Tes ACA IgG dan IgM: Pemahaman Lengkap untuk Deteksi Sindrom Antifosfolipid (APS)

Table of Contents

 

Tes ACA IgG dan IgM: Pemahaman Lengkap untuk Deteksi Sindrom Antifosfolipid (APS)

INFOLABMED.COM -Dalam dunia diagnostik, terutama untuk menyelidiki penyebab keguguran berulang atau trombosis yang tidak biasa, Anda mungkin akan dirujuk untuk melakukan tes ACA IgG dan IgM

Tes ini merupakan bagian penting dari pemeriksaan untuk mendeteksi Sindrom Antifosfolipid (APS). 

Baca Juga: ANA Profile: Tes Penting untuk Diagnosis Penyakit Autoimun, Ini yang Perlu Anda Tahu!

Apa sebenarnya tes ACA IgG dan IgM itu? Siapa yang membutuhkannya dan bagaimana menginterpretasikan hasilnya? Simak penjelasan lengkapnya berikut ini.

Apa Itu Tes ACA IgG dan IgM?

Tes ACA (Anticardiolipin Antibody) adalah pemeriksaan darah yang mengukur kadar dua jenis antibodi, yaitu Immunoglobulin G (IgG) dan Immunoglobulin M (IgM), yang ditujukan terhadap cardiolipin (sejenis fosfolipid). 

Antibodi ini merupakan bagian dari antibodi antifosfolipid (aPL).

Pada kondisi normal, tubuh tidak memproduksi antibodi ini dalam jumlah signifikan. 

Namun, ketika kadar ACA IgG dan/atau IgM tinggi dan menetap, hal ini dapat mengindikasikan adanya gangguan autoimun yang disebut Sindrom Antifosfolipid (APS)

APS menyebabkan darah cenderung mudah membeku (trombosis), yang dapat berisiko pada pembuluh darah vena dan arteri, serta komplikasi kehamilan.

Mengapa Tes ACA IgG dan IgM Diperlukan?

Dokter akan merekomendasikan tes ACA IgG dan IgM jika seseorang mengalami gejala atau kondisi yang mengarah pada APS, seperti:

  1. Keguguran Berulang: Terutama pada usia kehamilan trimester kedua, atau keguguran berulang tiga kali atau lebih pada trimester pertama.
  2. Trombosis: Mengalami penggumpalan darah (trombosis) di pembuluh darah vena (contoh: Deep Vein Thrombosis/DVT) atau arteri (contoh: stroke) tanpa faktor risiko yang jelas, atau pada usia muda.
  3. Hasil Tes aPTT Memanjang: Terutama jika dicurigai adanya Lupus Anticoagulant (LA).
  4. Diagnosis Penyakit Autoimun Lain: Seperti Systemic Lupus Erythematosus (SLE), dimana APS seringkali menyertai.
  5. Trombositopenia: Jumlah trombosit yang rendah tanpa penyebab yang jelas.

Bagaimana Prosedur Tes Dilakukan?

Prosedur tes ACA IgG dan IgM relatif sederhana:

  • Tenaga medis akan mengambil sampel darah dari vena di lengan Anda.
  • Sampel darah kemudian dikirim ke laboratorium untuk dianalisis.
  • Di lab, kadar ACA IgG dan IgM diukur, biasanya dalam satuan GPL (untuk IgG) dan MPL (untuk IgM).

Tidak diperlukan persiapan khusus seperti puasa sebelum pemeriksaan ini.

Interpretasi Hasil Tes ACA IgG dan IgM

Memahami hasil tes ACA IgG dan IgM membutuhkan keahlian dokter. Secara umum, hasil dapat dikategorikan sebagai berikut:

  • Negatif/Normal: Kadar ACA IgG dan IgM rendah atau tidak terdeteksi. Ini menunjukkan tidak adanya antibodi anticardiolipin yang signifikan.
  • Positif Rendah/Positif Lemah: Kadar antibodi sedikit meningkat. Hasil ini perlu diulang setelah 12 minggu untuk memastikan apakah peningkatannya menetap (persisten), karena infeksi sementara juga dapat menyebabkan peningkatan sementara.
  • Positif Sedang hingga Tinggi: Kadar ACA IgG dan/atau IgM yang secara signifikan tinggi dan menetap (dikonfirmasi dengan tes ulang setelah minimal 12 minggu) sangat menguatkan diagnosis APS.

Penting untuk Diingat:

  • Diagnosis APS tidak hanya berdasarkan tes ACA IgG dan IgM positif. Dokter akan mempertimbangkan tiga kriteria utama (Kriteria Sapporo), yaitu: 1) Gejala klinis (trombosis atau komplikasi kehamilan), 2) Minimal dua kali hasil tes antibodi antifosfolipid positif dengan jarak minimal 12 minggu (yang bisa berupa ACA IgG/IgM, Lupus Anticoagulant/LA, atau antibodi anti-β2-Glikoprotein I).
  • Hasil positif pada tes ACA IgM saja umumnya memiliki kaitan klinis yang lebih lemah dibandingkan dengan hasil positif pada tes ACA IgG.

Apa yang Harus Dilakukan Jika Hasilnya Positif?

Jika hasil tes ACA IgG dan IgM Anda positif menetap, jangan panik. 

Dokter akan merencanakan penanganan yang tepat berdasarkan gejala dan kondisi Anda. 

Tujuan pengobatan adalah untuk mencegah pembentukan gumpalan darah dan komplikasi kehamilan, biasanya dengan pemberian obat pengencer darah seperti aspirin dosis rendah atau warfarin.

Tes ACA IgG dan IgM adalah pemeriksaan penunjang kunci untuk mendiagnosis Sindrom Antifosfolipid (APS), suatu kondisi autoimun yang serius. 

Baca Juga: Mengenal Anticentromere Antibody Test: Pemeriksaan Penting untuk Sindrom CREST

Tes ini sangat penting bagi individu dengan riwayat keguguran berulang, trombosis yang tidak dapat dijelaskan, atau penyakit autoimun seperti lupus. 

Interpretasi hasilnya harus dilakukan oleh dokter yang merawat, dengan mempertimbangkan keseluruhan kondisi klinis dan hasil tes lain untuk mendapatkan diagnosis dan penanganan yang akurat.


Follow Media Sosial Infolabmed.com melalui chanel Telegram di sini, Facebook di sini, dan Twitter/X di sini. Berikan DONASI terbaikmu untuk perkembangan website infolabmed.com melalui Donasi via DANA.

Fitri Aisyah
Fitri Aisyah Selamat datang di my blog! Blog ini membahas dunia laboratorium medik dengan cara yang mudah dipahami. Dari teknik pemeriksaan, interpretasi hasil laboratorium, hingga tips seputar kesehatan, semuanya dikemas simpel, jelas, dan berbasis bukti ilmiah. Yuk, eksplorasi ilmu laboratorium bersama! 🔬🚀

Post a Comment