BAKTERIOLOGI KLINIS | Bakteri patogen dan Prosedur Bakteriologis di Laboratorium

Table of Contents

BAKTERIOLOGI KLINIS | Bakteri patogen dan Prosedur Bakteriologis di Laboratorium. Laboratorium bakteriologi klinis mengisolasi dan mengidentifikasi bakteri patogen, yaitu bakteri yang dapat menyebabkan penyakit. Bakteri patogen menyebabkan penyakit dengan mengatasi pertahanan normal tubuh dan menyerang jaringan yang menyebabkan infeksi. Kerusakan ini disebabkan oleh pertumbuhan bakteri di jaringan atau oleh racun yang dihasilkan bakteri. Penyakit yang dapat menyebar dari orang ke orang disebut penyakit menular atau penyakit menular.

BAKTERIOLOGI KLINIS Bakteri patogen dan Prosedur Bakteriologis di Laboratorium


Bakteri patogen hanya terdiri dari sebagian kecil dari total populasi bakteri. Secara umum mikroorganisme ini dapat hidup bebas di tanah atau air. Beberapa dari mikroorganisme ini adalah penghuni alami tubuh manusia dan karenanya merupakan bagian dari flora normal. Patogen oportunistik adalah mikroorganisme yang menyerang tubuh dan menyebabkan penyakit hanya jika pertahanan kekebalan tubuh terganggu atau tidak ada.


Pekerjaan seorang petugas di laboratorium khusus bakteriologi yaitu mengisolasi mikroorganisme yang telah menginfeksi pasien. Setelah diisolasi, mikroorganisme tersebut akan menjalani berbagai tes untuk membantu mengidentifikasinya. Pengujian kerentanan antibiotik dilakukan untuk menentukan antibiotik yang paling efektif dalam mengobati infeksi. 


Prosedur Bakteriologis di Laboratorium yang Lebih Kecil


Prosedur pemeriksaan yang dilakukan di sebuah laboratorium kecil atau layanan dokter biasanya mencakup kultur tenggorokan atau uji rapid test, kultur urin, dan, kadang-kadang, tes Neisseria gonorrhoeae. Mikroorganisme dalam spesimen akan dilakukan kultur, diisolasi, dan diidentifikasi di tempat atau dikirim ke sebuah laboratorium rujukkan untuk diidentifikasi. 


Pengumpulan Spesimen


Sebelum bakteri yang diduga menyebabkan infeksi dapat diidentifikasi, spesimen harus dikumpulkan dan dilakukan pembiakan. Kultur adalah pertumbuhan bakteri pada media yang memberikan nutrisi bagi mikroorganisme. Panduan prosedur operasi standar (SOP) setiap fasilitas akan mencantumkan media yang harus digunakan untuk kultur berbagai jenis spesimen. Daftar tersebut akan mengkategorikan media baik menurut jenis bakteri yang dicurigai atau menurut tempat pengambilan spesimen, seperti luka. Selain itu, laboratorium rujukkan atau regional harus memberikan pedoman untuk pengumpulan dan pengangkutan spesimen ke laboratoriumnya.


Hasil kultur bakteri hanya dapat dijadikan acuan sebagai metode yang digunakan untuk mengumpulkan dan mengangkut spesimen. Karena serat kapas beracun bagi beberapa bakteri, spesimen harus dikumpulkan pada serat rayon atau Dacron. Organisme yang sensitif terhadap pengeringan harus segera ditempatkan dalam media khusus setelah pengumpulan atau viabilitasnya akan hilang.


Penyedia layanan kesehatan yang mengumpulkan spesimen harus mengetahui kebutuhan oksigen (O2) untuk berbagai bakteri. Organisme anaerob yang diangkut dalam atmosfer aerobik bisa mati; sistem transportasi anaerobik khusus harus digunakan. Demikian juga, jika organisme aerobik mengalami kondisi anaerob, kultur dapat gagal tumbuh, menyebabkan hasil kultur negatif palsu. Misalnya, N. gonorrhoeae, penyebab penyakit menular seksual gonore, memiliki kebutuhan pertumbuhan khusus pada tabel dibawah ini. Oleh karena itu, segera setelah pengumpulan, spesimen yang diduga mengandung N. gonorrhoeae harus diinokulasi ke media khusus, yang kemudian ditempatkan dalam atmosfer oksigen tereduksi dan peningkatan karbon dioksida (CO2).


Metode yang digunakan untuk mengidentifikasi bakteri
Tabel : Metode yang digunakan untuk mengidentifikasi bakteri


Mengidentifikasi Bakteri


Metode uji untuk membantu identifikasi bakteri meliputi morfologi mikroskopis, penampakan koloni, reaksi dengan pewarnaan Gram dan pewarnaan lainnya, pertumbuhan pada media khusus, reaksi biokimia, probe gen, dan reaksi antibodi. Empat jenis media yang umum digunakan untuk mengisolasi dan mengidentifikasi bakteri ditunjukkan pada Tabel dibawah ini.


Lima jenis media yang digunakan untuk mengisolasi dan mengidentifikasi bakteri
Tabel : Lima jenis media yang digunakan untuk mengisolasi dan mengidentifikasi bakteri


Pengujian Kerentanan Antibiotik


Setelah bakteri penyebab infeksi pasien diidentifikasi, kerentanan antibiotik bakteri harus ditentukan. Hal ini dapat dilakukan dengan mencari konsentrasi hambat minimum (KHM) berbagai antibiotik yang akan menghambat pertumbuhan bakteri atau dengan menggunakan metode Bauer-Kirby.


Metode Bauer-Kirby dilakukan pada permukaan padat medium Mueller-Hinton. Prosedur non-otomatis ini diinterpretasikan secara visual. MIC dapat ditentukan dengan menginokulasi organisme menggenang khusus dengan organisme. Pengenceran berbagai antibiotik ditambahkan ke dalam sumur, piring diinkubasi, dan sumur diperiksa untuk pertumbuhan bakteri. Jumlah minimum antibiotik yang menghambat pertumbuhan organisme ditentukan dan digunakan oleh dokter sebagai panduan pilihan antibiotik.


PENTING : Terimakasih sudah berkunjung ke website infolabmed.com. Jika Anda mengutip dan atau mengambil keseluruhan artikel dalam websit ini, mohon untuk selalu mencantumkan sumber pada tulisan / artikel yang telah Anda buat. Kerjasama/media partner : laboratorium.medik@gmail.com.

Infolabmed
Infolabmed infolabmed.com merupakan kanal informasi tentang Teknologi Laboratorium Medik meliputi Materi Kuliah D3 dan D4, Informasi Seminar ATLM, Lowongan Kerja. Untuk dukung website infolabmed tetap aktif silahkan ikut berdonasi melalui DANA = 085862486502.

Post a Comment