Menu

Dikira Maag Ternyata Batu Empedu

Sunday, March 29, 2020

Tingkat kesadaran masyarakat terhadap penyakit batu empedu ini masih sangat rendah. Tidak sedikit masyarakat beranggapan kelainan yang muncul akibat batu empedu sebagai sakit maag biasa karena gejalanya memang mirip. Baru setelah general check up masalah ini terungkap. 

Dikira Maag Ternyata Batu Empedu. Beberapa tahun terakhir, jumlah penderita batu empedu meningkat, karena adanya perubahan pola hidup, tingginya konsumsi lemak. Disamping itu terdapat perkembangan teknologi kedokteran untuk diagnosis batu empedu. Sehingga batu yang dahulu belum terdeteksi saat ini mulai terungkap. 

Dikira Maag Ternyata Batu Empedu

Menurut penelitian di Amerika 20 juta penduduk menderita batu kantong empedu dan 750 ribu kasus yang ditemukan harus melalui proses operasi yaitu dengan kolesistektomi (pengangkatan kantong empedu). 

Ada jargon populer terkait batu empedu yang menjadi faktor risiko penyakit tersebut, yakni 5F. Apa itu? female, fourty, fat, fertile, dan fancy alias perempuan, usia 40 tahun, gemuk dan memiliki banyak anak, dan suka makan yang enak-enak. Meski demikian, bukan berarti laki-laki tidak bakal terkena batu empedu. 

Disamping itu, masih ada faktor lain. Faktor risiko yang dimaksud antara lain dislipidemia, usia lanjut, dan faktor genetik. Dislipidemia sangat erat kaitannya dengan kadar kolesterol yang tinggi dalam darah. Oleh karenanya, terjadinya batu empedu terutama golongan batu kolesterol lebih mugkin terjadi pada mereka yang gemuk dan/atau menderita dislipidemia. Berdasarkan penelitian juga disebutkan bahwa wanita lebih beresiko 4 kali lipat terhadap terjadinya batu empedu dibandingkan laki-laki. 

Faktor risiko lain yaitu pemakaian obat-obatan hiperlipidemik (golongan fibrat), pemakaian kontrasepsi yang mengandung esterogen dalam jangka panjang, anemia hemolitik, serta pasien dengan kondisi khusus yang memberikan pemberian nutrisinya secara parenteral dalam waktu lama. Mengapa obat-obatan hiperlipidemik dapat meningkatkan risiko terjadinya batu empedu? Dikatakan oleh Dr. Andri, obat demikian akan mengeluarkan kolesterol yang tersimpan di hati ke kandung empedu. Lama kelamaan kandungan kolesterol dikandung empedu akan meningkat sehingga kemungkinan terjadinya batu empedu juga lebih besar. 

Sementara pada anemia hemolitik terjadi pemecahan hemoglobin yang berlebihan. Kondisi ini akan menyebabkan bilirubin sebagai hasil dari pemecahan hemoglobin menjadi sangat banyak di hati. Bilirubin tersebut selanjutnya akan masuk ke dalam kandung empedu, terjadi pemekatan dan akhirnya terbentuklah batu empedu jenis pigmen. 

Pada pasien dengan pemberian nutrisi pareteral yang lama juga dapat terjadi batu empedu. Hal ini disebabkan terjadinya hipomitilitas (melemahnya kontraksi) pada kandung empedu karena tidak ada makanan yang masuk ke dalam saluran pencernaan. Kondisi hipolotilitas ini akan menyebabkan pemekatan cairan empedu yang selanjutnya akan menyebabkan terjadinya batu empedu. 

Jenis Batu Empedu

Menurut Dr. Andri Saityoso Sulaiman, Sp.PD-KGEH dari Divisi Hepatologi Departemen Ilmu Penyakit Dalam RSUPN/CM-FKUI, terjadinya batu empedu dikaitkan dengan komposisi utama batu empedunya. Ada 3 jenis golongan batu empedu, yaitu batu kolesterol yang terbentuk dari kolesterol, batu pigmen/bilirubin yang dibentuk dari kalsium bilirubinat, serta campuran antara kolesterol dan pigmen. Batu kolesterol biasanya berasal dari metabolisme kolesterol di dalam hati. Karena sebagian kolesterol tersebut dialirkan ke kandung empedu, maka pada metabolisme kolesterol yang berlebihan akan memungkinkan terjadinya hipersaturasi dan akhirnya mudah terbentuk batu empedu. Apalagi jika memang terdapat penurunan motilitas (kontraksi) pada kandung empedu. 

Mirip Maag

Dr. Andri mengatakan, adanya batu empedu tidak dirasakan pada sebagian besar penderitanya. Maka dari itu, keadaan ini disebut juga dengan silent stone yang seringkali ditemukan pada pemeriksaan USG secara tidak sengaja. Ada juga yang mengeluhkan rasa kembung, mual, nyeri ulu hati, dimana gejalanya sangat mirip dengan dyspepsia atau maag. Namun sebagian orang yang mengeluhkannya ternyata memang menderita dyspepsia. 

Tidak adanya gejala ini disebabkan oleh batu yang masih berada di kandung empedu, yang belum menimbulkan peradangan maupun infeksi. Namun jika batu berpindah ke saluran empedunya, sangat mungkin akan menimbulkan gejala. Pada fase awal, nyeri dirasakan di ulu hati yang dapat bertahan hingga 60 menit. Kemudian perlahan-lahan nyeri menghilang dan tidak dirasakan sama sekali. Hal ini dapat berulang hingga beberapa kali sehingga pada sebagian orang akan menimbulkan gangguan dalam beraktivitas sehari-hari. 

Selanjutnya, jika sudah terjadi peradangan, penderitanya akan merasakan nyeri di perut kanan atas. Atau bisa juga penderitanya merasakan nyeri yang menjalar perut kanan atas. 

Jika batu empedu menyumbat muara yang semput disaluran empedu, maka penderitanya akan tampak kuning. Hal ini disebabkan  batu yang menyumbat akan menghambat cairan empedu yang seharusnya dialirkan ke usus halus. 

Pada pemeriksaan fisik didapatkan murphy's sign, yaitu rasa nyeri akan semakin bertambah ketika penderita menarik nafas dalam sambil dilakaukan penekanan pada perut kanan atas. Jika didapatkan murphy's sign positif, maka kemungkinan besar seseorang menderita batu empedu. Pada pemeriksaan darah juga didapatkan peningkatan sel darah putih (lekositosis). 

Cara paling mudah untuk mengetahui adanya batu dikandung empedu adalah dengan pemeriksaan USG. Dikatakan oleh Dr. Andri, pemeriksaan ini memiliki sensitivitas dan spesifisitas yang cukup tinggi yakni 75%. Jika ditemukan peradangan pada kandung empedu, maka tampak penebalan dan edema pada dindingnya. Pada kasus yang kronik, tampak dinding kandung empedu mengalami penabalan, tanpa edema. Sedangkan pada kasus silent stone, tidak ditemukan kelainan yang berarti pada struktur kandungan empedunya. 

Sementara untuk mengetahui kandungan dari batu empedunya, pemeriksaan foto polos bisa dijadikan pilihan pemeriksaan. Pada batu empedu jenis kolesterol, biasanya pada pemeriksaan foto polos tidak tmapak, atau dalam istrilah radiologi disebut dengan radiolusen. Sedangkan pada batu empedu jenis pigmen, akan tampak bayangan putih yang disebut dengan radioopak. 


Sumber : 
  1. Majalah Kesehatan Keluarga Dokter Kita 
PENTING : Terimakasih sudah berkunjung ke website infolabmed.com. Jika Anda mengutip dan atau mengambil keseluruhan artikel dalam websit ini, mohon untuk selalu mencantumkan sumber pada tulisan / artikel yang telah Anda buat. Kerjasama/media partner : laboratorium.medik@gmail.com.
DONASI INFOLABMED Bantu berikan donasi jika artikelnya dirasa bermanfaat. Donasi akan digunakan untuk memperpanjang domain www.infolabmed.com. Terima kasih.

Contact Form

Name

Email *

Message *