Mengenal Biosafety Cabinet

Table of Contents

Semua proses contoh uji dahak dan manipulasi contoh uji dahak cair harus dilakukan di dalam BSC. BSC merupakan primary containment ketika contoh uji diproses untuk inokulasi biakan atau untuk melakukan DST langsung. Oleh karena itu, teknik mikrobiologi yang baik dan penggunaan BSC yang tepat sangat penting agar pekerjaan dapat dilakukan dengan aman.

Mengenal Biosafety Cabinet


BSC kelas I atau kelas II direkomendasikan untuk laboratorium risiko sedang, tetapi lebih baik digunakan BSC kelas II tipe A2. BSC harus diletakkan jauh dari tempat lalu lalang petugas agar tidak mengganggu petugas ketika sedang bekerja di BSC. BSC juga tidak boleh menghadap ke pintu dan sistem ventilasi. Di antara BSC dan langit-langit harus terdapat area yang cukup luas agar aliran udara tidak terhambat.


Udara yang terkontaminasi di BSC dapat disaring menjadi udara bersih dan dapat juga dikeluarkan dari laboratorium melalui fi lter HEPA (High Efficiency Particulate Air) yang terletak di atas BSC. Bila udara dari laboratorium (selain dari BSC) akan dialirkan ke arah luar gedung tidak boleh mengenai bagian lain dalam gedung dan harus terpisah dari udara masuk.


Pemeriksaan biakan dan uji kepekaan TB merupakan kegiatan yang menimbulkan risiko tinggi sehingga harus dilakukan di laboratorium dengan desain yang mengacu pada minimal BSL 2 dengan praktik kerja yang sesuai dengan baku BSL 3.


Berdasarkan standar AS/NZS 2252.1:1994, AS/NZS 2252.2:1994, NSF/ANSI 49 – 2008 dan EN 12469 terdapat 3 kelas BSC, yaitu BSC kelas I, kelas II, dan kelas III. Berdasarkan standar NSF/ANSI 49 – 2008, BSC kelas II diklasifikasikan menjadi beberapa tipe, yaitu tipe A1, A2, B1, dan B2. BSC kelas II tipe A2 merupakan BSC yang direkomendasikan untuk suatu laboratorium yang menangani mikroorganisme seperti TB. BSC tersebut memiliki fungsi untuk melindungi petugas, lingkungan, dan produk.

Pembagian area kerja dalam Biosafety Cabinet (WHO, 2012).
Gambar : Pembagian area kerja dalam Biosafety Cabinet (WHO, 2012).


Penggunaan BSC kelas II 

  • Dianjurkan menggunakan BSC yang dasarnya tak berpori dan alasnya terbuat dari stainless steel.
  • Digunakan untuk melakukan tindakan pada bahan (tersangka) tercemar, seperti saat membuka wadah bahan, membuat sediaan mikroskopis, melakukan sentrifugasi (jika alatnya tidak bio-contained), melakukan pengocokan/pengguncangan, melakukan inokulasi bahan pada media, dsb.
  • Prosedur tetap pemakaian BSC harus tertulis dan tersedia di laboratorium, serta mudah dibaca oleh tiap pekerja. Harap selalu diperhtikan bahwa BSC tidak dirancang untuk melindungi pekerja dari tumpahan yang luas, pecahan atau teknik laboratorium yang buruk.
  • BSC yang rusak jangan dipakai.
  • Skema aliran udara pada BSC kelas II menjamin agar udara dari ruangan (kotor) masuk ke arah bawah di dalam kabinet, sebagian akan dimasukkan kembali ke dalam ruang kabinet setelah difi ltrasi, sebagian yang lain dilepas ke atas setelah melalui filter. Kabinet ini melindungi petugas dan spesimen dari kontaminasi.
  • Pembukaan panel kaca kabinet saat bekerja sesuai dengan petunjuk pemakaian.
  • Nyalakan exhaust fan sebelum bekerja sesuai dengan petunjuk pemakaian sampai dengan 5 menit setelah pekerjaan selesai.
  • Jangan menggunakan pembakar bunsen dalam kabinet karena mempermudah kerusakan filter. Pakailah micro-incinerator atau ose sekali pakai. 
  • Batasi jumlah bahan dan alat dalam kabinet sesedikit mungkin dan letakkan di belakang daerah kerja. Bahan dan pengendali alat yang digunakan harus terlihat melalui panel kaca. Bahan dan alat tidak boleh menghalangi aliran udara BSC. 
  • Sebelum dan sesudah melakukan pekerjaan area kerja harus didekontaminasi, baik permukaan maupun dinding BSC. Setelah selesai melakukan pekerjaan pada hari yang sama, seluruh permukaan BSC termasuk kaca bagian dalam harus didekontaminasi.
  • Lakukan pekerjaan di bagian tengah. Pisahkan barang bersih dengan kegiatan yang dapat menghasilkan aerosol minimal 12 cm. Pisahkan peletakkan bahan dalam tiga urutan, bersih (misalnya larutan pengencer steril), tempat pengerjaan, kotor (misalnya tempat pembuangan tip mikropipet).
  • Jangan biarkan botol dan tabung berisi bahan infeksius terbuka. Segera tutup kembali setelah dibuka.
  • Letakkan wadah berisi disinfektan dalam BSC untuk menampung limbah kegiatan atau wadah limbah lain yang dapat diotoklaf.
  • Hindari memasukkan dan mengeluarkan tangan berkali-kali. Hindari seminimal mungkin gerakan tangan menyamping dan berputar.
  • Dilarang lalu lalang di muka kabinet bila sedang tak bekerja.
  • Penggunaan sinar UV ô€†Ÿ dak direkomendasikan pada penggunaan BSC.
  • Fan kabinet harus dihidupkan 5 menit sebelum bekerja dan setelah pekerjaan di kabinet selesai.
  • Kalibrasi BSC dilakukan secara berkala minimal 1x per tahun.



Demikian pentingnya keamanan dan keselamatan untuk tenaga kesehatan khususnya tenaga teknologi laboratorium medik  yang benar-benar bersentuhan langsung dengan spesimen tersebut harus memiliki kemampuan meminimalkan resiko terpaparnya patogen sehingga dibutuhkannya ruang khusus dalam menangani spesimen mikrobiologi. 


PENTING : Terimakasih sudah berkunjung ke website infolabmed.com. Jika Anda mengutip dan atau mengambil keseluruhan artikel dalam websit ini, mohon untuk selalu mencantumkan sumber pada tulisan / artikel yang telah Anda buat. Kerjasama/media partner : laboratorium.medik@gmail.com.
Infolabmed
Infolabmed infolabmed.com merupakan kanal informasi tentang Teknologi Laboratorium Medik meliputi Materi Kuliah D3 dan D4, Informasi Seminar ATLM, Lowongan Kerja. Untuk dukung website infolabmed tetap aktif silahkan ikut berdonasi melalui DANA = 085862486502.

Post a Comment