Menu

Kalibrasi dan Pemeliharaan Alat Fotometer di Laboratorium Klinik

Monday, September 30, 2019

Kalibrasi dan Pemeliharaan Alat Fotometer di Laboratorium Klinik. Fotometer merupakan peralatan dasar di laboratorium klinik untuk mengukur intensitas atau kekuatan cahaya suatu larutan. Sebagian besar laboratorium klinik menggunakan alat ini karena alat ini dapat menentukan kadar suatu bahan didalam cairan tubuh seperti serum atau plasma. Prinsip dasar fotometri adalah pengukuran penyerapan sinar akibat interaksi sinar yang mempunyai panjang gelombang tertentu dengan larutan atau zat warna yang dilewatinya.

Kalibrasi dan Pemeliharaan Alat Fotometer di Laboratorium Klinik

Pemeliharaan Alat Fotometer di Laboratorium Klinik

Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam perawatan alat fotometer di laboratorium klinik, diantaranya adalah :
  1. Gunakan lampu yang sesuai dengan fotometer
  2. Tegangan listrik harus stabil
  3. Hidupkan alat terlebih dahulu selama 5-30 menit (tergantung jenis/merk alat) supaya cahaya lampu menjadi stabil. 
  4. Monokromator atau filter harus bersih, tidak lembab dan tidak berjamur.
  5. Kuvet (tergantung jenisnya) harus tepat meletakannya. Sisi dilalui cahaya harus menghadap ke cahaya. Bagian tersebut harus bersih, tidak ada bekas tangan/goresan ataupun embun. 
  6. Isi kuvet harus cukup sehingga seluruh cahaya dapat melalui isi kuvet. 
  7. Tidak boleh tidak ada gelombang udara dalam kuvet
  8. Untuk pemeriksaan enzimatik, kuvet harus di inkubasi pada suhu yang sesuai dengan suhu pemeriksaan. 
  9. Foto detektor harus dijaga kebersihannya dengan cara membersihkan permukaannya dengan alkohol 70%. 
  10. Amplifier/pengolahan signal harus berfungsi dengan baik.

Kalibarasi  Alat Fotometer di Laboratorium Klinik


Beberapa hal yang perlu di kalirasi pada fotometer :

Ketetapan panjang gelombang

Yang dimaksud dengan ketetapan panjang gelombang adalah bahwa panjang gelombang cahaya yang dihasilkan alat sesuai dengan yang dinyatakan pada monitor/layer. 

Untuk memastikan ketepatan panjang gelombang, digunakan filter khusus atau larutan zat yang memiliki puncak serapan yang tajan dan tertentu. Beberapa cara untuk menguji ketepatan panjang gelombang :
  • Dengan warna sinar
  • Kalibrasi berdasarkan pengamatan warna, hasilnya kurang teliti. Toleransi yang masih dianggap baik adalam +- 5 nm.
  • Dengan lampu dueterium
  • Dengan filter didynium atau homium oxide
  • Dengan standar filter bersertifikat

Linieritas

Yang dimaksud dengan linieritas fotometer adalah kemampuan metode analisis suatu sistem pemeriksaan yang memberikan respon proporsional terhadap konsentrasi analit dalam sampel. Bila fotosel mampu menghasilkan pulsa listrik yang sesuai dengan perubahan intensitas cahaya maka akan terbentuk garis lurus. Hasil yang nonlinear dapat disebabkan oleh detektor, atau amplifier atau alat baca. Uji sederhana yang umum dilakukan adalah dengan membuat kurva tera larutan ammonium sulfat. 

Cahaya Nyasar (Stray Light)

Cahaya nyasar adalah cahaya di luar cahaya dengan panjang gelombang yang diinginkan yang sampai pada detektor. Cahaya nyasar mengakibatkan absorbansi lebih rendah dari yang seharusnya sehingga mengakibatkan hubungan non linear antara absorbansi dengna kadar. Untuk menguji diperlukan filter dengan nilai T yang telah diketahui, bila hasil T lebih dari yang tertera pada kaca filter maka terdapat cahaya nyasar. 

PENTING : Terimakasih sudah berkunjung ke website infolabmed.com. Jika Anda mengutip dan atau mengambil keseluruhan artikel dalam websit ini, mohon untuk selalu mencantumkan sumber pada tulisan / artikel yang telah Anda buat. Kerjasama/media partner : laboratorium.medik@gmail.com.
DONASI INFOLABMED Bantu berikan donasi jika artikelnya dirasa bermanfaat. Donasi akan digunakan untuk memperpanjang domain www.infolabmed.com. Terima kasih.

Contact Form

Name

Email *

Message *