6 Pemeriksaan Glukosa Darah Yang Harus Diketahui Oleh ATLM

Table of Contents
6 Pemeriksaan Glukosa Darah Yang Harus Diketahui Oleh ATLM. Pada saat ini, penderita diabetes di Indonesia sudah menunjukkan jumlah angka yang cukup mengkhawatirkan. International Diabetes Federation (IDF) Diabetes Atlas edisi ke-8 (2017) mengemukakan bahwa jumlah penderita diabetes di Indonesia mencapai 10,3 juta sehingga dikatakan bahwa Indonesia menduduki rangking ke-6 dengan jumlah penderita diabetes dewasa tertinggi di dunia.
pemeriksaan diabetes,pemeriksaan diabetes insipidus,pemeriksaan diabetes melitus pdf,pemeriksaan diabetes melitus tipe 2,pemeriksaan diabetes hba1c,pemeriksaan diabetes pada ibu hamil,pemeriksaan diabetes gestasional,pemeriksaan diabetes tipe 1,pemeriksaan kaki diabetes,panel pemeriksaan diabetes,pemeriksaan neuropathy diabetes,pemeriksaan penunjang diabetes melitus,pemeriksaan diagnostik diabetes melitus,pemeriksaan fisik diabetes melitus,pemeriksaan penunjang diabetes mellitus pdf,pemeriksaan diagnostik diabetes melitus pdf,pemeriksaan penunjang diabetes insipidus,pemeriksaan laboratorium diabetes melitus pdf,pemeriksaan awal diabetes,pemeriksaan fisik b1-b6 diabetes melitus,biaya pemeriksaan diabetes,biaya pemeriksaan diabetes di prodia,cara pemeriksaan diabetes melitus,cara pemeriksaan diabetes,pemeriksaan darah diabetes melitus,pemeriksaan diagnostik diabetes insipidus,pemeriksaan diagnosis diabetes melitus,pemeriksaan diagnostik diabetes,pemeriksaan diagnostik diabetes melitus tipe 2,pemeriksaan darah diabetes,pemeriksaan diagnostik diabetes militus,pemeriksaan gula darah diabetes,pemeriksaan diagnostik diabetes melitus tipe 1,pemeriksaan fisik diabetes mellitus tipe 2,pemeriksaan fisik diabetes melitus pdf,pemeriksaan fisik diabetes,pemeriksaan fisik diabetes mellitus,pemeriksaan fisik diabetes melitus tipe 2,pemeriksaan fisik diabetic foot,pemeriksaan penunjang diabetic foot,pemeriksaan fisik diabetes insipidus,hasil pemeriksaan diabetes,tujuan pemeriksaan diabetes pada ibu hamil,jenis pemeriksaan diabetes melitus,jurnal pemeriksaan diabetes melitus,jurnal pemeriksaan diabetes,jenis pemeriksaan diabetes,cara pemeriksaan kaki diabetes,pemeriksaan klinis diabetes melitus,pemeriksaan kesehatan diabetes,pemeriksaan fisik kaki diabetes,pemeriksaan laboratorium diabetes melitus,pemeriksaan laboratorium diabetes melitus tipe 2,pemeriksaan lab diabetes melitus pdf,pemeriksaan laboratorium diabetes mellitus,pemeriksaan lab diabetes mellitus,pemeriksaan laboratorium diabetes melitus tipe 1,cara pemeriksaan laboratorium diabetes melitus,pemeriksaan diabetes melitus,pemeriksaan penunjang diabetes mellitus tipe 2,pemeriksaan urin diabetes melitus,pemeriksaan penunjang diabetes melitus tipe 1,pemeriksaan penunjang neuropati diabetes,pemeriksaan kaki pesakit diabetes,pemeriksaan kaki untuk pesakit diabetes,pemeriksaan penunjang diabetes melitus menurut who,pemeriksaan penunjang diabetes mellitus tipe 2 pdf,pemeriksaan penunjang diabetes pdf,pemeriksaan penyakit diabetes melitus,pemeriksaan pada diabetes melitus,pemeriksaan pada diabetes mellitus,pemeriksaan penyakit diabetes,pemeriksaan pasien diabetes melitus,pemeriksaan fisik pada diabetes melitus,pemeriksaan hba1c pada diabetes pdf,pemeriksaan radiologi diabetes melitus,pemeriksaan head to toe diabetes melitus,pemeriksaan penunjang diabetes tipe 1,tahap pemeriksaan diabetes,pemeriksaan laboratorium untuk diabetes,pemeriksaan urin diabetes,pemeriksaan penunjang untuk diabetes melitus,pemeriksaan darah untuk diabetes,pemeriksaan gula darah untuk diabetes
Macam-macam Pemeriksaan Glukosa Darah

Penyakit Diabetes adalah sautu penyakit yang ditandai dengan tingginya kadar gula di dalam darah. Sebagian orang menyebut kadar gula tinggi yaitu dengan sebutan "kencing manis”, karena di dalam urine penderita diabetes ini di interpretasikan dengan adanya gula yang rasanya manis. Selain itu, diabetes sering disebut juga sebagai ”ibu” dari berbagai penyakit. Kenapa demikian? dikarenakan diabetes bisa menjadi penyebab dari banyak komplikasi penyakit, seperti penyakit jantung, penyakit ginjal, penyakit pada mata, penyakit pada kaki, penyakit saraf, stroke, dan banyak lagi lainnya.

Setelah mengetahui sedikit latar belakang dari jumlah penderita dan bahayanya diabetes, rekan-rekan ATLM apakah sudah tahu apa saja jenis pemeriksaan untuk mendiagnosa diabetes? 

Macam - macam Pemeriksaan Glukosa Darah

Untuk seabgian penderita diabetes, biasanya pemeriksaan glukosa darah dilakukan secara mandiri di rumah dengan alat digital yang saat ini sudah banyak diperjualbelikan, fleksibel dan sangat mudah digunakan. Pemeriksaan glukosa darah yang dimaksud pada penjelasantadi (yang dilakukan beberapa kali dalam sehari oleh penderita diabetes) adalah pemeriksaan glukosa darah sewaktu (GDS), yang bisa dilakukan di rumah kapan saja. Dibawah ini Infolabmed akan memberikan informasi seputar jenis atau macam-macam pemeriksaan glukosa darah. Pemeriksaan glukosa darah ada yang memerlukan puasa ada juga yang tidak, berdasarkan tujuan nya pemeriksaan glukosa darah dapat digunakan untuk diagnosis atau peyembuhan.

1. Pemeriksaan kadar glukosa darah sewaktu (GDS)

Pemeriksaan ini dapat dilakukan kapan saja dan di mana saja, sehingga dapat dilakukan secara mandiri oleh siapa saja termasuk orang dengan penyakit diabetes. Pemeriksaan ini bertujuan untuk mengukur kadar glukosa darah kapan saja terlepas dari kapan terakhir Anda makan. Tes GDS dilakukan secara random dalam satu hari, dikarenakan kadar glukosa darah bisa saja berubah setiap waktu pada orang dengan diabetes. Berbeda dengan orang yang sehat biasanya memiliki jumlah kadar glukosa darah yang tidak banyak berubah dalam satu hari. 

2. Pemeriksaan glukosa darah 2 jam post-prandial (GD2PP)

Pemeriksaan glukosa darah ini maksudnya adalah pemeriksaan glukosa darah yang dilakukan 2 jam setelah Anda makan. Pemeriksaan ini berguna untuk mengetahui apakah seseorang dengan penyakit diabetes sudah tepat dengan pola makannya. Jika pasien tersebut memiliki kadar glukosa tinggi, kemungkinan makanan yang Anda makan sebelumnya mengandung jumlah gula atau karbohidratnya tinggi, dan bisa sebaliknya. Pemeriksaan ini tidak dianjurkan untuk mendiagnosis apakah Anda menderita diabetes atau tidak.

3. Pemeriksaan glukosa darah puasa (GDP)

Pemeriksaan glukosa darah ini dilakukan setelah Anda berpuasa selama 8-10 jam. Pada instansi baik laboratorium atau rumah sakit, biasanya Anda akan disarankan untuk melakukan puasa pada malam sampai pagi hari, kemudian di pagi harinya Anda akan dilakukan tindakan pengambilan darah oleh petugas laboratorium untuk melakukan tes GDP ini. Tujuan pemeriksaan GDP adalah untuk mengetahui apakah Anda menderita prediabetes atau diabetes.

4. Tes toleransi glukosa oral (TTGO)

Pemeriksaan ini merupakan serangkaian tes yang dilakukan setelah Anda minum cairan manis yang mengandung gula dengan takaran yang sudah ditentukan oleh petugas laboratorium. Pemeriksaan ini biasanya digunakan untuk mendiagnosis diabetes yang terjadi selama kehamilan (diabetes gestasional). Selain itu, pemeriksaan TTGO ini juga bisa dilakukan setelah hamil jika wanita memiliki kadar gula darah tinggi selama kehamilan. Manfaat lain dari pemeriksaan TTGO, yaitu dapat digunakan untuk mendiagnosis prediabetes atau diabetes pada orang sehat.

5. Hemoglobin A1c (HbA1c) atau glikohemoglobin

Pemeriksaan HbA1c adalah pemeriksaan yang mengukur seberapa banyak glukosa (gula) yang menempel pada sel darah merah. Pemeriskaan HbA1c biasanya dilakukan pada penderita diabetes untuk mengetahui seberapa baik pasien tersebut bisa mengontrol penyakitnya dalam dua sampai tiga bulan terakhir. Dari hasil pengujian tersebut, biasanya dokter dapat menentukan apakah obat diabetes yang sedang dikonsumsi perlu diganti atau tidak. Hasil pemeriksaan HbA1c dapat memberi tahukan berapa kadar rata-rata gula darah Anda selama 3 bulan tersebut. Manfaat lainnya adalah dapat digunakan pada orang sehat untuk mendiagnosis apakah ia menderita diabetes atau tidak.

6. Glycated Albumin (GA)

Glycated Albumin adalah pemeriksaan yang mengukur albumin yang terglikasi  dan menggambarkan rata-rata glukosa darah 2-4 minggu sebelum pengukuran. Glycated Albumin merupakan suatu indeks kontrol glikemik yang tidak dipengaruhi oleh gangguan metabolisme hemoglobin dan masa hidup sel darah merah. Manfaat klinis pemeriksaan Glycated Albumin bisa digunakan pada saat terdapat kondisi patologis yang mempengaruhi pengukuran kadar HbA1c, yaitu :
  1. Kondisi anemia hemolitik, perdarahan, transfusi darah, varian hemoglobin, kehamilan, gagal ginja kronik (khususnya yang hemodialisis), sirosis hati, status defisiensi besi dan terapi dengan sediaan besi
  2. Ketika dibutuhkan pengendalian glukosa darah yang ketat
  3. Kondisi dimana terjadi perubahan glukosa darah yang sangat besar yakni DM tipe 1, dengan terapi insulin dan hiperglikemia post prandial
  4. Konfirmasi keberhasilan terapi awal dan saat perubahan pengobatan DM

PENTING Terimakasih sudah berkunjung ke website Kami. Untuk yang mengambil artikel dari website Kami, dimohon untuk mencantumkan sumber pada tulisan / artikel yang Anda muat. Terimakasih atas kunjungannya. Kerjasama media pubhlikasi, kirim e mail ke : laboratorium.medik@gmail.com.
Baca juga :
Infolabmed
Infolabmed infolabmed.com merupakan kanal informasi tentang Teknologi Laboratorium Medik meliputi Materi Kuliah D3 dan D4, Informasi Seminar ATLM, Lowongan Kerja. Untuk dukung website infolabmed tetap aktif silahkan ikut berdonasi melalui DANA = 085862486502.