Prosedur Pemeriksaan ACA IgG & IgM: Pra-Analitik, Analitik, dan Pasca-Analitik

Table of Contents

 

Prosedur Pemeriksaan ACA IgG & IgM: Pra-Analitik, Analitik, dan Pasca-Analitik

INFOLABMED.COM - Pemeriksaan ACA (Anticardiolipin Antibody) IgG dan IgM merupakan salah satu uji serologi penting dalam diagnosis gangguan autoimun, khususnya sindrom antifosfolipid (APS). 

Pemeriksaan ini digunakan untuk mendeteksi antibodi terhadap kardiolipin yang dapat meningkatkan risiko trombosis dan komplikasi kehamilan.

Baca Juga: Toxoplasma IgM/IgG: Cara Membaca Hasil Tes & Risikonya bagi Kehamilan

Agar hasil pemeriksaan akurat dan dapat dipercaya, diperlukan pemahaman yang baik mengenai prosedur pemeriksaan ACA IgG & IgM mulai dari tahap pra-analitik, analitik, hingga pasca-analitik.


1. Apa Itu Pemeriksaan ACA IgG & IgM?

Pemeriksaan ACA bertujuan untuk mendeteksi antibodi:

  • IgG anticardiolipin → berkaitan dengan risiko trombosis jangka panjang
  • IgM anticardiolipin → sering muncul pada fase awal respons imun

Pemeriksaan ini sering direkomendasikan pada pasien dengan:

  • Riwayat keguguran berulang
  • Trombosis tanpa sebab jelas
  • Kecurigaan penyakit autoimun

2. Tahap Pra-Analitik: Penentu Kualitas Sampel

Tahap pra-analitik merupakan fase awal yang sangat krusial dalam pemeriksaan ACA.

a. Persiapan Pasien

  • Tidak memerlukan puasa khusus
  • Informasikan riwayat obat (antikoagulan atau imunosupresan)
  • Hindari pengambilan saat kondisi infeksi akut (jika memungkinkan)

b. Pengambilan Sampel

  • Menggunakan darah vena
  • Tabung yang digunakan: tabung serum (tanpa antikoagulan)
  • Volume cukup untuk pemeriksaan serologi

c. Penanganan Sampel

  • Sampel didiamkan hingga membeku, kemudian disentrifugasi
  • Serum dipisahkan dengan hati-hati
  • Hindari hemolisis, lipemia, dan ikterik yang dapat mengganggu hasil

d. Penyimpanan dan Transportasi

  • Serum disimpan pada suhu 2–8°C jika diperiksa dalam waktu singkat
  • Untuk penyimpanan lebih lama, dapat dibekukan (-20°C)

3. Tahap Analitik: Proses Pemeriksaan Laboratorium

Tahap analitik merupakan inti dari pemeriksaan ACA.

a. Metode Pemeriksaan

Metode yang umum digunakan meliputi:

1. ELISA (Enzyme-Linked Immunosorbent Assay)

  • Metode standar
  • Sensitif dan spesifik
  • Mengukur kadar antibodi IgG dan IgM

2. CLIA/ECLIA

  • Teknologi otomatis berbasis kemiluminesensi
  • Waktu pemeriksaan lebih cepat
  • Akurasi tinggi

b. Prinsip Pemeriksaan

  • Antigen kardiolipin akan berikatan dengan antibodi dalam serum pasien
  • Reaksi antigen-antibodi menghasilkan sinyal yang dapat diukur
  • Intensitas sinyal sebanding dengan kadar antibodi

c. Quality Control

  • Kalibrasi alat secara rutin
  • Penggunaan kontrol positif dan negatif
  • Validasi hasil sebelum pelaporan

4. Tahap Pasca-Analitik: Interpretasi dan Pelaporan

a. Pelaporan Hasil

Hasil biasanya dilaporkan dalam satuan:

  • GPL (IgG Phospholipid Units)
  • MPL (IgM Phospholipid Units)

Kategori hasil:

  • Negatif
  • Borderline
  • Positif

b. Interpretasi Klinis

  • Positif IgG tinggi: risiko trombosis lebih signifikan
  • Positif IgM: dapat menunjukkan infeksi atau respons imun awal
  • Hasil harus dikonfirmasi dengan pemeriksaan ulang setelah 12 minggu untuk diagnosis APS

c. Faktor yang Mempengaruhi Hasil

  • Infeksi akut
  • Obat-obatan
  • Kondisi autoimun lain

5. Peran ATLM dalam Pemeriksaan ACA

Ahli Teknologi Laboratorium Medik (ATLM) memiliki peran penting dalam:

  • Menjamin kualitas sampel
  • Menghindari kesalahan pra-analitik
  • Melakukan pemeriksaan sesuai SOP
  • Memberikan hasil yang valid dan tepat waktu

Ketelitian ATLM sangat berpengaruh terhadap keakuratan diagnosis pasien.


6. Kesalahan yang Sering Terjadi

Beberapa kesalahan yang perlu dihindari:

  • Sampel hemolisis
  • Penyimpanan tidak sesuai suhu
  • Tidak melakukan kontrol kualitas
  • Interpretasi tanpa mempertimbangkan kondisi klinis

Pemeriksaan ACA IgG & IgM merupakan alat penting dalam diagnosis sindrom antifosfolipid dan gangguan autoimun lainnya. 

Baca Juga: Tes ACA IgG dan IgM: Pemahaman Lengkap untuk Deteksi Sindrom Antifosfolipid (APS)

Prosedur pemeriksaan yang meliputi tahap pra-analitik, analitik, dan pasca-analitik harus dilakukan dengan cermat untuk memastikan hasil yang akurat.

Kolaborasi antara ATLM dan klinisi sangat diperlukan agar hasil pemeriksaan dapat diinterpretasikan dengan tepat dan memberikan manfaat maksimal bagi pasien.


Follow Media Sosial Infolabmed.com melalui chanel Telegram Klik di sini, Facebook Klik di sini, Twitter/X Klik di sini. Berikan DONASI terbaikmu untuk perkembangan website infolabmed.com melalui Donasi via DANA Klik untuk Donasi.



Fitri Aisyah
Fitri Aisyah Selamat datang di my blog! Blog ini membahas dunia laboratorium medik dengan cara yang mudah dipahami. Dari teknik pemeriksaan, interpretasi hasil laboratorium, hingga tips seputar kesehatan, semuanya dikemas simpel, jelas, dan berbasis bukti ilmiah. Yuk, eksplorasi ilmu laboratorium bersama! 🔬🚀

Post a Comment