Pemeriksaan Neisseria (Gonococcus, Meningococcus)

Table of Contents
Pemeriksaan Neisseria (Gonococcus, Meningococcus).  Gonore merupakan infeksi pada permukaan membran mukosa  yang disebabkan oleh kuman diplokokus gram negatif Neisseria gonorrhoeae. Meskipun penyakit ini sering ditularkan melalui kontak seksual, gonore juga bisa ditularkan melalui kontak dengan jalan lahir yang terjadi pada persalinan normal. 


Bahan Pemeriksaan Neisseria (Gonococcus, Meningococcus) 

Hapus urogenital (uretra, vagina, serviks), endapan urine, cairan sendi, darah, eksudat mata, hapus tenggorokan. 

Identifikasi berdasarkan atas :
  1. Pemeriksaan mikroskopis dengan Gram
  2. Pembiakan
  3. Uji oksidase
  4. Uji biokimiawi
  5. PPNG tes (Betalaktamase tes)

Cara Kerja Pemeriksaan Neisseria (Gonococcus, Meningococcus)

1. Pemeriksaan mikroskopis

Pemeriksaan mikroskopis untuk Pemeriksaan Neisseria (Gonococcus, Meningococcus) dengan menggunakan pengecatan Gram dari bahan langsung (direct-preparate), hasilnya sebagai berikut :
Bentuk kokus berpasangan (duplococcus) seperti buah kopi atau ginjal, Gram negatif, biasanya intraseluler dalam lekosit. 

2. Pembiakan

Perbenihan yang dipakai dalam Pemeriksaan Neisseria (Gonococcus, Meningococcus), yaitu :
  • Agar coklat (G.C Agar)
  • Agar coklat dari Thayer-Martin
  • Cystine trypticase agar (CTA)
  • Agar darah
  1. Bahan pemeriksaan ditanam pada agar coklat, agar coklat Thayer-Martin dan agar darah sebagai kontrol. 
  2. Dieramkan pada suhu 35^0-37^0C selama 2 malam dengan ditambah CO2 (2-10%) di dalam eksikator yang dibawahnya diberi kapas basah supaya menjadi lembab. Atau bisa juga dengan menyalakan lilin dalam eksikator yang apabila lilin mati berarti O2 telah habis terbakar, konsentrasi CO2 yang tercapai kira-kira2% saja.  Agar darah dieramkan seperti biasa (aerob), kalau tumbuh pada perbenihan berarti Nesisseria apatogen. Pada agar coklat dan Thayer-Martin setelah tumbuh tampak koloni bulat, dengan diameter 2-3 mem, jernih mengkilat. 
  3. Dari koloni tersebut selanjutnya ditanam subkultur pada agar coklat dan Thayer-Martin. 

3. Uji Oksidase

Untuk uji oksidase pada Pemeriksaan Neisseria (Gonococcus, Meningococcus) diperlukan reagen HCl-tetrametil-p-finildiamin 1% dengan hari-hati diteteskan di atas koloni bakteri. Bila tes positif maka koloni berubah mula-mula merah jambu, kemudian menjadi merah ungu dan akhirnya hitam sesudah kira-kira 5 menit. 

4. Uji Biokimia

Pada uji biokimia untuk Pemeriksaan Neisseria (Gonococcus, Meningococcus) penentuan spesifiknya dapat dilihat dari hasil fermentasi pada CTA, sebagai berikut : 

  N. gonorrhoea    N. meningitidis 
 Glukosa    +  
 Maltosa
 Sakrosa

5. PPNG test (Uji Betalaktamase)

Pada Pemeriksaan Neisseria (Gonococcus, Meningococcus) dibutuhkan tes PPNSG, yang berguna untuk mementukan suku kuman Neisseria gonorrhoea yang resisten terhadap antibiotika penicillin. Suku kuman yang resisten merusak penicillin dengan perantaraan enzim Penicillinase (Betalaktamase) menjadi senyawa yang tidak aktif. 

Cara kerja PPNG Tes
Dibuat suspesnsi N. gonorrhoea (umur 2 malam) dalam larutan 0,1 ml Penicillin 6000 ug/ml.
Didiamkan dalam suhu kamar selama 30 menit. 
Ditambahkan 2 tetes larutan kanji 1% = amilum
Kemudian ditambah lagi 1 tetes larutan lugol (pro Gram) sampai terjadi warna biru. 

Interpretasi hasil pemeriksaan PPNG :
- Positif : Warna biru hilang dalam waktu 10 menit.
- Negatif : warna biru tetap tidak berubah. 

 
PENTING : Terimakasih sudah berkunjung ke website infolabmed.com. Jika Anda mengutip dan atau mengambil keseluruhan artikel dalam websit ini, mohon untuk selalu mencantumkan sumber pada tulisan / artikel yang telah Anda buat. Kerjasama/media partner : laboratorium.medik@gmail.com.


Infolabmed
Infolabmed infolabmed.com merupakan kanal informasi tentang Teknologi Laboratorium Medik meliputi Materi Kuliah D3 dan D4, Informasi Seminar ATLM, Lowongan Kerja. Untuk dukung website infolabmed tetap aktif silahkan ikut berdonasi melalui DANA = 085862486502.

Post a Comment