-->
Menu

Pembelahan Meiosis

Friday, October 29, 2021

 


CIRI-CIRI PEMBELAHAN MEIOSIS

  • Pembelahan meiosis ditandai dengan adanya kromosom homolog yang berpasangan. 
  • Pembelahan meiosis adalah pembelahan sel yang menghasilkan empat sel anakan yang masing-masing sel anakan hanya memiliki separuh dari jumlah kromosom sel induk.

Pembelahannya hampir sama persis dengan mitosis. Diantara fasenya sama persis yaitu ada fase ; Profase, metaphase, anafase dan telophase. Yang membedakan adalah pada meiosis jumlah tiap fasenya. Pada meiosis ada profase 1 dan 2, dan seterusnya. Pada meisosis, akan menyelesaikan tahap 1 dahulu, kemudian melanjutkan fase 2 nya. 


Pada Profase 1 mulai ada pengelompokan kromosom yang sifatnya homolog. Karena kromosom punya lengan (panjang dan pendek) ketika dia berkumpul akan ada area crossing over (lengan bersinggungan) menyebabkan adanya variasi genetik. Hal ini menyebabkan di ovum ada gen-gen yang diwariskan. Selain pindah silang, mebran inti akan terpecah-pecah. Sentrosom akan membelah menjadi 2 = menjadi sentriol, masing-masingnya dihubungkan oleh mikrotubul (benang spindel). 


METAFASE 1
kromosom akan sejajar pad abidang pembelahan, kromosom yang masih berpsangan (2 kromosom). Antar lengan kromosomnya ada ikatan/pindah silang (materi genetik warna biru membawa materi genetik berwarna merah).


ANAFASE 1
Masing-masing dari kromosom homolog akan mmbelah jadi 2, berpisah, dan masing-masing akan ditarik oleh benang spindel. Kromosom ini memiliki genetik. 


TELOFASE 1
Pada telofase 1 ada dua tahap yaitu Kariokenesis dan Pembelahan sitoplasma, mulai melengkuk/membelah. kariokenesis merupakan terbentuknya dua membran inti, benang spindel hilang, dan sentriol sudah membentuk sentrosol. 


Setelah proses tahap 1 selesai, akan dilanjutkan ke tahap selanjutnya, yaitu ;


PROFASE 2
Masing-masing anakan akan membelah, mulai dari tahap 1, membran inti  menghilang, sentrosom membelah 2 sentriol, dan dihubungkan oleh benang spindel. Di selnya membawa kromosom yang sudah membawa materi genetik.


Metafase 2
Kromosom yang sudah membawa gen yang bertukar akan sejajar pada bidang pembelahan. 


Anafase 2
Masing-masing kromosom akan membelah menjadi kromatid, dibawa ke kutub sel. 


Telofase 2
Akan terbentuk dua sel anakan, dan akan terjadi kariokinesis dan sitokinesis. 


PERBEDAAN PEMBELAHAN MITOSIS DAN MEIOSIS



 

MITOSIS

MEIOSIS

PROFASE

Tidak ada pasangan kromosom homolog

Terdapat pasangan Kromosom homoloh

METAFASE

Kromosom sejajar pada bidang pembelahan

Metafase I : Kromosom homolog sejajar pada bidang pembelahan

ANAFASE & TELOFASE

·  Anafase I yang di tarik kromatid

·  Sel anakan 2 dengan jumlah kromsom 2n = diploid (sama dengan jumlah kromosom induk

·  Anafase I yang di tarik adalah kromosom

 




TAHAP SPERMATOOGENESIS


Proses spermatogenesis adalah proses pembentukan sel kelamin jantan (sel sperma) yang berlangsung di testis. 


Sel induk sperma atau spermatogonium yang bersifat diploid (2n) mengalami pembelahan secara mitosis membentuk spermatosit primer. Selanjutnya, spermatosit primer mengalami pembelahan meiosis tahap satu (meiosis I) membentuk dua spermatosit sekunder yang bersifat haploid (n). Spermatosit sekunder kemudian mengalami pembelahan meiosis tahap II (meiosis II) membentuk spermatid yang bersifat haploid (n). Akhirnya, spermatid mengalami diferensiasi atau perkembangan sehingga terentuk empat sel sperma atau spermatozoa yang matang.


TAHAP OOGONESIS


Proses oogenesis adalah proses pembentukan sel kelamin betina (sel telur) yang berlangsung di Ovarium. 

Folikel dan bakal sel telur tersebut berkembang semakin besar menjadi folikel primer, kemudian berkembang menjadi folikel sekudner, dan pad akhirnya menjadi folikel matang. Selama folikel berkembang, sel primordial akan membelah secara mitosis membentuk oogonium atau sel induk telur yang bersifat diploid (2n). Oogonium kemudian akan mengalami pembelahan mitosis membentuk oosit primer yang bersifat diploid (2n). Oosit primer kemudian mengalami pembelahan meiosis tahap I (meiosis I) membentuk satu oosit sekunder (n) dan satu polosit (n). Polosit (n) kemudian mengalami pembelahan meiosis tahap II (meiosis II) menghasilkan dua polosit (n). OOsit sekunder selanjutnya juga mengalami pembelahan meiosis tahap II (meiosis II) membentuk satu Ootid (n) dan satu polosit (n). Ootid kemudian mangalami diferensiasi membentuk ovum. Pada akhir persitiwa oogenesis, dari satu sel induk telur (oogonoium) akan dihasilkan satu sel telur (ovum) yang bersifat haploid (n) dan tiga polosit (badan polar) yang bersifat haploid (n). Namun, yang dapat berfungsi hanya satu sel telur (ovum). 


Sumber : Catatan Kuliah Biologi Molekuler D4 ATLM

Baca juga : 
DONASI INFOLABMED Bantu berikan donasi jika artikelnya dirasa bermanfaat. Donasi akan digunakan untuk memperpanjang domain www.infolabmed.com. Terima kasih.

Contact Form

Name

Email *

Message *

Protected by Copyscape