Menu

Pemeriksaan Glukosa Dengan Point Of Care Testing (POCT)

Saturday, July 13, 2019

Pemeriksaan Glukosa Dengan Point Of Care Testing (POCT). Point of care testing (POCT) didefinisikan sebagai pemeriksaan uji diagnostik yang berdekatan dengan penderita. Secara lebih luas POCT dinyatakan sebagai uji laboratorik yang dilaksanakan oleh petugas (personal) yang berlatar belakang pendidikan bukan laboratorik klinis atau dilakukan oleh penderitanya sendiri. POCT dapat bersinonim lebih luas yakni: uji sampingan (ancillary testing), uji satelit (satellite testing), uji sisi ranjang (bedside testing), uji dekat penderita (near patient testing), uji di rumah (home testing), uji luar laboratorium (out of laboratory testing) (Jacobs et al., 2006).
Pemeriskaan Glukosa Dengan Point Of Care Testing (POCT)
Pemeriskaan Glukosa Dengan Point Of Care Testing (POCT)

Keuntungan penggunaan POCT adalah hasil pemeriksaan yang cepat bermanfaat bagi dokter yang merawat penderita, sehingga dapat menganalisis perkembangan keadaan penderita, dapat mengambil langkah perawatan selanjutnya dan dapat mendiskusikannya dengan penderita atau keluarganya. Tidak memerlukan penanganan sampel seperti pemusingan (sentrifugasi).  Penggunaan POCT tidak perlu menggunakan tenaga khusus berpendidikan ilmu laboratorium, tetapi bisa dilakukan oleh tenaga kesehatan lain (Mcpherson dan Pincus, 2011)

Kerugian penggunaan POCT karena pemeriksaan yang mudah dan cepat dapat menimbulkan pemeriksaan yang melebihi keperluan atau tidak tepat. Penggunaan sampel darah yang sedikit, sukar untuk mengetahui mutu (kualitas) sampel yang dapat berpengaruh terhadap ketepatan hasil memeriksaan dengan POCT misalnya hemolisis, lipemia dan obat-obatan. Penggunaan POCT yang dilakukan oleh petugas bukan laboratorium (personal non laboric), perlu penatalaksaan mutu agar hasil pemeriksaan terjamin dan pengaturan (regulasi) dalam menggunakannya, sehingga perlu diatur dan ditetapkan siapa yang memenuhi persyaratan sebagai pengguna POCT (Cook et al., 2009).

Beberapa pemeriksaan yang dapat dilakukan dengan POCT adalah pemeriksaan glukosa darah, hemoglobin A1c (HbA1c), analisa gas darah (AGD), kolesterol, pemeriksaan hematologi dan lain-lain. Glukosa terbentuk dari karbohidrat  disimpan sebagai glikogen dalam hati dan otot rangka. Kadar glukosa dipengaruhi oleh  hormon yang dihasilkan oleh kelenjar pankreas. Hormon seperti insulin, glukagon, dan somatostatin. Untuk kasus-kasus hiperglikemia atau bahkan hipoglikemia yang tak jelas, dilakukan tes toleransi glukosa oral (TTGO) (Price, 1995).

Nilai rujukan glukosa pada gula darah sewaktu serum dan plasma dewasa sampai dengan 140 mg/dl, whoole blood sampai dengan 120 mg/dl dan anak sampai dengan 120 mg/dl. Gula darah puasa pada dewasa serum dan plasma  70 – 110 mg/dl, whoole blood  60 – 100 mg/dl dan anak bayi baru lahir 30 – 80 mg/dl, anak 60 – 100 mg/dl. Gula darah post prandial pada dewasa serum dan plasma sampai dengan 140 mg/dl, whoole blood sampai dengan 120 mg/dl, anak sampai dengan 120 mg/dl (Sacher, 2004).

Kadar glukosa meningkat  (hiperglikemia) ditemukan pada keadaan  diabetes mellitus, asidosis diabetik, hiperaktivitas kelenjar adrenal (sindrom Chusing), akromegali, hipertiroidisme, kegemukan (obesitas), penyakit hati yang parah, reaksi stress akut (fisik atau emosi), syok, kejang, miocard infark akut, cedera tabrakan, luka bakar, infeksi, gagal, ginjal, hipotermia aktifitas, pankreatitis akut, kanker pankreas, congestive heart failure (CHF), sindrom pasca gastrektomi (dumping syndrome), pembedahan mayor. Pengaruh obat : adenocorticotropin hormone (ACTH); kortison; diuretik (hidroklorotiazid, furosemid, asam etakrinat); obat anestesi, levodopa. 

Kadar glukosa menurun (hipoglikemia) pada reaksi hipoglikemik (insulin berlebih), hipofungsi korteks adrenal (penyakit Addison), hipopituitarisme, galaktosemia, pembentukan insulin ektopik oleh tumor/kanker (lambung, hati, paru-paru), malnutrisi, sirosis hati, beberapa penyakit penimbunan glikogen, hipoglikemia fungsional (aktifitas berat), intoleransi fruktosa herediter, eritroblastosis fetalis, hiperinsulinisme. Pengaruh obat : insulin yang berlebih, salisilat, obat antituberkulosis (Noer et al., 1996; Mcpherson dan Pincus, 2011).

Metode pengukuran kadar glukosa dapat dilakukan dengan 2 metode yaitu metode reduksi  dan metode enzimatik. Metode enzimatik pada pemeriksaan glukosa darah memberikan hasil dengan spesifitas yang tinggi, karena hanya glukosa yang akan terukur. Ada 3 macam metode enzimatik yang digunakan yaitu glucose oxidase, glucose dehydrogenase dan metode hexokinase. Prinsip pemeriksaan glukometer adalah glucose oxidase (Mcpherson dan Pincus, 2011)

Pemeriksaan glukometer merupakan pemeriksaan laboratorium sederhana yang dirancang untuk penggunaan sampel darah kapiler, darah vena dan darah arteri. Prinsip pemeriksaan pada glukometer adalah enzim glucose dehydrogenase pada strip uji menkonversi glukosa di dalam sampel darah ke gluconolactone reaksi ini menciptakan arus listrik yang terdeteksi oleh glukometer. Intensitas elektron yang terbentuk dalam strip setara dengan konsentrasi glukosa dalam darah (Anonim, n.d).

Pengumpulan darah dalam tabung bekuan untuk analisis serum memungkinkan terjadinya metabolisme glukosa dalam sampel oleh sel-sel darah sampai terjadi pemisahan melalui pemusingan (sentrifugasi). Jumlah sel darah yang tinggi dapat menyebabkan glikolisis yang berlebihan sehingga terjadi penurunan kadar glukosa. Untuk mencegah glikolisis tersebut, serum harus segera dipisahkan dari sel-sel darah. Suhu lingkungan tempat darah disimpan sebelum diperiksa turut mempengaruhi tingkat glikolisis. Pada suhu kamar, diperkirakan terjadi penurunan kadar glukosa 1-2% per jam. Sehingga sampel yang terbaik untuk pemeriksaan glukosa dengan glukometer adalah darah kapiler. Darah arteri, vena, dan kapiler memiliki kadar glukosa yang setara pada keadaan puasa, sedangkan setelah makan, kadar vena lebih rendah daripada arteri atau kapiler (Mandal, 2010)

Food and Drug Administration (FDA) menerbitkan sebuah peringatan tentang bahaya menggunakan pemeriksaan strip GDH-PQQ (glucose dehydrogenase pyrroloquinoline) karena bisa memberikan hasil pemeriksaan yang salah. GDH-PQQ tidak dapat membedakan glukosa dengan gula non glukosa seperti maltosa, galaktosa dan xylosa yang ditemukan pada pasien yang menggunakan terapi yang mengandung gula non glukosa sehingga pembacaan hasil tes strip GDH-PQQ dapat memberikan hasil tinggi palsu secara signifikan (Mcpherson dan Pincus, 2011).

Pemeriksaan dengan glukometer ini bertujuan untuk menentukan secara kuantitatif glukosa di dalam darah kapiler. Sebelum mengerjakan pemeriksaan perlu dipersiapkan alat seperti :  Glukosa meter, strip yang sesuai dengan alat, calibrator dan control, tissue atau bola kapas, Isopropil alkohol 70%, safety blood colection lancets, sarung tangan. Persiapan pasien adalah puasa selama 12 jam jika yang akan diperiksa glukosa puasa, menghentikan penggunaan obat-obatan seperti  kortison dapat menyebabkan  peningkatan kadar gula darah, trauma, stres dapat menyebabkan peningkatan kadar gula darah, aktifitas yang berat sebelum uji laboratorium dilakukan dapat menurunkan kadar gula darah (Anonim, n.d).

Alat digunakan harus dikalibrasi menggunakan kalibrator otomatis yang disediakan berupa kode chip. Kalibrasi dilakukan setiap membuka lot strip baru. Setelah dilakukan kalibrasi harus melakukan Quality Control.  Kontrol pada pemeriksaan ini sudah tersedia pada setiap paket glukometer yang dilakukan setiap membuka tabung strip baru dan setelah dilakukan kalibrasi. Hasil kontrol dinyatakan gagal apabila hasil berada diluar range nilai yang diharapkan (Anonim, n.d).

Penulis : dr. Fatimah Yasin, Sp.PK Untuk Ditjen Yankes Kemenkes RI

Dapatkan buku "Pedoman Teknik Pemeriksaan Laboratorium Klinik Untuk Mahasiswa Ahli Teknologi Laboratorium Medik". Disusun oleh Gilang Nugraha, S.Si., M.Si, dkk. Pembelian Buku / Order via WA https://wa.me/6285862486502. Info selengkapnya tentang buku bisa dilihat disini : JUAL BUKU "Pedoman Teknik Pemeriksaan Laboratorium Klinik Untuk Mahasiswa Ahli Teknologi Laboratorium Medik" torium Medik"
PENTING : Terimakasih sudah berkunjung ke website infolabmed.com. Jika Anda mengutip dan atau mengambil keseluruhan artikel dalam websit ini, mohon untuk selalu mencantumkan sumber pada tulisan / artikel yang telah Anda buat. Kerjasama/media partner : laboratorium.medik@gmail.com.

Contact Form

Name

Email *

Message *

Info Lainnya