-->
Menu

Apa Itu Neutralizing Antibody (NAb) ?

Thursday, June 10, 2021

Apa Itu Neutralizing Antibody (NAb) ?. SARS-CoV-2, virus penyebab COVID-19 yang muncul pada akhir tahun 2019, dinyatakan sebagai pandemi global pada tanggal 11 Maret 2020. Dengan lebih dari 120 juta kasus dan 2,6 juta kematian diseluruh dunia, hingga saat ini, pandemik COVID-19 menjadi krisis kesehatan global terparah saat ini. Pandemi global COVID-19 mendesak seluruh komunitas ilmiah dan medis untuk mengerti dan mengenali virus baru ini dan penyakit yang ditimbulkannya.  Banyak penelitian yang telah dilakukan mengenai struktur, mekanisme kerja, penyakit yang ditimbulkannya, pengobatan, dan banyak hal lainnya mengenai virus SARS-CoV-2 agar dapat menanggulangi pandemi global ini sesegera mungkin. 

Apa Itu Neutralizing Antibody (NAb) ?
Ilustrasi. (Foto :https://www.scienceboard.net/)



Fokus baru yang muncul saat ini adalah untuk meningkatkan respon imun seseorang untuk melawan infeksi COVID-19. Dengan diketahuinya mekanisme infeksi virus SARS-CoV-2, para peneliti di negara-negara maju mulai mengembangkan vaksin COVID-19. Pengetahuan tentang imunitas yang didapat pasca infeksi maupun vaksinasi diharapkan dapat menjadi acuan untuk kebijakan dan strategi yang efektif dalam pengendallian pandemi ini. Hampir semua vaksin COVID-19 saat ini dikembangkan dengan menargetkan S protein untuk merangsang timbulnya neutralizing antibody (NAb) yang dapat mencegah infeksi virus SARS-CoV-2 pada manusia.


Mekanisme Infeksi Virus SARS-CoV-2 pada Manusia


Penularan COVID-19 terjadi melalui droplet yang keluar saat batuk atau bersin. Selain menginfeksi saluran pernafasan, virus SARS-CoV-2 juga telah terbukti menginfeksi saluran pencernaan berdasarkan hasil biopsi pada sel epitel gaster, duodenum, dan rektum. Pada benda mati, virus ini dapat stabil pada bahan plastik dan stainless steel  (> 72 jam), tembaga (4 jam), dan kardus (24 jam). Oleh karena itu, transmisi virus SARS-CoV-2 antar individu dapat terjadi dengan sangat cepat. 


Virus SARS CoV-2 harus terlebih dahulu memasuki sel manusia untuk melakukan infeksi. Pada awalnya, virus melekat pada sel inang (manusia) dengan berikatan pada suatu molekul reseptor yang disebut  angiotensin-converting enzyme 2 (ACE2). Reseptor ACE2 adalah reseptor yang paling rentan terhadap infeksi. Bagian virus yang menempel pada reseptor ini adalah protein spike (S) virus, tepatnya pada bagian receptor binding domain (RBD) yang berada pada domain S1. Setelah terjadi pelekatan, virus akan membentuk jalur yang kemudian digunakan untuk melepaskan asam nukleat (RNA) ke dalam sel manusia dan melakukan perbanyakan diri (replikasi). Bagian virus yang menyatu dengan sel manusia untuk membentuk jalur tersebut ialah domain S2. Pada tahap ini, manusia sudah bisa dikatakan dalam keadaan "terinfeksi" dan sistem imun dalam tubuh manusia akan mulai aktif bekerja untuk melawan virus penyebab infeksi. 


Imunitas dan Antibodi

Secara alami, tubuh manusia akan memberikan perlawanan apabila ada benda asing yang masuk kedalam tubuh, dalam hal ini virus SARS-CoV-2. Perlawanan tubuh ini akan membentuk suatu kekebalan tubuh atau disebut juga sebagai imunitas. Imunitas terhadap infeksi virus adalah gabungan dari respon imun seluler dan humoral. Produksi antibodi berfungsi sebagai ciri khas dari respon imun humoral. 

Antibodi, yang biasa disebut immunoglobulin, merupakan suatu senyawa protein pelindung yang diproduksi oleh sistem imun sebagai respon terhadap kehadiran substansi asing (antigen), misalnya patogen. Antibodi mengenali dan menandai suatu antigen untuk menyingkirkan antigen tersebut dari dalam tubuh. Antibodi diproduksi dan dihasilkan oleh sel B (limfosit). Antibodi dapat ditemukan dalam plasma darah dan cairan ekstraseluller. 


Antibodi (immunoglobulin) juga dapat diklasifikasikan ke dalam 5 isotipe, yaitu IgG, IgA, IgM, IgD, dan IgE. Setiap isotipe dibedakan berdasarkan karakter dan perannya masing-masing. Fungsi utama antibodi, antara lain :
  • Antibodi menginaktivasi substansi asing, seperti patogen dan racun (Neutralization) --> contohnya, Neutralizing antibody (NAb) sangat penting untuk perlindungan tubuh dari virus, karena dapat mencegah virus menginfeksi sel. NAb juga merupakan mekanisme perlindungan primer setelah vaksinasi.
  • Antibodi memfasilitasi fagositosis substansi asing oleh sel fagositik (Opsonization)-- contohnya, Binding antibody tidak dapat mencegah infeksi virus, namun antibodi ini dapat berguna sebagai indikator diagnostik (label, penanda) apakah suatu individu terinfeksi atau tidak. Setelah terjadi infeksi, binding antibody akan menempel pada suatu bagian virus dan membentuk aktivitas sistem imun lainnya, seperti sel darah putih untuk menghancurkan antigen tersebut dengan fagositosis aleh makrofag dan neutrofil. 
  • Antibodi menghancurkan patogen melalui proses lisis dan peningkatan kemotaksis.

Antibodi memiliki kemampuan untuk menetralisir virus, namun tidak semua jenis antibodi memiliki kemampuan tersebut. Hasil penelitian Wan et al. (2020) menyatakan bahwa dari 729 kandidat antibodi yang dihasilkan oleh suatu sel, hanya 178 yang positif menargetkan S-RBD virus SARS-CoV-2 dan ditemukan hanya 11 antibodi yang memiliki kemampuan menetralisir virus. 


Neutralizing Antibody (NAb)

Neutralizing Antibody (NAb) merupakan salah satu jenis antobodi dalam tubuh manusia yang memiliki kemampuan khusus, yaitu kemampuan menetralisir patogen (virus). Netralisir didefinisikan sebagai hilangnya kemampuan suatu virus untuk menginfeksi sel inang. Pada tubuh yang sudah memiliki NAb, NAb akan berikatan dengan molekul virus yang masuk sehingga virus tersebut dapat ternetralisir dan tidak lagi mampu menyebabkan infeksi. Biasanya proses ini tidak memerlukan keterlibatan aktivitas antibodi lainnya. NAb dapat diproduksi secara natural oleh tubuh sebagai bagian dari respon imun, yang dapat dipicu oleh infeksi vitus itu sendiri maupun vaksinasi. NAb memiliki peranan penting dan berkorelasi kuat dengan perlindungan tubuh dari infeksi virus setelah vaksinasi. 

Neutralizing Antibody (NAb) tidak memiliki struktur atau bentuk khusus. Sebagaian IgA dan IgM memiliki kemampuan untuk menetralisir virus, sehingga digolongkan ke dalam NAb dan tidak semua IgG yang menargetkan protein Spike (IgG-S) merupakan NAb. NAb bisa jadi dalam bentuk antibodi dari golongan manapun yang memiliki kemampuan menetralisir virus. 

Hasil penelitian pengembangan vaksin Gao et al., 2020 menyatakan bahwa titer antibodi IgG-RBD, IgG-S, dan IgG-N spesifik SARS-CoV-2 setelah vaksinasi tidak berkorelasi penuh dengan titer Neutralizing Antobody (NAb) SARS-CoV-2. Titer NAb spesifik COVID-19 biasanya akan mulai terdeteksi di dua minggu awal setelah infeksi atau vaksinasi, kemudian akan menurun dari waktu kewaktu setelah minggu ke-8. Skema skala perkembangan beberapa jenis antibodi (IgG, IgM, IgA, dan NAb) dari waktu ke waktu setelah gejala timbul dapat dilihat pada Gambar 2. 




Neutralizing Antibody (NAb) dapat menetralisir infeksi virus pada sel manusia dengan cara menghalangi pelekatan antara RBD virus dan reseptor ACE2 manusia maupun mencegah terjadinya peleburan domain S2 dengan sel manusia. NAb menempel pada bagian-bagian krusial virus, sehingga virus kehilangan kemampuan infeksi (menghambat replikasi virus). Apabila suatu virus telah dinetralisir oleh NAb, virus tersebut akan dihancurkan oleh sel darah putih dan dikelaurkan dari tubuh melalui urin atau feses. 

mekanisme kerja neutralizing antibody NAb



Sumber : COVID 19 | Neutralizing Antibody untuk mengukur kadar antibodi yang timbul setelah vaksin. 

PENTING : Terimakasih sudah berkunjung ke website infolabmed.com. Jika Anda mengutip dan atau mengambil keseluruhan artikel dalam websit ini, mohon untuk selalu mencantumkan sumber pada tulisan / artikel yang telah Anda buat. Kerjasama/media partner : laboratorium.medik@gmail.com.



DONASI INFOLABMED Bantu berikan donasi jika artikelnya dirasa bermanfaat. Donasi akan digunakan untuk memperpanjang domain www.infolabmed.com. Terima kasih.

Contact Form

Name

Email *

Message *

Protected by Copyscape