Total Pageviews

Check Page Rank

Apa itu Pemeriksaan Protein C-Reaktif?

Posted by On 1:19 PM


Apa itu Pemeriksaan Protein C-Reaktif https://www.webmd.com
Apa itu Pemeriksaan Protein C-Reaktif.

Infolabmed. Jika Anda memiliki kadar kolesterol tinggi, Anda mungkin telah diberitahu oleh dokter Anda untuk menurunkan kadar LDL pada pengujian darah yang Anda lakukan. LDL bisa dikatakan sebagai "kolesterol jahat," LDL dapat berkontribusi terhadap plak yang menyumbat pembuluh darah arteri Anda. Penyumbatan inilah yang dapat menyebabkan serangan jantung atau stroke.



Pemeriksaan LDL ini hanya sebagian dari cerita dari berbagai pemeriksaan laboratorium dan terjadinya penyumbatan pembuluh darah. Pada sebuah penelitian yang menunjukkan bahwa hanya 50% orang yang menderita serangan jantung memiliki kadar LDL yang tinggi. Jadi, banyak dokter menggunakan tes lain yang disebut pemeriksaan C-reactive protein (CRP) untuk membantu mencari tahu resiko yang akan terjadi.

C-reactive protein (CRP) diproduksi oleh hati. Kadarnya akan naik ketika ada peradangan pada tubuh Anda. Sedangkan, Kolesterol LDL tidak hanya melapisi dinding arteri Anda, tetapi juga merusak dinding pembuluh darah. Kerusakan ini yang dapat menyebabkan peradangan, dimana tubuh akan mencoba untuk menyembuhkan dengan mengirimkan "tim respon" dari protein yang disebut "reaktan fase akut." CRP adalah salah satu dari protein ini.

Sebuah penelitian menemukan bahwa pemeriksaan untuk menilai kadar CRP merupakan indikator yang lebih baik untuk  cardiovascular disease (CVD) daripada menggunakan pemeriksaan LDL. Tetapi, penting untuk mengetahui bahwa tes CRP bukan tes spesifik untuk penyakit jantung. Pemeriksaan CRP merupakan pemeriksaan yang dilakukan untuk melihat peradangan yang terjadi dalam tubuh.

Selain itu, pemeriksaan CRP ini juga dapat digunakan untuk mendiagnosa orang yang menderita penyakit autoimun seperti lupus dan rheumatoid arthritis. Kedua penyakit tersebut juga menyebabkan peradangan. Seorang dokter mungkin akan melakukan pemeriksaan pada seseorang dengan kondisi baik untuk melihat apakah obat anti-inflamasi tersebut bekerja, meskipun pemeriksaan CRP ini tidak dapat menentukan di mana peradangan berlangsung.

Variasi tes CRP yaitu, high-sensitivity CRP (hs-CRP), digunakan untuk memeriksa penyakit kardiovaskular.

Pemeriksaan ini merupakan pemeriksaan darah sederhana. Sampel diambil dari pembuluh darah, kemungkinan besar dilakukan pengambilan yang letaknya pada lengan Anda. Tidak diperlukan persiapan khusus (seperti puasa). Pemeriksaan mungkin akan dipengaruhi oleh obat-obatan yang sedang Anda minum saat ini, jadi tanyakan kepada dokter Anda jika Anda perlu untuk tidak meminum sebelum dilakukan pemeriksaan. Sampel darah diuji di laboratorium.



Berikut ini merupakan nilai rujukkan pada pemeriksaan hs-CRP :
  • tingkat hs-CRP lebih rendah dari 1,0 mg / L - risiko rendah CVD (penyakit jantung)
  • tingkat hs-CRP 1,0 mg / L dan 3,0 mg / L - risiko moderat CVD
  • tingkat hs-CRP lebih dari 3.0 mg / L - risiko tinggi CVD

Kadar yang meningkat bisa menjadi merupakan tanda kanker, infeksi, penyakit radang usus, lupus, rheumatoid arthritis, tuberkulosis, atau penyakit lain. Selain itu, dengan kadar yang meningkat bisa dikarenakan Anda berada di paruh kedua kehamilan atau Anda menggunakan pil KB.

Pemeriksaan hs-CRP paling berguna untuk orang-orang yang memiliki 10% -20% kemungkinan mengalami serangan jantung dalam 10 tahun ke depan. Pemeriksaan ini tidak membantu untuk orang dengan risiko yang lebih tinggi atau lebih rendah.

Karena kadar CRP Anda bisa bervariasi, tes harus dilakukan dua kali (dengan jarak 2 minggu) untuk menentukan risiko penyakit jantung Anda. Penting juga untuk diingat bahwa Anda bisa saja hasil pemeriksaan kadar CRP nya tinggi tanpa harus menderita penyakit jantung. Jadi, penting juga untuk melakukan pemeriksaan kadar LDL kolesterol untuk mendapatkan gambaran lengkap risiko CVD Anda.

Saat ini, obat statin dapat menurunkan kadar LDL juga dinyatakan dapat menurunkan kadar CRP. Selain obat tersebut, Anda juga harus membuat beberapa perubahan terhadap gaya hidup (mengurangi makanan berlemak, berhenti merokok, dan mulai berolahraga) pada saat yang bersamaan. (Sumber : Web MD)

PENTING Terimakasih sudah berkunjung ke website Kami. Untuk yang mengambil artikel dari website Kami, dimohon untuk mencantumkan sumber pada tulisan / artikel yang Anda muat. Terimakasih atas kunjungannya.
Baca juga :


Next
« Prev Post
Previous
Next Post »