Menu

Pewarnaan Spora Metode Klien

Tuesday, September 3, 2019

Pewarnaan Spora Metode Klien. Pewarnaan merupakan salah satu cara yang paling sering digunakan untuk membedakan mikroorganisme, khususnya bakteri yaitu bakteri gram positif dan gram negative. Kedua jenis bakteri dibedakan berdasarkan komponen penyusun dinding sel. Selain itu, pewarnaan spora dapat membedakan ada atau tidaknya spora dan letak dari spora tersebut di dalam sel. 
Pewarnaan Spora Metode Klien

Zat warna dapat mengabsorbsi dan membiaskan cahaya, sehingga kontras sel bakteri dengan sekelilingnya ditingkatkan. Zat warna yang digunakan bersifat asam atau basa. Pada zat warna basa, bagian yang berperan dalam memberikan warna disebut kromofor dan mempunyai muatan positif. Sebaliknya pada zat warna asam bagian yang berperan memberikan zat warna memiliki muatan negatif. Zat warna basa lebih banyak digunakan karena muatan negatif banyak ditemukan pada permukaan sel. Contoh zat warna asam antara lain cristal violet, methylen blue, safranin, Base Fuchsin, Malachite Green, dll. Sedangkan zat warna basa antara lain Eosin, Congo Red dll.

Spora pada bakteri adalah endospora, suatu badan yang refraktil terdapat dalam induk sel dan merupakan suatu stadium dari sel tersebut. Salah satu ciri endospora bakteri adalah susunan kimiawinya. Semua endospora bakteri mengandung sejumlah besar asam dipikolinat yaitu suatu substansi yang tidak terdeteksi pada sel vegetatif. Sesungguhnya, asam tersebut merupakan 5-10 % berat kering endospora. Letak endospora di dalam sel serta ukurannya selama pembentukannya tidaklah sama bagi semua spesies sebagai contoh, beberapa spora adalah sentral yaitu dibentuk ditengah-tengah sel yang lain terminal yaitu dibentuk di ujung dan yang lain lagi lateral yaitu dibentuk di tepi sel, Diameter spora dapat lebih besar atau lebih kecil dari diameter sel vegetatifnya.Dibandingkan dengan sel vegetatif, spora sangat resinten terhadap kondisi-kondisi fisik yang kurang menguntungkan seperti suhu tinggi dan kekeringan serta bahan-bahan kimia seperti desinfektan.Ketahanan tersebut disebabkan oleh adanya selubung spora yang tebal dan keras.

Prinsip Kerja
Spora bakteri tidak dapat diwarnai dengan pewarnaan biasa, diperlukan teknik pewarnaan khusus. Untuk pewarnaan spora, perlu dilakukan pemanasan supaya zat pewarna karbol fuksin melewati bisa masuk ke dalam spora. Pengecatan spora digunakan untuk mengetahui spora dengan sel vegatatifnya (Trie, 2012).

Cara Kerja
  1. Disiapkan objek glass steril dan bebas lemak
  2. Difiksasi diatas nyala api
  3. Diambil satu ose bakteri diletakan ditengah-tengah objek glass kemudiaan dibuat sediaan, tunggu sampai sediaan kering.
  4. Difiksasi diatas nyala api
  5. Digenangi dengan Carbol Fuchsin 1% Sampai seluruh sediaan tertutupi
  6. Dibawa sediaan diletakan nyala api spirtus sampai keluar uapnya. Jangan sampai berbuih, didiamkan selama 5 menit
  7. Dicuci dengan ari mengalir
  8. Dicuci dengan asam sulfat 1% sampai sediaan keliatan sedikit rose. Lalu cuci dengan air mengalir
  9. Digenangi dengan Methylene Blue 0,3% selama 2 menit. Cuci dengan air mengalir sampai bersih, keringkan.
  10. Diamati di mikroskop dengan perbesan 10X & 100X


Foto : https://pixnio.com
Interpretasi Hasil

Didapatkan hasil pengecatan yaitu spora bakteri berwarna merah, dan badan bakteri berwarna biru.

Bakteri Clostridium sp memiliki bentuk basil (batang), susunan tunggal, warna bakteri merah, dengan badan bakteri berwana biru, bersifat spora positif.





Sumber
  1. Arniansyah, E. 2016. Jurnal Praktikum Bakteriologi I Akademi Analis Kesehatan An Nasher Cirebon
  2. Mutaya, V. 2016. Pewarnaan Spora. [Online]. Tersedia : https://www.scribd.com/doc/303636523/PEWARNAAN-SPORA
  3. Syamsunita, D. 2017. Laporan Pewarnaan  Bakteri. [Online]. Tersedia : https://caridokumen.com/download/laporan-pewarnaan-bakteri _5a451ac2b7d7bc7b7aa38221_pdf
PENTING : Terimakasih sudah berkunjung ke website infolabmed.com. Jika Anda mengutip dan atau mengambil keseluruhan artikel dalam websit ini, mohon untuk selalu mencantumkan sumber pada tulisan / artikel yang telah Anda buat. Kerjasama/media partner : laboratorium.medik@gmail.com.
DONASI INFOLABMED Bantu berikan donasi jika artikelnya dirasa bermanfaat. Donasi akan digunakan untuk memperpanjang domain www.infolabmed.com. Terima kasih.

Contact Form

Name

Email *

Message *