G6PD Neonatus: Pemeriksaan Dini untuk Mencegah Ikterus Berat dan Anemia Hemolitik
INFOLABMED.COM – G6PD neonatus merupakan pemeriksaan laboratorium yang dilakukan pada bayi baru lahir untuk mendeteksi defisiensi enzim Glucose-6-Phosphate Dehydrogenase (G6PD).
Kelainan ini bersifat genetik dan dapat menyebabkan hemolisis akut serta ikterus neonatal berat bila tidak dikenali sejak dini.
Baca juga: Lp(a): Faktor Risiko Kardiovaskular yang Sering Terlewat dalam Pemeriksaan Darah
Apa Itu G6PD?
G6PD adalah enzim penting dalam sel darah merah yang berperan melindungi sel dari stres oksidatif. Enzim ini membantu menjaga stabilitas membran eritrosit agar tidak mudah pecah. Kekurangan enzim G6PD menyebabkan sel darah merah rentan mengalami hemolisis ketika terpapar faktor pencetus tertentu.
Mengapa Pemeriksaan G6PD Penting pada Neonatus?
Pada neonatus, defisiensi G6PD dapat menimbulkan:
- Ikterus neonatal berat dan cepat meningkat
- Anemia hemolitik
- Risiko kernikterus
- Hemolisis akut tanpa penyebab jelas
Karena gejala awal sering tidak spesifik, pemeriksaan laboratorium menjadi sangat penting untuk deteksi dini.
Tujuan Pemeriksaan G6PD Neonatus
Pemeriksaan G6PD neonatus dilakukan untuk:
- Skrining defisiensi G6PD sejak lahir
- Mencegah komplikasi ikterus berat
- Menentukan risiko hemolisis pada bayi
- Edukasi orang tua terkait faktor pencetus
- Mendukung penatalaksanaan klinis yang tepat
Pemeriksaan ini sangat dianjurkan di daerah dengan prevalensi defisiensi G6PD yang tinggi.
Prosedur Pemeriksaan
Pemeriksaan G6PD neonatus umumnya menggunakan sampel darah kapiler atau darah vena. Metode pemeriksaan dapat berupa uji kuantitatif atau kualitatif untuk menilai aktivitas enzim G6PD.
Pengambilan sampel dilakukan sesuai prosedur laboratorium dengan memperhatikan kondisi klinis bayi.
Interpretasi Hasil Pemeriksaan
Hasil pemeriksaan G6PD menunjukkan aktivitas enzim dalam sel darah merah. Aktivitas enzim yang rendah mengindikasikan defisiensi G6PD. Interpretasi hasil harus mempertimbangkan usia bayi, metode pemeriksaan, serta kondisi klinis.
Pada neonatus dengan hasil abnormal, pemantauan lanjutan dan edukasi keluarga sangat diperlukan.
Baca juga: hs-Troponin I: Biomarker Sensitif untuk Deteksi Dini Cedera Otot Jantung
Faktor Pencetus Hemolisis pada Defisiensi G6PD
Bayi dengan defisiensi G6PD perlu dihindarkan dari:
- Obat-obatan tertentu
- Bahan kimia oksidatif
- Infeksi
- Makanan tertentu di kemudian hari
Pencegahan paparan faktor pencetus sangat berperan dalam mencegah komplikasi.
.png)
Post a Comment