Menu

Infark Miokard Akut Pada Penyakit Jantung Koroner

Monday, August 12, 2019

Infark Miokard Akut Pada Penyakit Jantung Koroner Infark miokard akutmerupakan salah satu manifestasi gawat dari penyakit jantung koroner yang di kalangan awam dikenal dengan istilah serangan jantung. Infakr miokard akut adalah iskemia irreversibel (tidak bisa baik kembali) dan terjadi nekrosis (kematian sel) otot jantung (aterosklerosis). 
Infark Miokard Akut Pada Penyakit Jantung Koroner

Penderita biasanya mempunyai riawayat angina pektoris tak stabil. Gejala yang timbul juga berupa nyeri retrosternal  seperti pada angina, bisa disertai rasa lemah, sesak, berkeringat, mual dan muntah. Nyeri bisa berlangsung setelah hilang beberapa jam, bisa tiba-tiba tanpa pencetus atau didahului kerja fisik, marah, makan terlalu kenyang, cuaca dingin, anemia, atau alergi.

Penentuan (diagnosis)infark miokard akut berdasarkan adanya 2 di antara trias infark miokard akut yaitu nyeri dada yang khas, perubahan pada elektrokardiografi/EKG (gelombang Q yang abnormal, elevasi segmen ST inversi gelombang T, dan perubahan kadar enzim serum (CPK, SGOT, LDH, isoenzim (PK-MB). Karena infark miokard akut merupakan penyakit yang gawat, maka perawatannya harus di ruang intensif jantung, dengan demikian cepatlah dirujuk bila menjumpai hal demikian. 

Infark miokard akut dapat juga menimbulkan komplikasi berupa; disritmia, angina pektoris, payah jantung kiri, hipotensi, syok, perikarditis, tromboemboli, pecahnya penyekat bilik jantung (ruptus septum ventrikel), pecahnya otot papilaris, dan pecahnya otot jantung. 

Disritmia selain sebagai akibat komplikasi dari infark miokard akut bisa juga merupakan manifestasi langsung dari penyakit jantung koroner. Jadi, akibat iskemia menggangu kelistrikan otot jantung sehingga mengakiatkan irama jantung terganggu. Dan yang paling ditakutkan terjadi fibrilasi ventrikel (kelainan kontraksi otot jantung yang mana jantung seharusnya bergetar), yang bila tidak dilakukan difibrikisasi/kardioversi dengan segara mengakibatkan kematian. 

Sumber :
  1. Sitorus, R.H. (2006). Tiga Jenis Penyakit Pembuluh Utama Manusia. Yrama Widya : Bandung. 
PENTING : Terimakasih sudah berkunjung ke website infolabmed.com. Jika Anda mengutip dan atau mengambil keseluruhan artikel dalam websit ini, mohon untuk selalu mencantumkan sumber pada tulisan / artikel yang telah Anda buat. Kerjasama/media partner : laboratorium.medik@gmail.com.
DONASI INFOLABMED Bantu berikan donasi jika artikelnya dirasa bermanfaat. Donasi akan digunakan untuk memperpanjang domain www.infolabmed.com. Terima kasih.

Contact Form

Name

Email *

Message *