Menu

Cara Pembuatan Medium Padat dan Cair Untuk Pertumbuhan Mikroorganisme

Thursday, October 17, 2019

Cara Pembuatan Medium Padat dan Cair Untuk Pertumbuhan Mikroorganisme. Pembiakan mikroorganisme di laboratorium memerlukan media yang berisi zat hara serta lingkungan pertumbuhan yang sesuai bagi mikroorganisme. Medium merupakan bahan yang terdiri atas campuran nutrisi untuk pertumbuhan mikroba. Dalam kegiatan mikrobiologi, medium diperlukan untuk kegiatan pembiakan, isolasi, pengujian sifat-sifat fisiologis dan menghitung jumlah mikroba. 

Cara Pembuatan Medium Padat dan Cair Untuk Pertumbuhan Mikroorganisme

Berdasarkan susunan kimianya, medium dibedakan atas medium sintetik, dan non-sintetik.
  1. Medium sintetik yaitu medium yang bahan-bahan penyusunnya dapat diketahui dengan pasti. Medium sintetik biasa digunakan untuk mengetahui sifat genetik mikroba. Senyawa oraganik dan inorganik yang ditambahkan dalam media sintetik harus murni dan harganya sangat mahal.
  2. Medium non-sintetik yaitu medium yang susunan kimianya tidak dapat ditentukan dengan pasti. Biasanya digunakan untuk menumbuhkan dan mempelajari taksonomi mikroba. Bahan yang biasa digunakan adalah ekstrak daging, pepton, ekstrak ragi dan kaldu daging.

Berdasarkan konsistensinya, medium dibedakan atas medium cair (liquid medium), semi padat dan padat (solid medium).
  1. Medium cair (liquid medium), yaitu medium yang berbentuk cair
  2. Medium padat (solid medium), yaitu medium yang berbentuk padat

Bedasarkan fungsinya medium dibedakan atas medium diperkaya (enrichment medium), medium selektif (selective medium), medium diferensiasi (diffrential medium), medium penguji (assay medium) dan medium khusus. Medium juga dibedakan atas medium alamiah dimana terdiri atas bahani alam dan semi alamiah yang merupakan campuran antara bahan alamiah dan bahan sintetik.
  1. Medium diperkaya (enrichment medium), yaitu medium yang ditambah zatzat tertentu seperti serum, darah, ekstrak daging, tumbuh-tumbuhan dan lain- lain. Medium ini dapat menumbuhkan mikroba heterotrop tertentu.
  2. Medium selektif (selective medium), yaitu medium yang ditambah zat kimia yang bersifat selektif untuk mencegah pertumbuhan mikroba lain.
  3. Medium diferensiasi (diffrential medium), yaitu medium yang ditambahkan zat kimia tertentu sehingga suatu mikroba membentuk pertumbuhan atau mengadakan perubahan tertentu sehingga dapat dibedakan tipe-tipenya
  4. Medium penguji (assay medium), yaitu medium yang digunakan untuk menguji zat-zat atau senyawa-senyawa tertentu seperti vitamin, antibiotik dli.
  5. Medium khusus, yaitu medium untuk menentukan pertumbuhan mikroba dan kemampuannya mengadakan perubahan-perubahan kimia tertentu.
Alat yang di gunakan : 
1. Timbangan 6. Tabung reaksi
2. Watch glass 7. Batang pengaduk
3. Gelas ukur 8. Otoklaf 
4. Labu Erlenmeyer 9. kompor
5. Cawan petri 10. Laminar Air Flow

Bahan yang di gunakan : 
I. Komposisi pembuatan media padat

1. Nutrien Agar (NA)

Bahan : 
- Beef ekstrak 3 gram
- Pepton 5 gram
- Agar 15 gram
- Aquades ± 1000 ml

2. Potato Dekstrose Agar (PDA)

Bahan :
- Kentang 200 gram
- Agar 10 gram
- Dektrose 15 gram 
- Akuades ± 1000 ml

II. Komposisi pembuatan media cair

1. Nutrient Broth (NB)

Bahan yang digunakan sama dengan Nutrient agar (NA), hanya tidak memakai agar sebagai pemadat.

Langkah kerja pembuatan media :

I. Pembuatan media padat Nutrien Agar (NA)
  1. Timbang komponen medium menggunakan timbangan analitik sesuai dengan formula yang telah ditentukan
  2. Larutkan agar dengan aquades sebanyak 500 ml menggunakan gelas ukur dan mengaduk secara konstan sambil dipanaskan diatas kompor (catatan: panaskan menggunakan api yang sedang jangan sampai mendidih)
  3. Larutkan beef extract dan peptone pada gelas ukur menggunakan aquades sebanyak 100 ml kemudian mengaduknya hingga larutan menjadi homogen.
  4. Setelah keduanya larut, tuangkan kedalam agar yang sudah dipanaskan dan diaduk kembali hingga semua bahan menjadi homogen.
  5. Ukur pH media menggunakan kertas pH indikator (pH media seharusnya 7.0). Jika pH tidak normal, penyesuaian dapat dilakukan dengan menambahkan  HCl/NaOH.
  6. Setelah semua bahan tercampur, siapkan cawan petri dan  tabung reaksi
  7. Tuangkan 10 ml media ke dalam cawan petri dan 10 ml ke dalam tabung reaksi. Untuk membuat media tegak atau miring cukup tuangkan 5 ml ke dalam tabung reaksi. Lakukan langkah ini sebelum media menjadi dingin dan mengental
  8. Tutup semua cawan petri dan sumbat tabung reaksi menggunakan kapas kemudian media di sterilisasi menggunakan outoklaf
II. Pembuatan Medium Potato Dekstrose Agar (PDA)
  1. Rebus kentang dalam dengan akuades selama 1-3 jam sampai lunak, kemudian diambil ekstraknya dengan menyaring dan memerasnya menggunakan kertas saring lalu ditampung di Beaker glass baru.
  2. Agar dilarutkan dengan Hot Plate Stirrer dalam 50 ml akuades
  3. setelah larut ditambahkan dekstrosa dan dihomogenkan lagi.
  4. Setelah semua larut, ekstrak kentang dan agar-dekstrosa dicampur dan dihomogenkan. 
  5. Atur pH media menjadi 5-6 dengan meneteskan HCl/NaOH. 
  6. Media dituang kedalam Erlenmeyer atau ke tabung reaksi kemudian siap untuk disterilisasi

III. Pembuatan media cair Nutrient Broth (NB)

Proses pembuatan media NB sama dengan NA tetapi tidak memerlukan agar sebagai pemadat. Proses pembuatannya cukup melarutkan peptone dan beef extract kedalam 100 ml aquades menggunakan labu Erlenmeyer atau gelas ukur dan diaduk hingga bahan homogen. Proses ini tidak memerlukan panas karena peptone dan beef extract mudah larut dalam air jika diaduk.

Mengsterilisasi media

  • Isilah otoklaf dengan air biasa hingga batas yang disarankan
  • Masukkan media yang akan disterilisasi kemudian tutuplah otoklaf tersebut
  • Nyalakan api kompor dan biarkan katup udara tetap terbuka sehingga semua udara di dalam otoklaf terganti dengan uap. Setelah uap mulai terlihat keluar,  katup udara kemudian ditutup.
  • Tunggulah sampai jarum manometer menunjukkan angka 15 berarti tekanan angka otoklaf  telah mencapai 15 lbs. kecilkan api kompor, lalu pertahankan tekanan agar tetap 15 lbs biarkan hingga 20  menit 
  • Setelah 20 menit, matikan kompor gas, lalu biarkan sampai tekanan yang ditunjukkan oleh manometer menjadi 0 lbs (catatan: jangan membuka tutup otoklaf sebelum jarum manometer menunjukkan angka 0 lbs)
  • Buka  katup uap air sehingga uap air keluar, kemudian bukalah tutup otoklaf dan keluarkan bahan dan alat yang telah disterikankemudian diletakkan pada di atas nampan (baki) kayu. Medium dalam cawan petri akan digunakan sebagai’ medium lempeng, letakkan dengan posisi mendatar. Medium dalam tabung reaksi akan dipakai sebagai medium miring, !etakkan dengan posisi agak miring, dengan menyandarkan pada tepi nampan
  • Tunggulah sampai 2 atau 3 hari, apabila medium tetap bersih dan tidak ditumbuhi bakteri atau jamur, berarti medium ini dapat dipakai. Medium yang tidak segera dipakai dapat disimpan dalam lernari es.
PENTING : Terimakasih sudah berkunjung ke website infolabmed.com. Jika Anda mengutip dan atau mengambil keseluruhan artikel dalam websit ini, mohon untuk selalu mencantumkan sumber pada tulisan / artikel yang telah Anda buat. Kerjasama/media partner : laboratorium.medik@gmail.com.
DONASI INFOLABMED Bantu berikan donasi jika artikelnya dirasa bermanfaat. Donasi akan digunakan untuk memperpanjang domain www.infolabmed.com. Terima kasih.

Contact Form

Name

Email *

Message *