Contoh Hasil Tes Kepekatan dan Tes Pengenceran Pada Tes Urin

Table of Contents
Pada gangguan ginjal terjadi gangguan pemekatan dan pengenceran urin, hingga dilakukan tes pemekatan dan tes pengenceran. 
urinometer,urinometer adalah,urinometer definition,urinometer price,urinometer diagram,urinometer uses,urinometer parts,urinometer image,urinometer reading,urinometer principle,urinometer cylinder,urinometer measures,urinometer drawing,urinometer word surgery,urinometer function,urinometer name,urinometer specification,urinometer method,urinometer test,urinometer markings,urinometer ppt,urinometer and refractometer,urinometer advantages and disadvantages,urinometer application,urinometer anatomy definition,urinometer adalah pdf,a manometer is used to test urine for,a urinometer provides what type of​ information,a manometer is used to test urine​ for,a urinometer is used to measure,antique manometer,what is a manometer used for,urinometer parts and functions,urinometer in a sentence,urinometer is also known as,urinometer meaning and uses,urinometer definition and function,is urinometer a hydrometer,difference between urinometer and refractometer,lactometer and urinometer difference,urometer bag,urometer bag uses,urinometer brands,bard urinometer,cara baca urinometer,bagian bagian urinometer
Contoh Hasil tes Kepekatan dan Tes Pengenceran Pada Tes Urin

Faktor yang mempengaruhi tes antara lain:
  1. Penggunaan obat atau makanan tertentu;
  2. Sampel lebih dari 1 jam;
  3. Tempat urin tidak bersih;
  4. Pasien tak memenuhi aturan misalnya puasa atau postprandial.
Pada keadaan normal urin diatur kepekatannya oleh ginjal hingga berat jenis (BJ) antara 1.001-1.010. Pada tes pengenceran, ginjal normal mampu mengencerkan urin hingga berat jenis (BJ) antara 1.001-1.004, sedang pada insufisiensi gingal, kemampuan mengencerkan kurang, akibatnya BJ tetap pada 1.010. Sebaliknya pada tes pemekatan BJ urin tetap <1.021. Keadaan tersebut dapat dilihat pada tabel dibawah ini. 

Tes
Nilai Rujukan
Contoh Abnormal
Keterangan
Konsentrasi (pantang minum 10-15 jam) syarat BJ<1.022
BJ:1.022
Osmolalitas;>850 miliosmol
BJ<1.021 Osmolalitas <850 miliosmol
Menunjukkan kemampuan ginjal megekskresi ekskreta padat dalam air yang terbatas
Menunjukkan kemampuan ginjal mengencerkan urin kurang
Pengenceran (minum 1 L air)
BJ 1.002-1.004
BJ 1.010 (tetap)
Pengenceran lalu konsentrasi
BJ:1.002-1.004
Lalu 1.022
BJ:1.010
Lalu<1.021

Osmolalitas larutan (misal urin) adalah indikator semua partikel yang ada dalam larutan tersebut yang diukur dengan miliosmol/kg air. Osmolalitas juga merupakan indikator kerja osmotik dari ginjal, yang biasanya paralel dengan BJ larutan. 

Namun bila kadar protein dalam urin tinggi, atau temperatur berbeda, maka nilai BJ yang diukur dengan urinometer tersebut harus dikoreksi. Nilai osmolalitas urin yang diukur dengan osmometer tak perlu dikoreksi. Glukosa dalam urin menaikkan BJ maupun osmolalitas urin. NaCl dalam urin menaikkan osmolalitas dua kali lebih besar daripada ureum karena NaCl dalam urin dalam bentuk Na+ dan Cl-. Urin encer osmolalitasnya <200 miliosmol dan BJnya <1.010, sedang urin pekat osmolalitasnya >850 miliosmol dan Bjnya >1.022.

Sumber : 
  1. Hardjoeno, dkk. 2003. Interpretasi Hasil Tes Laboratorium Diagnostik. Lephas : Makassar.
PENTING : Terimakasih sudah berkunjung ke website infolabmed.com. Jika Anda mengutip dan atau mengambil keseluruhan artikel dalam websit ini, mohon untuk selalu mencantumkan sumber pada tulisan / artikel yang telah Anda buat. Kerjasama/media partner : laboratorium.medik@gmail.com.
Infolabmed
Infolabmed infolabmed.com merupakan kanal informasi tentang Teknologi Laboratorium Medik meliputi Materi Kuliah D3 dan D4, Informasi Seminar ATLM, Lowongan Kerja. Untuk dukung website infolabmed tetap aktif silahkan ikut berdonasi melalui DANA = 085862486502.