Pemeriksaan Albumin: Penanda Penting Status Nutrisi dan Fungsi Organ Tubuh
INFOLABMED.COM – Pemeriksaan albumin merupakan salah satu pemeriksaan laboratorium yang paling sering digunakan untuk menilai status nutrisi, fungsi hati, serta keseimbangan cairan dalam tubuh.
Albumin adalah protein utama dalam plasma darah yang memiliki peran vital dalam berbagai proses fisiologis.
Baca juga: Fecal Lactoferrin: Penanda Inflamasi Usus pada Gangguan Saluran Cerna
Apa Itu Albumin?
Albumin adalah protein yang diproduksi oleh hati dan menyumbang sekitar 50–60 persen dari total protein plasma. Protein ini berfungsi menjaga tekanan osmotik koloid darah, mengangkut berbagai zat, serta mendukung kestabilan volume cairan dalam pembuluh darah.
Karena perannya yang luas, kadar albumin sering dijadikan indikator kondisi kesehatan secara umum.
Tujuan Pemeriksaan Albumin
Pemeriksaan albumin dilakukan untuk:
- Menilai fungsi hati
- Mendeteksi gangguan ginjal
- Menilai status nutrisi, terutama pada pasien kronis
- Mengevaluasi kondisi inflamasi dan infeksi
- Monitoring penyakit kronik dan kondisi kritis
Pemeriksaan ini sering dikombinasikan dengan pemeriksaan protein total atau panel fungsi hati.
Kondisi yang Menyebabkan Albumin Rendah
Penurunan kadar albumin dapat ditemukan pada berbagai kondisi, antara lain:
- Penyakit hati kronis seperti sirosis
- Sindrom nefrotik dan gangguan ginjal
- Malnutrisi dan kekurangan protein
- Infeksi kronis dan inflamasi
- Luka bakar berat
- Penyakit saluran cerna dengan gangguan absorpsi
Albumin rendah sering dikaitkan dengan prognosis yang kurang baik pada pasien rawat inap.
Kondisi yang Menyebabkan Albumin Tinggi
Peningkatan albumin relatif jarang terjadi dan umumnya disebabkan oleh:
- Dehidrasi
- Kehilangan cairan berlebihan
Kadar albumin tinggi biasanya bersifat relatif, bukan akibat peningkatan produksi protein.
Prosedur Pemeriksaan Albumin
Pemeriksaan albumin dilakukan menggunakan sampel darah vena. Tidak diperlukan puasa khusus, kecuali jika dilakukan bersamaan dengan pemeriksaan lain yang membutuhkan persiapan tertentu.
Metode pemeriksaan yang umum digunakan adalah metode kimia klinik berbasis reaksi warna dengan alat analisa otomatis.
Nilai Rujukan Albumin
Nilai rujukan albumin darah pada orang dewasa umumnya berkisar antara:
- 3,5 – 5,0 g/dL
Nilai rujukan dapat sedikit berbeda tergantung metode dan kebijakan masing-masing laboratorium.
Baca juga: HBeAg: Penanda Aktivitas Replikasi Virus Hepatitis B yang Perlu Dipahami
Interpretasi Hasil
- Albumin normal menunjukkan fungsi sintesis hati dan status nutrisi yang baik
- Albumin rendah menandakan gangguan sintesis, kehilangan protein, atau inflamasi
- Albumin tinggi biasanya mengarah pada kondisi dehidrasi
Interpretasi hasil harus selalu dikaitkan dengan kondisi klinis dan pemeriksaan laboratorium lainnya.
Peran Albumin dalam Praktik Klinis
Albumin sering digunakan sebagai parameter prognosis, terutama pada pasien dengan penyakit kronik, kondisi kritis, dan pasien rawat inap. Nilai albumin yang rendah sering berhubungan dengan peningkatan risiko komplikasi dan lama perawatan.
.png)
Post a Comment