Uji Kepekaan Obat TBC: Kunci Penting Menentukan Regimen Pengobatan yang Tepat dan Lawan Resistensi

Table of Contents

 

Uji Kepekaan Obat TBC: Kunci Penting Menentukan Regimen Pengobatan yang Tepat dan Lawan Resistensi

INFOLABMED.COM - Uji kepekaan obat TBC, atau yang dikenal sebagai Drug Susceptibility Test (DST), adalah pemeriksaan laboratorium kritis yang menentukan apakah bakteri Mycobacterium tuberculosis pada seorang pasien masih peka (sensitif) atau sudah resisten (kebal) terhadap obat-obat anti-tuberculosis (OAT) tertentu. 

Hasil dari uji ini menjadi landasan ilmiah bagi dokter untuk memilih regimen pengobatan yang paling efektif, terutama dalam menghadapi ancaman Tuberculosis Resistensi Obat (TB-RO).

Baca Juga: Diagnosis Pasti TBC: Panduan Lengkap Pemeriksaan TBC di Laboratorium

Uji kepekaan obat TBC sangat direkomendasikan pada pasien dengan indikasi tertentu, seperti:

  • Pasien TB dengan riwayat pengobatan sebelumnya (kegagalan terapi, putus berobat, atau kambuh).
  • Pasien yang memiliki kontak erat dengan kasus TB Resistensi Rifampisin (RR) atau Multi-Drug Resistant (MDR-TB).
  • Pasien yang masih positif bakteri (BTA positif) setelah 2-3 bulan pengobatan fase intensif.
  • Pasien dari daerah dengan prevalensi resistensi obat yang tinggi.
  • Semua pasien yang terdiagnosis TB secara awal, sesuai dengan kebijakan universal DST.

Metode Uji Kepekaan Obat TBC: Terdapat dua kategori metode utama, yaitu konvensional dan molekuler.

  1. Metode Konvensional (Berdasarkan Kultur):

    • Media Padat (Lowenstein Jensen / LJ): Isolat M.tb dikultur pada media LJ yang mengandung konsentrasi kritis suatu obat. Pertumbuhan bakteri pada media tersebut menandakan resistensi. Metode ini murah tetapi memakan waktu lama (bisa 4-8 minggu).
    • Media Cair (MGIT - Mycobacteria Growth Indicator Tube): Menggunakan sistem tuba cair yang dilengkapi sensor oksigen. Waktu deteksi lebih cepat (rata-rata 10-14 hari untuk hasil) dan merupakan metode baku di banyak laboratorium rujukan. Dapat menguji obat lini pertama dan kedua.
  2. Metode Molekuler (Cepat):

    • Xpert MTB/RIF & Xpert MTB/XDR: Tes berbasis cartridge yang dapat mendeteksi DNA M.tb sekaligus mutasi resistensi terhadap Rifampisin (RIF) dan, untuk XDR, terhadap obat fluoroquinolone serta injeksi lini kedua. Hasil dalam kurang dari 2 jam.
    • Line Probe Assay (LPA): Teknik berbasis DNA yang dapat mendeteksi resistensi terhadap RIF dan Isoniazid (INH) dari spesimen dahak BTA positif atau isolat kultur. Hasil dalam 24-48 jam.

Interpretasi Hasil dan Dampaknya: Hasil uji kepekaan dilaporkan sebagai "Sensitif" (Susceptible/S) atau "Resisten" (Resistant/R) untuk setiap obat yang diuji.

  • TB Sensitif: Bakteri peka terhadap OAT lini pertama. Pasien dapat diobati dengan regimen standar jangka pendek.
  • TB Resistensi Rifampisin (RR-TB): Bakteri resisten terhadap Rifampisin, obat kunci. Perlu beralih ke regimen jangka panjang untuk TB-RO.
  • Multi-Drug Resistant TB (MDR-TB): Resistensi setidaknya terhadap INH dan RIF (dua obat terkuat).
  • Extensively Drug-Resistant TB (XDR-TB): Resistensi terhadap RIF, INH, fluoroquinolone, dan setidaknya satu obat injeksi lini kedua.

Dengan mengetahui pola resistensi secara dini melalui uji kepekaan obat TBC, pengobatan dapat segera disesuaikan. 

Baca Juga: Mengenal Jenis Pemeriksaan Tuberkulosis: Langkah Penting dalam Deteksi dan Diagnosa Penyakit TBC

Hal ini mencegah pemberian obat yang tidak berguna, mengurangi efek samping, memotong rantai penularan strain resisten, dan secara signifikan meningkatkan peluang kesembuhan pasien. 

Investasi dalam DST adalah investasi untuk mengendalikan epidemi TB secara keseluruhan.


Follow Media Sosial Infolabmed.com melalui chanel Telegram Link, Facebook Link, Twitter/X Link. Berikan DONASI terbaikmu untuk perkembangan website infolabmed.com melalui Donasi via DANA Link.



Fitri Aisyah
Fitri Aisyah Selamat datang di my blog! Blog ini membahas dunia laboratorium medik dengan cara yang mudah dipahami. Dari teknik pemeriksaan, interpretasi hasil laboratorium, hingga tips seputar kesehatan, semuanya dikemas simpel, jelas, dan berbasis bukti ilmiah. Yuk, eksplorasi ilmu laboratorium bersama! 🔬🚀

Post a Comment