pembiakan Secara Tidak Langsung
  1. Diambil 1 ose bahan yang akan diamati ( Tape Ketan), Minuman kemasan hanya 1 tetes
  2. Kemudiab Arsir pada media SDA secara Zig-zag
  3. Inkubasi pada suhu 25-30 derajat Celcius selama 5 - 7 hari
  4. Amati Hasilnya
  • Pembiakan Secara langsung
Setelah sampel diinkubasi selama 5-7 hari
  1. Diambil 1 ose sampel (Tape ketan, minuman kemasan), letakan ke objek glass
  2. Kemudian tetesi 1 tetes larutan LPCB, lalu ratakan menggunakan ose
  3. Tutup dengan cover glass
  4. Kemudian amati pada mikroskop dengan pembesaran 40x

Interpretasi Hasil


  • Hasil pengamatan Secara tidak langsung
  1. Sampel tape ketan pada media SDA : Hifa berserabut (Miselium), warna putih ke orens an
  2. Sampel minuman pada media SDA : Hifa berserabut (Miselium), warna putih ke orens an
  • Hasil pengamatan Secara langsung
  1. Jamur yang ditemukan pada sampel tape ketan yaitu Sacharomyces sp
  2. Jamur yang ditemukan pada sampel minuman kemasan yaitu Neurospora sitophila
  3. Jamur yang ditemukan pada media SDA yang dibiarkan terbuka yaitu Aspergillus sp

Sumber
  • Rosida. F. Mikosis Superfisialis. 2017. Tersedia : http://eprints.umm.ac.id/29385/2/jiptummpp-gdl-evaanggrea-31212-2-babi.pdf.
  • Supenah. P. Jurnal Praktikum Mikologi. 2017. Akademi analis kesehatan An-Nasher Cirebon.
PENTING : Terimakasih sudah berkunjung ke website infolabmed.com. Jika Anda mengutip dan atau mengambil keseluruhan artikel dalam websit ini, mohon untuk selalu mencantumkan sumber pada tulisan / artikel yang telah Anda buat. Kerjasama/media partner : laboratorium.medik@gmail.com.
Baca juga :
  1. Kenali Manfaat dan Gejala Jamur Enokitake Yang Diduga Mengandung Bakteri Listeria.
  2. Harga Vaksin Corona Diperkiran Rp. 75.000 per Orang, Kapan Siap?
  3. Pewarnaan KOH
  4. Pemeriksaan jamur pada Kulit dan Rambut (KOH) Seri Edukasi Tekonologi Laboratoium Medik
  5. Pemeriksaan pus untuk Diagnosa Misetoma (jaringan Kulit) Seri Edukasi Tekonologi Laboratoium Medik
Selengkapnya
4:20 AM
Vibrio cholerae merupakan bakteri gram negatif, berbentuk batang (batang yang melengkung) dan bersifat motil (dapat bergerak), memiliki struktur antogenik dari antigen flagelar H dan antigen somatik O, gamma-proteobacteria, mesofilik dan kemoorganotrof, berhabitat alami di lingkungan akuatik dan umumnya berasosiasi dengan eukariot. (Wikipedia)

Pemeriksaan Vibrio cholera

Bahan Pemeriksaan : Tinja, muntahan, air, dll.
Identifikasi berdasarkan :
1. Pembiakan
2. Uji biokimia
3. Uji serologi

Cara Kerja :
1. Pembiakan : - Secara langsung 
                           - tidak langsung

Perbenihan yang dipakai :
- Aronson agar
- Monsur agar (cholera lauryl sulfat)
- TCBS (thiosulphate citrate bile sucrose) agar
- Alkali pepton sebagai media pengaya
- Deretan gula-gula (bonterey) pendek dan panjang

  1. Secara langsung tinja ditanam pada perbenihan Aronson, Monsur dan TCBS agar, dieramkan 37^0 C - satu malam, untuk Monsur agar lebih baik dieramkan 2 malam. 
  2. Secara tidak langsung tinja ditanam sebanyak +- 1 ml ke dalam Alkali pepton, kemudian di eramkan 6-16 jam pada suhu 37^0C. Dari alkali pepton dipindahkan pada perbenihan Aronson dan Monsur, di eramkan 37^0C selama satu malam.
  3. Diperiksa adanya pertumbuhan koloni tersangka :
          a. Aronson : merah jernih
          b. Monsur : hitam jernih
          c. CBS : kuning jernih

2. Uji Biokimia

Dari koloni tersangka jadi, ditanam pada KIA (TSIA), gula manitol, air pepton, dieramkan 37^0C selama satu malam. Amati, catat hasilnya, jika tersangka V. cholera  bila hasilnya sebagai berikut :
KIA  : kuning dan merah 
TSI   : kuning
Manit : (+) positif tanpa gas
pepton : indol (+) positif.

3. Uji Serologi

Dari hasil uji biokimia dilakukan tes aglutinasi dengan antiserum :
V. chloera O
V. cholera Inaba - O
V. cholera Ogawa - O

Jika hasil positif, dilanjutkan dengan uji biokimia menggunakan gula gula (bonerey) panjang. 
Biakan pada perbenihan Aronson, Monsur dan TCBS serta hasil biokimia cocok, hanya uji serologi (-) negatif, maka kuman tersebut vibrio air (N. AG). 

Uji lanjutkan V. cholera  untuk menentukan biotipe Eltor atau Asiatica. 
a. Penggolongan Heiberg (secara biokimiawi).
b. Uji Voges Proskauer pada deretan gula panjang. 
c. Uji Haemagluitinasi dengan eritrosit ayam 2,5%. 
d. Uji kepekaan (Sensitivity test) dengan Polymixin B 50 unit. 
e. Cholera phage typing dengan group IV. 
f. Uji hemolisis dengan eritrosit domba 1% dalam HIB dan HIBG. 
g. Analisa antigen dengan antiserum V. cholera Inaba dan V. cholera Ogawa. 

 Aspek pengujian V. cholera Eltor V. Cholera Asiatica 
  •  Heiberg grup 
  • Uji Voges Proskauer
  • Hemaglutinasi ery. ayam 2,5%
  • Uji kepekaan polymixin B 50 unit
  •  Phage typing grup IV
  • Uji hemolisis ery. domba 1%
  • Analisa antigen
I atau II

+
- (R)
-
+/- (var)
variabel
 I atau II
-
-
+(S)
+(L)
- (var)
variabel
  
PENTING : Terimakasih sudah berkunjung ke website infolabmed.com. Jika Anda mengutip dan atau mengambil keseluruhan artikel dalam websit ini, mohon untuk selalu mencantumkan sumber pada tulisan / artikel yang telah Anda buat. Kerjasama/media partner : laboratorium.medik@gmail.com.
Selengkapnya
6:39 AM
Virus SARS-CoV-2 (Family, Mekanisme Penularan, Proses Patogenesis dan Aspek Laboratorium). Sars-CoV-2 merupakan penyakit koronavirus 2019 (bahasa Inggris coronavirus disease 2019, disingkat COVID-19) adalah penyakit menular yang disebabkan oleh SARS-CoV-2, salah satu jenis koronavirus. 
Virus SARS-CoV-2 (Family, Mekanisme Penularan, Proses Patogenesis dan Aspek Laboratorium)

Penyakit SARS-CoV-2 ini mengakibatkan pandemi koronavirus 2019-2020. Penderita COVID-19 dapat mengalami demam, batuk kering, dan kesulitan bernapas. Sakit tenggorokan, pilek, atau bersin-bersin lebih jarang ditemukan. Pada penderita yang paling rentang, penyakit ini dapat berujung pada pneumonia dan kegagalan multiorgan.

Virus ini berbentuk sferis dengan genomik satu ss-RNA. Dimana virus ini terdapat 4 protein atau Antigen utama yaitu S (spike), M (memberane), E (envelope) dan N (nucleocapsid). 

Virus ini secara taksonomi masuk kedalam ;
  • Ordo : Nidovirales
  • Family : Coronaviridae
  • Genus : Beta coronavirus 
  • Subgenus : Sarbecovirus

Sebelumnya diketahui terdapat 6 jenis virus corona yang diketahui dapat menginfeksi manusia, yaitu :
  • HKU1 (Beta Coronavirus)
  • OC43 (Beta Coronavirus)
  • 229E (Alpha Coronavirus)
  • NL63 (Alpha Coronavirus)
  • SARS-CoV
  • MERS-CoV, dan 
  • SARS-CoV-2

Mekanisme Penularan Virus SARS-CoV-2

Droplet Transmission
- Terkena percikan droplet (5-10 um) yang terinfeksi dalam jarak 1 meter dari batuk/bersin
- Resiko mukosa (mulut/hidung) atau konjungtiva (mata) terpapar droplet
Contact Transmission
- Kontak langsung dengan pasien yang terinfeksi
-Kontak tidak langsung dengan permukaan/benda yang digunakan pada pasien yang terinfeksi (stetoskop/termometer)

Proses Replikasi dan Petogenesis Virus SARS-CoV-2

Pada saat masuk akan berikatan dengan binding reseptornya, akan masuk ke ribosom dari Cell Host dan terjadi pelepasan genomic berupa RNA dan terjadi replikasi dan terjadilah multiplikasi pembentukan virus baru. Proses inilah yang akan mengaktifkan sistem komplemen melalui jalur lektin secara klasik atau alternatif yang akan memicu respon imun dari host secara berlebihan. Diantaranya mungkin pernah mengetahui istilah "badai cytokin" dimana terjadi pelepasan cytokin baik yang imflamasi baik itu interleukin 1, interleukin 6, interleukin 8, interleukin 21, TNF da CCL2. Proses inilah yang bila berlanjut akan menyebabkan terjadinya ARDS (Acute Respiratory Distress Syndrome). Pada kondisi ini bisa kita ukur secara pemeriksaan laboratorium, contohnya dengan mengukur marker-marker inflamasi seperti CRP, LED. Pada pasien SARS-CoV-2 ini sering ditemukan limfopeni yang bisa diukur juga sebagai Indeks NLR. Kenapa bisa terjadi limfopeni? Beberapa pendapat mengatakan bahwa virus ini akan mempengaruhi dari sel limfosit secara langsung terutama sel T limfosit dan memicu terjadinya apoptosis sehingga terjadi penurunan jumlah sel limfosit CD4 dan CD8. Kemudian ada pendapat lain yang mengatakan bahwa terjadi kelelahan secara fungsional dari sel T untuk melawan virus terlihat dengan adanya peningkatan epresi NKG2A ini salah satu marker dari apoptosis. Hal inilah yang membedakan kenapa sih pada pasien anak-anak biasanya memang kondisinya lebih baik dari[ada orang dewasa atau yang lanjut usia apalagi dengan comorvid.

Marker yang dapat diperiksa pada saat terjadinya reaksi inflamasi
- WBC, neutrophil meningkat 
- Prokalstinonin, CRP, Ferritin, IL4, LED meningkat
- Jumla limfosit, eosinophil, dan trombosit menurun.

Jika proses ini terus berlanjut dapat terjadi kegagaln pada multi organ contohnya pada hepar, cardiac, dan renal. Kegagaln organ tersebut dapat dilihat dan diukur dengan melihat parameter pemeriksaan laboratorium ;
- Hepar : SGOT, SGPT, GGT, Total Bilirubin, LDH meningkat
- Cardiac : Troponin, NT-proBNP, Myoglobin, CK-MB, D-Dimer, Prothrombin time meningkat
- Renal : kreatinin dan Blood Urea Nitrogen (BUN) meningkat.

Aspek Laboratorium pada COVID-19

Pada penatalaksanaan COVID akan melibatkan disiplin ilmu seperti bagian paru, dalam, anastesi, radiologi dan juga bagian laboratorium klinik. Pada pemeriksaan laboratorium klinik berdasarkan usulan PDS PATKLIN. dapat dimulai aspeknya seperti ;

SKRINING
Hematologi 
- hitung limfosit absolut (ALC) < 1500/uL
- Netrofil Limfosit Ratio (NLR) > 3,13
CRP > 10 mg/L
pemeriksaan Molekuler (TCM, Real Time PCR atau jika tersedia : Rapid test Ag/Ab)

DIAGNOSIS
Hematologi 
- hitung limfosit absolut (ALC) < 1500/uL
- Netrofil Limfosit Ratio (NLR) > 3,13
CRP > 10 mg/L
pemeriksaan Molekuler (TCM, Real Time PCR 
Atau kombinasi Rapid Tes Ab dan PCR (konvensional/TCM/RT PCR)

Neutrophil-Lymphocyte Ratio (NLR)
- Cut-Off : 3,13
- Limfopenia absolut terjadi pada kasus berat
- NLR >= 3,13 dan usia >= 50 tahun --> risiko keparahan penyakit meningkat 50%

NLR ini juga dapat meningkat pada keadaan :
- Sepsis (cut-off > 5; AUC 0,62)
- Prognosis buruk keganasan (cut-off 3-4)
- Peningkatan mortalitas pasien trauma
- Penggunaan kortikosteroid
- Acute myocardial infarktion

Pemantauan 
Pemantauan serial setiap 1-3 hari, disesuaikan kondisi kliis
Pemeriksaan :
a. Hematologi : Hb, WBC, Netrofil, ALC, jumlah trombosit
b. CRP, Procalcitonin
c. Ferritin (acute phase reactan)
d. Analisa Gas Darah
e. Elektrolit
f. Tambahan : 
   - hemostasis : PT, aPTT, D-Dimer
   - Fungsi ginjal : ureum, kreatinin
   - Fungsi hati : ALT, AST, LDH
   - Pemeriksaan lain : sesuai komorbid (Misal, Glukoa darah pada DM).
g. PCR

SURVEILANS
pemeriksaan laboratorium juga sangat penting bagi para surveilans terutama untuk kontak tracing pada pasien yang kontak terkonfirmasi. Pemeriksaan menggunakan rapid tes antibodi, jika hasil positif bisa dilakukan PCR.

Sumber : Webinar DPW PATELKI LAMPUNG
"Covid 19, Disruptif Teknologi Laboratorium dan Kita" dengan sub judul COVID19 Diagnostic Challange
Oleh Dr. dr. Hidayat, Sp.PK., M.Kes. 

PENTING : Terimakasih sudah berkunjung ke website infolabmed.com. Jika Anda mengutip dan atau mengambil keseluruhan artikel dalam websit ini, mohon untuk selalu mencantumkan sumber pada tulisan / artikel yang telah Anda buat. Kerjasama/media partner : laboratorium.medik@gmail.com.
Baca juga :
Selengkapnya
7:41 PM
Lulus SMA TLM Daftar Kuliah Di Politeknik? Cek Pengumuman SBMPN 2020 Di sbmpn.politeknik.or.id. Bingung mau melanjutkan kuliah setelah lulus SMK Teknologi Laboratorium Medik atau Analis Kesehatan? Berikut ini alternatif pilihan untuk melanjutkan kuliah dengan peminatan selain menjadi tenaga Analis Laboratorium. Bagi yang sudah mendaftar di politeknik, bisa di lihat hasil pengumumannya melalui website sbmpn.politeknik.or.id

Lulus SMA TLM Daftar Kuliah Di Politeknik Cek Pengumuman SBMPN 2020 Di sbmpn.politeknik.or.id

Apa Alasan Memilih Kuliah di Politeknik

Memilih kuliah di Politeknik paling utamanya adalah kesiapan di dunia kerja. Lulusan Politeknik lebih banyak praktik daripada teori. Jenjang karir ketika lulus politeknik juga masih terbuka lebar, apalagi memilih jurusan yang dibutuhkan oleh lapangan pekerjaan saat ini. 

Teknologi yang terus berkembang cepat sehingga kita saat ini tengah memasuki teknologi era 4.0, baik segi pendidikan dan juga kebutuhan di lapangan adalah adaptasi segala aspek kehidupan dengan teknologi yang terus terinterfensi secara pasti. 

Daftar Politeknik Yang Menerima Lulusan SMK Teknologi Laboratorium Medik
Daftar Politeknik Yang Menerima Lulusan SMK Teknologi Laboratorium Medik

Banyak politeknik negeri di Indonesia dengan mengecek daftar tempat kuliah di website politeknik  disini : sbmpn.politeknik.or.id. Buka website tersebut, kemudian pilih menu INFO POLITEKNIK. Untuk mengetahui Politeknik mana saja yang menerima lulusan SMK/MAK Teknologi Laboratorium Medik, pilih Cari Jurusan dengan mengganti pilihan menjadi SMK/MAK lalu ketik jurusan Teknologi Laboratorium Medik. Setelah itu akan muncul berbagai Politeknik yang menerima lulusan SMK/MAK Teknologi Laboratorium Medik. 

Jika bingung cobalah mengetikkan politeknik yang ada di daerahmu, kalau di Jawa Barat ada beberapa Politeknik seperti Politeknik Bandung, Politeknik Indramayu, Politeknik Subang. Dengan keahlian sebagai TLM, bisa mengambil jurusan Rekayasa Perangkat Lunak untuk menjawab kebutuhan di Laboratorium di masa yang akan datang. 

Berikut ini beberapa jurusan yang terdapat di Politeknik Bandung, Politeknik Indramayu dan Politeknik Subang yang menerima dari jurusan SMK/MAK Teknologi Laboratorium Medik atau Analis Kesehatan, adalah sebagai berikut :
  1. D3 - Pemeliharaan Mesin (Politeknik Negeri Subang)
  2. D3 - Teknik Pendingin dan Tata Udara (Politeknik Negeri Indramayu)
  3. D3 - Keperawatan (Politeknik Negeri Subang, Politeknik Negeri Indramayu)
  4. D3 - Bahasa Inggris (Politeknik Negeri Bandung)
  5. D4 - Manajemen Pemasaran (Politeknik Negeri Bandung)
  6. D3 - Manajemen Pemasaran (Politeknik Negeri Bandung)
  7. D3 - Analis Kimia  (Politeknik Negeri Bandung)
  8. D3 - Teknik Kimia (Politeknik Negeri Bandung)
  9. D4 - Rekayasa Perangkat Lunak  (Politeknik Negeri Indramayu)
Buat yang berminat kuliah politeknik di wilayah Jawa Barat itulah beberapa pilihan politeknik yang menerima lulusan dari SMA/MAK Teknologi Laboratorium Medik. 

Jika berminat untuk mendaftar di Politeknik Negeri, dengan biaya pendaftaran Rp.150.000,- dan pastikan beberapa persyaratan ini siap ya. 
  1. Memiliki NISN
  2. Berusia maksimal 21 tahun per tanggal 19 Mei 2020
  3. Lulusan SMA, SMK, MA, atau Kejar Paket C tahun 2018, 2019, 2020
  4. Memiliki nilai rapor semester 1-6 dan ijazah/SKL
  5. Belum diterima di jalur penerimaan SNMPN 2020
Berikut ini kontak Politeknik Negeri di Jawa Barat :
Politeknik Negeri Bandung
E mail : sbmpn@polban.ac.id
Telepon : (022) 2007651

Politeknik Negeri Indramayu
E mail : pmb@polindra.ac.id
Telp : (0234) 5746464 | 085 224 583 083

Politeknik Negeri Subang
E mail : info@polsub.ac.id
Tlp : 0260-417648

Demikianlah informasi terkait pilihan rekan TLM setelah lulus dari SMK/MAK Teknologi Laboratorium Medik namun ingin berkarir dibidang lain dengan menempuh pendidikan diluar ke Analisan Laboratorium Medik. 

PENTING : Terimakasih sudah berkunjung ke website infolabmed.com. Jika Anda mengutip dan atau mengambil keseluruhan artikel dalam websit ini, mohon untuk selalu mencantumkan sumber pada tulisan / artikel yang telah Anda buat. Kerjasama/media partner : laboratorium.medik@gmail.com.
Baca juga :
Selengkapnya
6:27 AM
Harga Vaksin Corona Diperkiran Rp. 75.000 per Orang, Kapan Siap?. Pandemi Corona virus 2019–2020 atau dikenal sebagai pandemi COVID-19 adalah peristiwa menyebarnya penyakit corona virus 2019 (bahasa Inggris: coronavirus disease 2019, disingkat COVID-19) di seluruh dunia. Penyakit ini disebabkan oleh corona virus jenis baru yang diberi nama SARS-CoV-2.  Wabah COVID-19 pertama kali dideteksi di Kota Wuhan, Provinsi Hubei, Tiongkok pada bulan Desember 2019, dan ditetapkan sebagai pandemi oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada 11 Maret 2020. Hingga 23 April 2020, lebih dari 2.000.000 kasus COVID-19 telah dilaporkan di lebih dari 210 negara dan wilayah, mengakibatkan lebih dari 195,755 orang meninggal dunia dan lebih dari 781,109 orang sembuh.

Harga Vaksin Corona Diperkiran Rp. 75.000 per Orang, Kapan Siap

Semua negara di dunia saat ini sedang berusaha keras untuk dapat segera menemukan vaksin Covid-19
Bagaimana tidak, virus yang pertama kali ditemukan di Wuhan, China, ini sudah menginfeksi jutaan orang di seluruh dunia, dan membuat perekonomian semua negara anjlok. Memang tidak sedikit biaya yang harus dikeluarkan untuk dapat mengembangkan vaksin ini.

Ketua Konsorsium Penelitian dan Inovasi Covid-19 Kementerian Riset dan Teknologi Ali Ghufron Mukti memperkirakan apabila vaksin virus corona sudah tersedia, harganya akan berkisar Rp 75.000 per orang.

“Jika harga vaksinnya sekitar USD 5 atau Rp 75.000, maka kita butuh setidaknya Rp 26,4 triliun,” ujarnya dalam telekonferensi pers, di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (2/7/2020)

Pihaknya menjelaskan, perkiraan biaya tersebut dihitung berdasarkan rumus atau formula viro yang akan menghitung berapa orang yang perlu divaksin. Dengan formula tersebut, dibuat perhitungan bahwa satu orang dapat dapat menularkan virus sampai ke tiga orang. Lalu, dilakukan perhitungan dengan mengalikan dua pertiga jumlah penduduk Indonesia sebanyak 260 juta orang, sehingga didapatkan 176 juta unit vaksin.

“Jika setiap orangnya membutuhkan dua kali vaksin, maka diperlukan 352 juta unit vaksin untuk masyarakat,” imbuhnya. Setidaknya, kata Ali, dibutuhkan waktu selama lebih kurang satu tahun untuk bisa memvaksin semua warga yang membutuhkan.

Hingga saat ini, Indonesia sedang bekerja sama dengan dua negara dalam usaha pencarian vaksin Covid-19 ini.

Ali menjelaskan, vaksin yang dikembangkan BUMN farmasi PT Bio Farma Tbk dan perusahaan bioteknologi asal China Sinovac Biotech, Ltd telah melewati fase uji klinis pertama dan akan memasuki fase kedua pada akhir Juni nanti.

Sementara itu, vaksin yang dikembangkan PT Kalbe Farma Tbk bekerja sama dengan perusahaan asal Korea Selatan, Genexine Inc, sedang dalam proses uji klinis fase pertama di Korea Selatan sejak Juni lalu. Uji klinis fase kedua rencananya akan digelar di Indonesia pada Agustus mendatang.

Vaksin yang sedang dikembangkan konsorsium nasional ditargetkan akan memasuki fase uji coba pra-klinik (preclinical trial) pada akhir 2020 nanti. Vaksin yang dikembangkannya itu menggunakan platform vaksin protein rekombinan hasil proses cloning.

Preclinical trial akan mulai pada akhir 2020, dan jika (ada) perpanjangan (waktu), mungkin pada awal 2021. Ini akan dilanjutkan oleh beberapa preclinical trial selanjutnya dalam tahun ini atau awal 2021,” jelasnya. Pihak konsorsium nasional mengembangkan vaksin dengan platform/metode protein rekombinan dengan menggunakan strain Covid-19 asal dari Indonesia.

Protein rekombinan ini dipilih, kata Ali, karena Indonesia sendiri sudah memiliki teknologinya sehingga tidak perlu lagi memproduksi lebih banyak virus. Proses pengembangan vaksin lokal ini dilakukan bukan hanya untuk mencari apakah vaksin tersebut efektif, melainkan juga untuk memastikan vaksin ini aman dikonsumsi dan tidak menimbulkan efek samping yang berbahaya.

“Diperkirakan hasilnya untuk orang Indonesia sendiri akan ditemukan pada pertengahan 2021,” imbuhnya. (Sumber : Kompas.com)


Hingga saat ini, Indonesia sedang bekerja sama dengan dua negara dalam usaha pencarian vaksin Covid-19 ini.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Harga Vaksin Corona Diperkirakan Rp 75.000 Per Orang, Kapan Siap?", https://www.kompas.com/sains/read/2020/07/03/160200923/harga-vaksin-corona-diperkirakan-rp-75000-per-orang-kapan-siap?page=all#page2.

Editor : Gloria Setyvani Putri
Hingga saat ini, Indonesia sedang bekerja sama dengan dua negara dalam usaha pencarian vaksin Covid-19 ini.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Harga Vaksin Corona Diperkirakan Rp 75.000 Per Orang, Kapan Siap?", https://www.kompas.com/sains/read/2020/07/03/160200923/harga-vaksin-corona-diperkirakan-rp-75000-per-orang-kapan-siap?page=all#page
Editor : Gloria Setyvani Putr
Sumber
  • Anonym. Pandemi Covid-19. 2020. Tersedia : https://id.wikipedia.org/wiki/Pandemi_COVID-19
  • Kompas.com. 2020. tersedia https://www.kompas.com/sains/read/2020/07/03/160200923/harga-vaksin-corona-diperkirakan-rp-75000-per-orang-kapan-siap?page=all#page2

PENTING : Terimakasih sudah berkunjung ke website infolabmed.com. Jika Anda mengutip dan atau mengambil keseluruhan artikel dalam websit ini, mohon untuk selalu mencantumkan sumber pada tulisan / artikel yang telah Anda buat. Kerjasama/media partner : laboratorium.medik@gmail.com.
Baca juga :
Selengkapnya
3:58 AM

Contact Form

Name

Email *

Message *