Menu

Apa Itu TB-HIV dan Pemeriksaan Laboratorium TB-HIV

Monday, August 19, 2019

Apa Itu TB-HIV dan Pemeriksaan Laboratorium TB-HIV. Epidemi HIV menunjukan pengaruhnya terhadap peningkatan epidemi TBC di seluruh dunia yang berakibat pada meningkatnya jumlah kasus TBC di masyarakat. Di Indonesia prevalensi HIV pada pasien TBC adalah sekitar 2.4%. TBC juga merupakan tantangan bagi pengendalian HIV AIDS karena merupakan infeksi oportunistik terbanyak (49%) pada orang dengan HIV/AIDS (ODHA). 
Apa Itu TB-HIV dan Pemeriksaan Laboratorium TB-HIV

Penyakit tuberkulosis (TB atau TBC) adalah infeksi yang di sebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis yang biasanya menyerang organ paru-paru. Sampai dengan saat ini, penyakit TBC dapat mengaikbatkan kematian apabila tidak ditangani dengan baik. Maka dengan itu, para petugas kesehatan di seluruh dunia menganjurkan mereka yang telah didiagnosis dengan TB aktif untuk melakukan pemeriksaan lainnya yaitu pemeriksaan HIV/ AIDS. Jadi, jika Anda  telah terdiagnosa sebagai penderita TB, namun setelah dilakukan pengobatan tidak ada perubahan atau tidak juga kunjung sembuh maka sebaiknya Anda dapat melakukan pemeriksaan HIV juga. 

Jika ODHA dengan TBC tidak segera diobati akan menyebabkan kematian lebih cepat. Lebih dari 25% kematian pada ODHA disebabkan oleh TBC. 

Dampak TB pada HIV

Jika ODHA dengan TB aktif tidak diobati maka akan menyebabkan kematian lebih cepat.
Pada ODHA Infeksi TB menjadi aktif.

Dampak HIV pada TB

Siapapun dapat terinfeksi TB, tetapi ODHA lebih rentan tertular sehingga penyakit TB menjadi lebih cepat aktif. Bila anda mengalami gejala, segera periksa ke layanan kesehatan terdekat, Puskesmas atau Rumah sakit.

Pemeriksaan Laboratorium Pada TB-HIV

Kualitas laboratorium Tuberkulosis (TB) memainkan peranan yang penting dalam pemberantasan TB, khususnya untuk diagnosa, penanganan tindak lanjut dan menganalisa hasil pengobatan. Pada umumnya diagnosa tb dilakukan dengan 3 cara yakni pemeriksaan mikroskopis (Direct smear microscopy), biakan dan uji kepekaan M. tuberculosis (Culture/Drug Susceptibility Testing) dan Tes TB yang cepat seperti GeneXpert and LPA (Line Probe Assay).

Saat ini Indonesia telah memiiki tujuh laboratorium uji kepekaan M. tuberculosis yang telah tersertifikasi yaitu Balai Besar Laboratorium Kesehatan (BBLK) Surabaya, Laboratorium Mikrobiologi, Universitas Indonesia, RS. Persahabatan Jakarta, Balai Laboratorium Kesehatan (BLK) Bandung, NHCR Makassar, BLK Semarang dan BLK Jayapura. Sementara itu tiga laboratorium lainnya sedang dalam proses sertifikasi, yakni Mikrobiologi Universitas Gajah Mada, RS. Adam Malik Medan dan BBLK Jakarta. Proses sertifikasi ini dilakukan oleh Laboratorium Rujukan Supranasional, IMVS/SA Pathology, Adelaide, Australia dengan dukungan dari USAID melalui proyek TBCARE I hingga Challenge TB.

Pengobatan TB Paru dengan HIV / AIDS

  • Paduan obat yang diberikan berdasarkan rekomendasi ATS yaitu: 2 RHZE/RH diberikan sampai 6-9 bulan setelah konversi dahak.
  • Menurut WHO paduan obat dan lama pengobatan sama dengan TB paru tanpa HIV / AIDS.
  • Jangan berikan Thiacetazon karena dapat menimbulkan toksik yang hebat pada kulit. 
  • Obat suntik kalau dapat dihindari kecuali jika sterilisasinya terjamin.
  • Jangan lakukan desensitisasi OAT pada penderita HIV / AIDS (mis INH, rifampisin) karena mengakibatkan toksik yang serius pada hati. 
  • INH diberikan terus menerus seumur hidup.
  • Bila terjadi MDR, pengobatan sesuai uji resistensi 


Sumber :
  1. Anonim. (2019). Pedoman Penatalaksanaan TB (Konsesnsus TB). Perhimpunan Dokter Paru Indonesia ; Jakarta.
  2. Hallo Sehat. (2019). Kenapa Penderita TBC Wajib Segera Tes HIV/ AIDS. [Online]. Tersedia : https://hellosehat.com/pusat-kesehatan/tuberculosis-tbc/pasien-tbc-harus-tes-hiv/. (19 Agustus 2019)
  3. Kementrian Kesehatan. 2019. Buku Petunjuk TB-HIV Untuk Petugas Kesehatan. DPJPP ; Jakarta
PENTING : Terimakasih sudah berkunjung ke website infolabmed.com. Jika Anda mengutip dan atau mengambil keseluruhan artikel dalam websit ini, mohon untuk selalu mencantumkan sumber pada tulisan / artikel yang telah Anda buat. Kerjasama/media partner : laboratorium.medik@gmail.com.
DONASI INFOLABMED Bantu berikan donasi jika artikelnya dirasa bermanfaat. Donasi akan digunakan untuk memperpanjang domain www.infolabmed.com. Terima kasih.

Contact Form

Name

Email *

Message *