Menu

Pemeriksaan Faal Hemostatis dengan Rumple Leede Test

Saturday, August 3, 2019

Pemeriksaan  faal  hemostatis dengan Rumple  leede  test. Pemeriksaan  faal  hemosatasis  adalah  suatu  pemeriksaan  yang  bertujuan  untuk  mengetahui faal  hemostatis  serta  kelainan  yang  terjadi.  Pemeriksaan  ini  bertujuan  untuk  mencari  riwayat perdarahan  abnormal,  mencari  kelainan  yang  mengganggu  faal  hemostatis, riwayat  pemakaian obat,  riwayat  perdarahan  dalam  keluarga.  Pemeriksaan  faal  hemostatis  sangat  penting  dalam mendiagnosis  diatesis  hemoragik. Biasanya  pemeriksaan  hemostasis  dilakukan  sebelum  operasi. Beberapa  klinisi  membutuhkan  pemerikasaan  hemostasis  untuk  semua  penderita  pre  operasi, tetapi  ada  juga  membatasi  hanya  pada  penderita  dengan  gangguan  hemostasis.  Yang  paling penting  adalah  anamnesis  riwayat  perdarahan. Walaupun  hasil  pemeriksaan  penyaring  normal, pemeriksaan    hemostasis    yang    lengkap    perlu    dikerjakan    jika    ada    riwayat    perdarahan. (Anonim,2012)
Pemeriksaan  Faal  Hemostatis dengan Rumple Leede Test

Rumple  leede  test  (percobaan pembendungan)  dimaksudkan  untuk  menguji  ketahanan kapiler  darah  menggunakan  pembendungan  pada  vena  sehingga  darah  akan  menekan  dinding kapiler.  Jika  dinding  kapiler  kurang  kuat, maka  darah  dari  kapiler  keluar  dan  merembes  dalam jaringan sekitarnya sehingga tampak bercak petechiae. (Gandosoebrata,1969)

Petechiae  adalah  bintik-bintik  merah  akibat  perdarahan  didalam  kulit,warna  terkadang bervariasi  dari  merah  menjadi  biru/ungu.  Petechiae  umumnya  muncul  pada  kaki  bagian  bawah tetapi bisa muncul diseluruh tubuh. Petechiae mungkin terlihat pada pasien-pasien dengan jumlah platelet yang sangat rendah. Petechiae terjadi kerena perdarahan keluar dan pembuluh–pembuluh darah  yang  kecil  sekali  di  bawah  kulit  atau  selaput  lendir, petechiae umumnya  tidak  jelas  dan menyakitkan. (Arifin,2012)

Pemeriksaan  dilakukan  dengan  menahan  tekanan  manset  atau  tensi  sebesar  setengah  dari jumlah  tekanan  sistol  dan  tekanan  diastol.  Sistole  adalah  bunyi  yang  pertama  terdengar,  diastole adalah  bunyi  yang  menghilang  diantara  bunyi  yang  berdetak  cepat,  atau  dapat  pula  dikatakan bunyi yang terakhir didengar. Kemudian tekanan manset tersebut dipertahankan selama sepuluh menit.(Anonim,2011)

Pembendungan dilakukan pada  lengan  atas  dengan  memasang  tensimeter  pada  pertengahan antara  tekanan  sistolik  dan  tekanan  diastolik.  Tekanan  itu  dipertahankan  selama  10  menit.  Jika percobaan  ini  dilakukan  sebagai  lanjutan  masa  perdarahan,  cukup  dipertahankan  selama  5  menit. Setelah  waktunya  tercapai bendungan  dilepaskan  dan  ditunggu  sampai  tanda-tanda  stasis  darah lenyap. Kemudian diperiksa adanya petekia di kulit lengan bawah bagian voler, pada daerah garis tengah 5 cm kira-kira 4 cm dari lipat siku. (Anonim,2012)

Pemeriksaan dinyatakan positif bila ditemukan perdarahan atau petechiae sebanyak 10 buah dalam  waktu  10  menit.  Pemerikssan  dinyatakan  negatif  bila  dalam  waktu  10  menit  tidak  timbul petechiae pada area pembacaan, atau timbul petechiae kurang dari 10 buah.(Anonim,2012)

Jika  pada  waktu  dilakukan  pemeriksaan  masa  perdarahan  sudah  terjadi  petekie,  berarti percobaan pembendungan sudah positif hasilnya dan tidak perlu dilakukan sendiri. Pada penderita yang   telah   terjadi   purpura   secara   spontan,   percobaan   ini   juga   tidak   perlu   dilakukan.(Anonim, 2012)

Kesalahan  sering  terjadi  saat  pemeriksaan,  kesalahan  tersebut  antara  lain  saat  membuat daerah pengamatan. lingkaran ini harus dibuat, diukur dengan benar, sekian jari dari fossa cubiti, dengan  diameter  penampang  sebesar  5  cm  menggunakan  penggaris.  Selain  itu,  bila  dalam  waktu kurang dari 10 menit sudah tampak lebih dari 10 buah petechiae, maka percobaan dihentikan. Bila setelah 10 menit tidak timbul peteciae, percobaan dihentikan dan tunggu selama 5 menit. Bila tak ada  perubahan  penilaiaannya  negatif.  Sebelum  percobaan  dihentikan  apakah  ada  bekas  gigitan nyamuk    pada    daerah    pembacaan,    yang    mungkin    menyebabkan    hasil    menjadi    positif palsu.(Anonim,2011)

Bila   hasil   pemeriksaan   dinyatakan   positif,   orang   yang   diperiksa   kemungkinan   terjadi gangguan  vaskuler  maupun trombolik.  Adanya  gangguan  ini  dapat  menimbulkan  penyakit  atau keluhan tertentu, antara lain penyakit arteri koroner yang berat, gumpalan kecil dari trombosit bisa menyumbat  arteri  yang  sebelumnya  telah  menyempit  dan  memutuskan  aliran  darah  ke  jantung, sehingga  terjadi  serangan  jantung.  Keluhan  lain  yaitu,  mudahnya  timbul  memar  pada  kulit. Seseorang  bisa  mudah  memar  karena  kapiler  yang  rapuh  di  dalam  kulit.Setiappembuluh  darah kecil  ini  robek  maka  sejumlah  kecil  darah  akan  merembes  dan  menimbulkan  bintik-bintik merah di kulit (peteki) atau cemar ungu kebiruan (purpura). (Anonim,2011)

Faktor yang mempengaruhi Rumple leede test (Arifin,2012) :
  1. Perempuan yang menstruasi
  2. Post menstrual dengan sedikit hormone
  3. Kulit rusak karena akan meningkatkan kerapuhan kapiler.

Walaupun  percobaan  pembendungan  ini  dimaksudkan  untuk  mengukur  ketahanan  kapiler, hasil  tes  ini  ikut  dipengaruhi  juga  oleh  jumlah  dan  fungsi  trombosit.  Trombositopenia  sendiri dapat menyebabkan percobaan ini berhasil positif.

Persiapan pasien: tidak memerlukan persiapan khusus
Prinsip: Terhadap kapiler diciptakan suasana anoksia dengan jalan membendung aliran darah vena. Terhadap anoksia dan penambahan tekanan internal akan terlihat kemampuan kapiler bertahan . Jika ketahanan kapiler turun akan timbul "' Petechiae "' di kulit.

Alat dan bahan:
 - Tensimeter dan Stetoskop
 - Timer
 - Spidol

Cara Kerja : 
1. Pasang manset tensimeter pada lengan atas. Carilah tekanan sistolik (TS) dan tekanan diastolik (TD).
2. Buat lingkaran pada bagian volar lengan bawah :
   - Radius 3 cm
   - Titik pusat terletak 2 cm di bawah garis lipatan siku.
3. Pasang lagi tensimeter dan buatlah tekanan sebesar 1/2 X (TS+TD) pertahankan tekanan ini selama 5 menit.
4. Longgarkan manset lalu perhatikan ada tidaknya petechieae dalam lingkaran yang telah dibuat

Nilai Rujukan : 
      < 10 : Normal ( Negatif)
      10 - 20 : Dubia ( Ragu – ragu )
      > 201 : Abnormal ( Positif )

Tes Rumple Leede merupakan tes yang sederhana untuk melihat gangguan pada vaskuler maupun trombosit. Tes Rumple Leede akan positif bila ada gangguan pada vaskuler maupun trombosit.

Dapatkan buku "Pedoman Teknik Pemeriksaan Laboratorium Klinik Untuk Mahasiswa Ahli Teknologi Laboratorium Medik". Disusun oleh Gilang Nugraha, S.Si., M.Si, dan Imaduddin Badrawi, Amd.AK. Pembelian Buku / Order via WA https://wa.me/6285862486502. Info selengkapnya tentang buku bisa dilihat disini : JUAL BUKU "Pedoman Teknik Pemeriksaan Laboratorium Klinik Untuk Mahasiswa Ahli Teknologi Laboratorium Medik" 
PENTING : Terimakasih sudah berkunjung ke website infolabmed.com. Jika Anda mengutip dan atau mengambil keseluruhan artikel dalam websit ini, mohon untuk selalu mencantumkan sumber pada tulisan / artikel yang telah Anda buat. Kerjasama/media partner : laboratorium.medik@gmail.com.
DONASI INFOLABMED Bantu berikan donasi jika artikelnya dirasa bermanfaat. Donasi akan digunakan untuk memperpanjang domain www.infolabmed.com. Terima kasih.

Contact Form

Name

Email *

Message *