Fecal Lactoferrin: Penanda Inflamasi Usus pada Gangguan Saluran Cerna
INFOLABMED.COM – Fecal lactoferrin merupakan pemeriksaan laboratorium berbasis sampel feses yang digunakan sebagai penanda adanya inflamasi pada saluran cerna.
Pemeriksaan ini banyak dimanfaatkan dalam evaluasi diare kronis maupun akut, serta untuk membantu diagnosis dan pemantauan penyakit radang usus.
Baca juga: G6PD Neonatus: Pemeriksaan Dini untuk Mencegah Ikterus Berat dan Anemia Hemolitik
Apa Itu Fecal Lactoferrin?
Lactoferrin adalah protein yang terdapat di dalam granula neutrofil. Saat terjadi peradangan pada mukosa usus, neutrofil akan bermigrasi ke lumen usus dan melepaskan lactoferrin yang kemudian dapat terdeteksi dalam feses.
Karena bersifat stabil dalam feses, lactoferrin menjadi marker yang cukup sensitif untuk menunjukkan adanya inflamasi intestinal.
Kegunaan Pemeriksaan Fecal Lactoferrin
Pemeriksaan fecal lactoferrin digunakan untuk:
- Mendeteksi adanya inflamasi pada saluran cerna
- Membedakan diare inflamasi dan diare non-inflamasi
- Membantu diagnosis penyakit radang usus
- Menilai aktivitas penyakit pada inflammatory bowel disease (IBD)
- Monitoring respons terapi pada gangguan inflamasi usus
Pemeriksaan ini tidak spesifik terhadap satu penyakit tertentu, namun sangat berguna sebagai alat skrining dan evaluasi awal.
Kondisi yang Dapat Meningkatkan Fecal Lactoferrin
Kadar fecal lactoferrin dapat meningkat pada:
- Inflammatory bowel disease (penyakit Crohn dan kolitis ulseratif)
- Infeksi bakteri pada saluran cerna
- Kolitis infeksius
- Kolitis iskemik
- Peradangan usus akibat penyebab non-infeksi
Sebaliknya, pada diare fungsional seperti irritable bowel syndrome (IBS), kadar fecal lactoferrin umumnya tetap normal.
Prosedur Pemeriksaan
Pemeriksaan fecal lactoferrin menggunakan sampel feses segar yang dikumpulkan dalam wadah steril. Sampel kemudian dianalisis menggunakan metode imunokimia di laboratorium.
Pasien biasanya tidak memerlukan persiapan khusus, namun harus mengikuti petunjuk pengambilan sampel yang benar agar hasil akurat.
Interpretasi Hasil
Hasil fecal lactoferrin dilaporkan sebagai positif atau negatif, atau dalam bentuk kadar tertentu tergantung metode pemeriksaan.
- Hasil normal / negatif menunjukkan tidak adanya inflamasi signifikan pada usus
- Hasil meningkat / positif menandakan adanya proses inflamasi usus
Interpretasi hasil harus dikorelasikan dengan gejala klinis dan pemeriksaan penunjang lainnya.
Baca juga: Pemeriksaan Albumin: Penanda Penting Status Nutrisi dan Fungsi Organ Tubuh
Keunggulan Pemeriksaan Fecal Lactoferrin
Beberapa keunggulan fecal lactoferrin antara lain:
- Non-invasif
- Stabil dalam feses
- Sensitif terhadap inflamasi usus
- Membantu mengurangi kebutuhan pemeriksaan invasif awal
Namun, pemeriksaan ini tidak dapat menentukan lokasi maupun penyebab pasti inflamasi.

Post a Comment