Menu

Penanaman Dan Isolasi Mikrobiologi

Wednesday, October 30, 2019

Penanaman Dan Isolasi Mikrobiologi. Penyebaran mikroorganisme dapat kita jumpai diberbagai tempat seperti lingkungan air, tanah, udara, tanaman maupun hewan. Mikroba yang hidup dialam terbuka jarang ditemukan sebagai biakan murni karena pada umumnya bercampur dengan populasi mikroba lainnya. Untuk mengetahui jenis mikroba tertentu, sebelumnya perlu dilakukan isolasi dari habitatnya. Isolasi suatu mikroba adalah proses memindahkan mikroba dari lingkungannya menjadi suatu biakan murni tanpa adanya kontaminasi dari mikroba lainnya. Sebagai persyaratan pertumbuhannya, mikroba memiliki kebutuhan serta karakteristik yang berbeda-beda. Media pertumbuhan adalah substansi yang memenuhi kebutuhan jumlah nutrisi mikroorganisme.

Penanaman Dan Isolasi Mikrobiologi

Untuk memperoleh biakan murni dapat dilakukan melalui metode pengenceran dengan menggunakan bahan cair atau bahan padat. Pada mulanya digunakan gelatin sebagai bahan pemadat. Gelatin terdiri dari protein sehingga dapat dicerna dan ataupun dicairkan oleh bakteri. Bahan pemadat yang kemudian ditemukan ialah agar yang merupakan polisakarida dari rumput laut. Agar akan mencair pada suhu 100 oC, sedangkan pada suhu 44  oC masih dalam bentuk cair. Suhu ini masih dapat memungkinkan bakteri untuk tumbuh, sehingga prinsip ini dipakai untuk mengisolasi bakteri dengan cara agar tuang. Pada umumnya bakteri tidak dapat mencerna atau mencairkan agar. 

Dalam praktikum kali ini akan dipelajari tiga cara untuk mendapatkan biakan murni yaitu: 
1) metode penggoresan agar; 
2) metode agar tuang; dan 
3) metode agar sebar. 

Prinsip ketiga cara ini ialah pengenceran, sehingga pada akhirnya akan diperoleh koloni terpisah yang mengandung satu jenis bakteri. 

Alat Penanaman Dan Isolasi Mikrobiologi

1. Jarum inokulasi (ose)
2. Lampu bunsen
3. Bahan 
4. Kultur bakteri Escherichia coli, Bacillus subtilis, Staphylococus
5. Tabung berisi NA miring

Langkah kerja Penanaman Dan Isolasi Mikrobiologi

Metode Goresan

Isolasi dengan penggoresan dilakukan dengan menyiapkan cawan petri yang berisi medium NA, Ose, lampu bunsen dan kultur bakteri. Pada metode ini diperlukan keterampilan untuk menghasilkan koloni yang terpisah. Untuk mendapatkan koloni yang terpisah perlu diperhatikan langkah-langkah sebagai berikut: 

  1. Goyangkan tabung berisi suspense biakan agar kandungan bakteri menyebar. Lakukan aseptik Jangan sampai mengenai kapas penutup
  2. Pijarkan ose kemudian dinginkan. Gunakan ose yang telah dingin untuk digoreskan pada permukaan lempengan agar. 
  3. Buka kapas penutup dan panaskan mulut tabung sambil memegang kapas penutup. Dengan ose yang dingin, ambillah 1 mata ose suspensi biakan.
  4. Panaskan kembali mulut tabung dan tutup kembali dengan kapas penutup
  5. Goreskan ose dengan cara disentuhkan pada lempengan agar, sewaktu menggores ose dibiarkan meluncur di atas permukaan lempengan. Jangn sampai melukai permukaan agar karena akan mengganggu pertumbuhan mikroorganisme sehingga sulit diperoleh koloni terpisah. Panaskan ose kembali sebelum diletakkan.
  6. Gunakan tutup cawan petri untuk melindungi permukaan agar dari pencemaran. 
  7. Letakkan lempengan agar dengan posisi terbalik untuk mencegah air kondensasi jatuh ke atas permukaan agar sehingga dapat terjadi penyebaran koloni.

Teknik goresan Penanaman Dan Isolasi Mikrobiologi

1. Goresan Sinambung
Cara kerja :
  • Mengambil kultur campuran bakteri menggunakan ose yang telah dipijarkan diatas lampu Bunsen kemudian Sentuhkan pada lempeng agar (medium) secara kontinyu sampai setengah permukaan agar.
  • Kemudian putar cawan 180o dan lanjutkan goresan sampai habis.

2. Goresan T
Cara kerja :
  • Bagi cawan menjadi 3 bagian menggunakan spidol
  • Panaskan jarum ose terlebih dahulu
  • Inokulasi daerah 1 dengan streak zig-zag sebanyak mungkin
  • Panaskan kembali jarum ose dan tunggu sampai dingin, gores ulang pada ujung daerah 1 kemudian lanjutkan streak zig-zag pada daerah 2 (perhatikan pada gambar). Cawan diputar untuk memperoleh goresan  yang sempurna
  • Lakukan hal yang sama pada daerah 3
  • Panaskan ose sebelum diletakkan
3. Goresan Kuadran (Streak quadrant)
Cara kerja :
  • Hampir sama dengan goresan T, hanya pola goresan yang berbeda yaitu daerah goresan  dibagi empat bagian. Daerah 1 merupakan goresan awal sehingga masih mengandung banyak sel mikroorganisma. Goresan selanjutnya disilangkan dari goresan pertama sehingga jumlah semakin sedikit dan akhirnya terpisah-pisah menjadi koloni tunggal
4. Goresan Radian
  • Pijarkan ose lalu dinginkan. Ambil 1 ose biakan bakteri untuk digoreskan dimulai pada bagian tepi lempengan agar
  • putar lempeng agar 90o dan buat goresan terputus mulai dari bagian tepi lempeng agar
  • putar lempeng agar 90o dan buat goresan terputus di atas goresan sebelumnya
  • pijarkan kembali ose sebelum diletakkan
5. Metode sebaran
Pada metode ini biakan bakteri dimasukkan ke dalam media padat kemudian diratakan dengan spatel dan diinkubasi dengan posisi terbalik.
Cara kerja:
  • Untuk isolasi dengan metode sebar, siapkan cawan petri steril yang berisi medium NA cair dan medium NA padat berisi biakan bakteri. Masukkari secara aseptik 0,1 ml biakan ke dalam NA padat. Gunakan spatel untuk meratakan biakan di atas permukaan medium. Inkubasi selama 24-48 jam dalam posisi terbalik setelah itu amati pertumbuhan koloni.
6. Metode tuang
Isolasi menggunakan media cair dilakukan dengan cara pengenceran. Dasar melakukan pengenceran adalah penurunan jumlah mikroorganisme sehingga mudah untuk diamati. Pada cara agar tuang, dilakukan pengenceran satu mata ose suspensi bakteri ke dalam tiga tabung yang berisi agar yang dicairkan, sehingga akan diperoleh lempengan dengan jumlah bakteri yang optimum untuk isolasi. Teknik ini lebih mudah karena untuk mendapatkan koloni yang terpisah tidak diperlukan keterampilan seperti pada teknik penggoresan.

Cara kerja :
  • Berilah tanda pada tabung agar tuang I, II dan III. Kemudian kembalikan ke penangas air sehingga agar tetap dalam keadaan cair. 
  • Berilah tanda pada cawan petri I, II, dan III.
  • Inokulasikan tabung I yang berisi agar cair dengan satu ose biakan.
  • Jangan lupa memanaskan mulut tabung sewaktu membuka dan juga sewaktu akan ditutup. Goyangkan tabung dengan teknik seperti pada penggoresan atau putarlah tabung diantara kedua telapak tangan. Perhatikan bahwa agar tidak boleh menyentuh kapas.
  • Inokulasikan tabung agar tuang II dengan satu mata lup campuran agar tuang I yang telah tercampur dengan baik.
  • Kembalikan tabung agar tuang I ke dalam penangas air.
  • Goyang atau putarlah tabung II diantara kedua telapak tangan sehingga tercampur dengan baik.
  • Inokulasikan tabung agar tuang III dengan satu mata ose campuran agar tuang II
  • Goyang atau putar tabung III sehingga tercampur dengan baik, kemudian buka tutup tabung dan panaskan mulut tabung. Tuang isi tabung ke dalam cawan petri III sebelum agar menjadi dingin.
  • Cara yang sama dipergunakan untuk menuang tabung I ke cawan petri I dan tabung II ke cawan petri II.
  • Setelah agar membeku, simpan dengan posisi terbalik dan masukkan ke dalam inkubator dengan suhu (37) selama 24-48 jam
Demikian artikel tentang Penanaman Dan Isolasi Mikrobiologi yang dapat kami informasikan melalui website infolabmed.com, mohon maaf sekiranya ada kesalahan informasi yang kami sampaikan. Semoga artikel ini bermanfaat untuk rekan-rekan sekalian.

PENTING : Terimakasih sudah berkunjung ke website infolabmed.com. Jika Anda mengutip dan atau mengambil keseluruhan artikel dalam websit ini, mohon untuk selalu mencantumkan sumber pada tulisan / artikel yang telah Anda buat. Kerjasama/media partner : laboratorium.medik@gmail.com.
DONASI INFOLABMED Bantu berikan donasi jika artikelnya dirasa bermanfaat. Donasi akan digunakan untuk memperpanjang domain www.infolabmed.com. Terima kasih.

Contact Form

Name

Email *

Message *