Hot News

Total Pageviews

Check Page Rank

Penanda Tumor Membantu Diagnosis Tumor

Posted by On 12:08 AM


Infolabmed.com. Dari tahun ke tahun, angka kejadian tumor cenderung meningkat. Hal ini antara lain disebabkan oleh pola makan yang tidak sehat dalam waktu lama (misalnya banyak mengonsumsi makanan siap saji dengan menggunakan MSG), faktor keturunan, dan lingkungan yang kurang baik (misalnya peningkatan kadar zat karbon monoksida).

Untuk menemukan adanya tumor berdasarkan keluhan penderita, perlu dilakukan pemeriksaan fisik oleh dokter dan pemeriksaan penunjang diagnostik. Keluhan penderita tumor bermacam - macam, dari yang ringan hingga berat. Pada stadium awal, umumnya tanpa keluhan atau gejala apapun. keluhan atau gejala yang timbul biasanya tergantung dari lokasi tumor.

Tumor disaluran napas acap kali menimbulkan keluhan sesak napas, batuk yang cukup lama dan terkadang  bercampur dengan darah, serta nyeri dada. Tumor disaluran pencernaan sering kali menimbulkan diare bercampur lendir dan darah yang berlangsung lama, berat badan menurun, mual, muntah, serta perut kembung.Sementara, tumor di saluran kencing kerap menimbulkan keluhan buang air kecil, urine berwarna merah seperti bercampur darah, dan terkadang terasa nyeri pinggang atau nyeri diatas tulang kemaluan.

PEMERIKSAAN LABORATORIUM

Pemeriksaan laboratorium diperlukan untuk membantu meegakkan diagnosis tumor dan melihat ada atau tidaknya kanker atau penyakit sekunder, sekaligus sebagai persiapan terapi, baik terapi pembedahan maupun terapi medis (kemoterapi).Pemeriksaan laboratorium ini meliputi tes darah lengkap, urine lengkap, fungsi hati, fungsi ginjal, gula darah, asam urat, alkali fosfatase, dan protein albumin.

Selain pemeriksaan laboratorium, diperlukan juga pemeriksaan patologi anatomi untuk melihat morfologi tumor secara makroskopis (dengan mata telanjang) dan mikroskopis (dengan bantuan mikroskop). Bahan untuk pemeriksaan ini diperoleh dari biopsi tumor atau spesimen saat operasi dan terkadang bisa juga dari sputum atau dahak penderita.

Pemeriksaan lain yang sangat membantu penegakkan diagnosis tumor adalah tes penanda tumor. Tes ini bermanfaat untuk screening, penegakkan diagnosis, penentuan prognosis, pemantauan hasil pengobatan, dan pendeteksian kemungkinan kambuh lagi. Penanda tumor merupakan alat bantu bagi dokter untuk mendiagnosis suatu tumor dan bisa ditemukan dari hasil pemeriksaan darah. 

Penanda tumor yang ideal adalah yang bersifat sangat spesifik. Artinya, hanya ada pada tumor tertentu dan mempunyai sensitivitas yang tinggi, sehingga dapat mendeteksi tumor pada kondisi prakanker. Namun, hingga saat ini belum ada penanda tumor yang ideal. Sehingga, apabila kita melakukan pemeriksaan hanya satu macam penanda tumor, hasilnya tidak dapat digunakan sebagai pegangan untuk diagnosis suatu tumor. Sebab, pemeriksaan ini masih memerlukan pemeriksaan penunjang lainnya, seperti foto rontgen, Ultrasonografi, CT-Scan, MSCT, dan tes darah. Berikut ini adalah beberapa penanda tumor yang sering digunakan di klinik dan atau rumah sakit.

PROSTATE SPECIFIC ANTIGEN (PSA)

Dalam keadaan normal, kadar PSA adalah kirang dari 2 ng/ml pada pria dewasa. PSA diproduksi oleh sel prostat. Apabila kadar PSA diatas 4 ng/ml, hal tersebut menandakan adanya kanker prostat, baik jinak maupun ganas. Meskipun diagnosis pasti dari kanker adalah dengan cara biopsi, namun dengan melihat kadar PSA, kita juga akan mendapatkan informasi penting tentang kondisi penderita.

PSA adalah satu-satunya penanda tumor yang sudah diakusi sebagai alat screening untuk kanker prostat. Jika kadar PSA diatas 4 ng/ml, baru diperlukan tindakan bipsi prostat. Apabila kadar PSA sudah melebihi 20 ng/ml, kanker prostat sudah menyebar ke organ - organ lain disekitarnya dan biasanya tidak dapat disembuhkan.

Banyak faktor yang dapat mempengaruhi peningkatan kadar PSA, diantaranya adalah umur yang telah tua. Selain itu peningkatan kadar PSA juga berhubungan dengan pertumbuhan tumor. Makin besar jaringan tumor, makin tinggi peningkatan kadar PSA.

ALFA FECTO PROTEIN (AFP)

Penanda tumor ini dapat digunakan untuk membantu diagnosis hepatoma (kanker hati). Apabila dari hasil pemeriksaan klinis dijumpai permukaan hati yang tidak rata dan berbenjol - benjol,hasil pemeriksaan ultrasonografi mendukung kearah hepatoma, serta hasil pemeriksaan AFP ternyata tinggi, maka diagnosis hepatoma pada penderita yang bersangkutan bisa ditegakkan.

HUMAN CHORIONIC GONADOTROPIN (HCG)

Peningkatan kadar tumor HCG ini dapat ditemukan pada kehamilan mola (hamil anggur) dan khoriokarsinoma (tumor didalam rahim). Selain itu peningkatan kadar HCG juga dapat terjadi pada kanker pankreas, tumor sel islet, kanker usus kecil, dan kanker usus besar. Penanda tumor ini dapat dideteksi di dalam darah dan urine penderita.

CARCINO EMBRYONIC ANTIGEN (CEA)

Penanda tumor CEA ini digunakan untuk penderita dengan kanker kolorektal (kolon dan rektum, atau usus besar dan usus sebelum anus). Selain pada kanker kolorektal, kadar CEA yang tinggi juga terdapat pada penderita dengan kanker paru, payudara, pankreas, tiroid, hati, serviks (mulut rahim), dan kandung kemih. Kadar CEA akan meningkat setelah kankernya terdeteksi. Dengan demikian, CEA tidak digunakan sebagai alat diagnostik. 

CANCER ANTIGEN 125 (CA 125)

CA 125 merupakan penanda tumor standar untuk kanker epitel ovarium (indung telur). Saat ini, CA 125 sedang diteliti sebagai alat untuk skrining diagnosis, dikarenakan kadarnya meningkat apabila penyakitnya hanya mengenai ovarium.

HUMAN EPIDERMAL GROWTH FACTOR RECEPTOR 2 (HER-2)

HER-2 merupakan penanda tumor yang ditemukan pertama kali pada sel kanker payudara dan dapat dilepaskan ke dalam sirkulasi darah. Protein ini dijumpai pada permukaan sel epitel dan berfungsi sebagai reseptor untuk faktor pertumbuhan sel. Pada sel kanker, protein ini akan kehilangan respon normalnya untuk faktor regulator yang lain, sehingga akan menyebabkan kontrol regulasi terhadap suatu sel hilang dan timbulah sel tumor.

HER-2 juga dapat digunakan untuk meramalkan prognosis tumor payudara. Apabila penderita dengan tumor payudara ditemukan pemeriksaan HER-2 yang positif, maka ia tidak akan memberikan respons yang baik dengan pengobatan kemoterapi dan mempunyai prognosis yang jelek. Artinya, kalau penderita dengan tumor payudara memiliki nilai HER-2 positif, maka ia tidak perlu dipaksakan untuk mendapatkan kemoterapi. Sebab, diberikan atau tidak, hasilnya sama - sama kurang baik. Penderita dan orang - orang disekitarnya hanya bisa berdoa dan pasrah.

Akhirnya, perlu ditekankan bahwa apabila tumor ditemukan lebih dini, penanganannya akan lebih mudah, karena belum menjalar kemana - mana. Karena itu, sempatkan untuk melakukan pemeriksaan payudara sendiri (sadari), terutama bagi para ibu, dan general check up secara rutin bagi Anda yang berusia diatas 40 tahun. Apabila ada keluhan yang mengarah ke tumor, seperti berat badan turun,sering demam, kerap diare, serta batuk lama yang tak kunjung sembuh, segeralah untuk memeriksakan diri ke dokter dan ingatkan dokter untuk menelusuri kemungkinan adanya tumor di dalam tubuh Anda.

Sumber :
dr. H. Muchlis Achsan U.S,Sp.PD-KPTI dan dr. Dito Anurogo. 2013. 5 Menit Memahami 55 Problematika Kesehatan. Hal ; 45 - 50. Penerbit D-Medika ; Yogyakarta.

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »