Menu

Sengsara Karena Batu

Saturday, March 28, 2020

Terbentuknya batu didalam saluran kencing ataupun empedu bisa jadi tanpa gejala. Padahal efeknya bisa mengakibatkan masalah serius untuk kesehatan. Gaya hidup berperan dalam menghindari penyakit ini. 

Penyakit batu. Masyarakat kerap menyebutnya begitu. Kehadiran batu didalam tubuh seperti didalam saluran kemih dan ginjal maupun di empedu kerap menyusahkan si pemilik tubuh tempat batu itu bersarang. Karena tidak sedikit yang muncul tanpa gejala, maka batu ini sering dikenal dengan the silent stone (batu yang terjadi tanpa menimbulkan gejala).

Sengsara Karena Batu

Tidak hanya saluran kemih, pada saluran empedu batu juga bisa terbentuk batu. Batu di kandung empedu dalam bahasa medis disebut sebagai kolelitiasis, yang maksudnya adalah kumpulan beberapa unsur yang mebentuk material menyerupai batu di dalam kandung empedu. Sedangkan adanya batu di dalam saluran empedu disebut sebagai koledokolitiasis yang biasanya  berasal dari batu kandung empedu yang berpindah ke saluran empedu. Ada juga yang menyebut batu empedu sebagai gallstones dan biliary calculus. 

Menurut Dr. Andri Sanityoso Sulaiman, Sp.PD-KGEH dari Divisi Hepatilogi Departemen Ilmu Penyakit Dalam RSUPN/CM-FKUI, terjadinya batu empedu tidak lepas dari pola hidup yang tidak sehat, misalnya makanan tinggi lemak dan berbadan gemuk merupakan risiko utama menderita batu empedu. 

"Orang yang mengalami dislipedemia, usia lanjut, kenis kelamin wanita, dan gaktor genetik juga berpotensi terkena batu empedu," katanya. Obesitas dan dislipidemia sangat erat kaitannya dengan kadar kolesterol yang tinggi dalam darah. Oleh karenanya, terjadinya batu empedu terutama golongan batu kolesterol lebih mungki terjadi pada mereka yang gemuk dan/atay menderita dislipedmia. 

Hal senada juga diungkapkan Dr. Nur Rasyid, SpU, Staf Departemen Urologi FKUI-RSCM mengenai batu saluran kemih. Munculnya batu ginjal disebabkan oleh beberapa hal, diantaranya faktor keturunan, suhu, makanan dan tidak kalah pentin adalah gaya idrup. Batu ginjal dapat terjadi ketika urine yang tebentuk sangat kental, sehingga mineral dan berbagai senyawa yag terdapat di dalam air seni (urine) membentuk semacam endapan kristal pada bagian dalam ginjal. 

Mineral tersebut diantaranya kalsium, oksalat, dan garam. Jika kita banyak minum dan urin yang terbentuk cukup banyak, sebagaian besar endapat tersebut keluar bersama urin, Namun bila minum kurnag, dan urin menjadi kental maka maka endapan yang terbentuk akan semakin banyak, menumpuk dan makin besar.

Ada beberapa hal yang bisa menjadi penyebab terjadinya batu ginjal menurut Dr. Nur Rasyid. Selain kurang minum, faktor keturunan, serta cuaca yang panas sehingga mengakibatkan tubuh banyak mengeluarkan keringat bisa menjadi penyebabnya. Bagi Anda yang memiliki gaya hidup jarang bergerak atau berolahraga, rentan mengalami batu ginjal. Karena jika lebih banyak diam, tulang akan lebih manyak mengeluarkan kalsium ke dalam darah dan beredar hingga ke ginjal. Padahal kalsiummerupakan satu mineral yang bisa mengakibatkan batu ginjal. 

"Batu yang terbentuk di ginjal awalnya adem ayem saja. Suatu saat, ketika mulai membesar, batu itu akan turun menuju saluran kemih. Barulah kemudian timbul gejala seperti melilit atau nyeri yang hebat di pinggang," jelas Dr. Nur Rasyid. 

Dr. Andri menambahkan, pada penderita batu empedu, adanya batu empedu tidak dirasakan pada sebagian besar penderita. Maka dari itu, keadaan ini disebut juga dengan silent stone yang seringkali ditemukan pada pemeriksaan USG secara tidak sengaja. Ada juga yang mengeluhkan rasa kembung, mual, nyeri ulu hati, dimana gejalanya sangat mirip dengan dyspepsia atau maag. Namun sebgaian orang yang mengeluhkannya ternyata memang menderita dyspepsia. 

Tidak adanya gejala ini disebabkan oleh batu yang masih berada di kandung empedu, yang belum menimbulkan peradangan maupun infeksi. namun jika batu berpindah ke saluran empedunya, sangat mungkin akan menimbulkan gejala. Pada fase awal, nyeri dirasakan di ulu hati yang dapat bertahan hingga 60 menit. Kemudian perlahan-lahan nyeri menghilang dan tidak dirasakan sama sekali. Hal ini dapat berulang hingga beberapa kali sehingga pada sebagian orang akan menimbulkan gangguan dalam beraktivitas sehari-hari. 

Selanjutnya, jika sudah terjadi peradangan, penderitanya akan menrasakan nyeri di perut kanan atas. Atau bisa juga penderitanya merasakan nyeri yang menjalar ke perut kanan atas. 

Jika batu empedu menyumbat muara yang sempit di saluran empedu, maka penderitanya akan tampak kuning. Hal ini disebabkan batu yang menyumbat akan menghambat cairan empedu yang seharusnya dialirkan ke usus halus. 

Jika tidak ditangani, batu akan menyumat saluran empedu sehingga pasien menjadi kuning (jaundice). Sementara batu ginjal yang dibiarkan terus menerus tanpa penanganan bisa berujung pada gagal ginjal. Padahal, fungsi ginjal amatlah vital, karena ia menyaring semua racun untuk dikeluarkan dari tubuh. Beban biaya akibat gagal ginjal yang juga tidak sedikit, yang pastinya akan menggoyahkan perekonomian keluarga. 

Penderita Semakin Meningkat


Belum ada data pasti berapa jumlah penderita batu empedu maupun batu saluran kemih di Indonesia. Sebagai catatan, di negara barat batu empedu ini sering terjadi. Sebagai gambaran di Amerika Serikat setidaknya terdapat 20 juta orang penderita batu empedu. Sedangkan untuk Indonesia, belum ada data yang tepat jumlah penderitanya. Di Amerika, kebanyakan kasus batu empedu adalah batu kolesterol sebab gaya hidup dan faktor resiko masyarakat Amerika yang dekat sekali dengan konsumsi lemak dan obesitas. 

Begitu juga dengan data penderita saluran kemih. Kendati angka pastinya masih gelap, namun jumlahnya diperkirakan kian bertambah. Menurut Dr. Nur Rasyid, kasus batu pada saluran kemih sangat dipengaruhi pada kesadaran masyarakat. Pada masyarakat yang memiliki edukasi baik seperti di eropa, kasus batu yang ditemukan pada mereka terbilang sudah jarang yang berbentuk batu yang besar. Kebanykaan adalah kasus batu dibawah 2 cm. Fakta tersebut berbanding dengan kasus-kasus batu saluran kemihdi Indonesia. Dengan latar belakang masyarakat yang belum memiliki kesadaran tentang penyakit ini, Dr. Nur Rasyid masih kerap menemui kasus batu saluran kemih berbentuk besar atau biasa disebut dengan batu cetak dengan ukuran 5 cm ke atas. 

Kemajuan teknologi kedokteran merupakan berkah bagi penanganan batu empedu dan batu batu saluran kemih. Batu empedu yang tersembunyi dan dahulunya sulit didiagnosis perlahan mulai menemukan titik terang. Begitu juga dengan saluran kemih, yang bahkan lebih maju lagi karena sudah bisa ditangani tanpa operasi. 

Tinggal sekarang, bagaimana meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap bahaya kedua penyakit tersebut yang notabene masih rendah. Apalagi, orang kerap beranggap bahwa keluhan yang muncul karena batu empedu adalah penyakit maag atau penyakit perut lainnya. Padahal tidaklah demikian. Sama dengan batu saluran kemih yang dianggap sebagai pegal-pegal biasa akibat kelelehan usai bekerja. 


Sumber : 
  1. Majalah Kesehatan Keluarga Dokter Kita 
PENTING : Terimakasih sudah berkunjung ke website infolabmed.com. Jika Anda mengutip dan atau mengambil keseluruhan artikel dalam websit ini, mohon untuk selalu mencantumkan sumber pada tulisan / artikel yang telah Anda buat. Kerjasama/media partner : laboratorium.medik@gmail.com.
DONASI INFOLABMED Bantu berikan donasi jika artikelnya dirasa bermanfaat. Donasi akan digunakan untuk memperpanjang domain www.infolabmed.com. Terima kasih.

Contact Form

Name

Email *

Message *