Diagnosis Pasti TBC: Panduan Lengkap Pemeriksaan TBC di Laboratorium

Table of Contents

 

Diagnosis Pasti TBC: Panduan Lengkap Pemeriksaan TBC di Laboratorium

INFOLABMED.COM - Tuberkulosis (TBC) masih menjadi masalah kesehatan global. 

Diagnosis yang cepat dan akurat adalah kunci untuk memutus rantai penularan dan memulai pengobatan tepat waktu. 

Baca Juga: Jurnal Tuberkulosis Terbaru 2024: Temuan Mutakhir untuk Diagnosis dan Terapi TBC

Pemeriksaan TBC laboratorium merupakan tulang punggung diagnosis pasti, yang meliputi berbagai metode dengan fungsi dan kompleksitas berbeda. 

Artikel ini akan membahas metode-metode utama tersebut.

1. Pemeriksaan Mikroskopis (BTA - Basil Tahan Asam)

Ini adalah metode paling dasar, murah, dan cepat.

  • Prinsip: Dahak diwarnai dengan Ziehl-Neelsen atau Fluorochrome (Auranin O) untuk mendeteksi dinding sel Mycobacterium tuberculosis yang tahan asam.
  • Spesimen: Dahak (spot, pagi, spot), juga bisa dari cairan tubuh.
  • Hasil & Interpretasi:
    • Positif: Ditemukan BTA. Menandakan pasien potensial menular.
    • Negatif: Tidak menjangkiti tidak ada TBC, karena sensitivitas rendah (30-60%).
  • Kelebihan: Murah, cepat, baik untuk deteksi kasus menular.
  • Kekurangan: Sensitivitas rendah, tidak bisa membedakan TB hidup/mati, tidak deteksi resistensi.

2. Tes Cepat Molekuler (Xpert MTB/RIF & Xpert Ultra)

Merupakan standar diagnosis awal WHO.

  • Prinsip: Mendeteksi DNA M. tuberculosis dan mutasi gen rpoB yang terkait resistensi Rifampisin secara semi-otomatis dengan teknologi PCR.
  • Spesimen: Dahak, cairan serebrospinal (CSF), jaringan.
  • Hasil & Interpretasi:
    • MTB DETECTED: Positif TBC.
    • MTB DETECTED, RIF RESISTANCE DETECTED: Positif TBC dengan indikasi resisten Rifampisin.
    • MTB NOT DETECTED: Negatif (tetapi tidak 100% menyingkirkan TBC).
  • Kelebihan: Sangat cepat (kurang dari 2 jam), sensitivitas tinggi (85-90% untuk dahak BTA positif, ~70% untuk BTA negatif), sekaligus deteksi resistensi.
  • Kekurangan: Biaya relatif tinggi, memerlukan alat khusus (GeneXpert).

3. Kultur (Pembiakan)

Merupakan gold standard diagnosis TBC.

  • Prinsip: Menumbuhkan bakteri di media padat (Lowenstein-Jensen) atau cair (MGIT - Mycobacteria Growth Indicator Tube).
  • Spesimen: Semua jenis (dahak, cairan tubuh, jaringan).
  • Hasil & Interpretasi:
    • Positif: Tumbuh M. tuberculosis complex. Konfirmasi pasti infeksi TB.
    • Negatif: Tidak tumbuh.
  • Kelebihan: Sensitivitas lebih tinggi dari BTA, spesifisitas 100%, menghasilkan isolat untuk uji kepekaan obat (DTO) lengkap.
  • Kekurangan: Hasil lama (3-8 minggu), butuh laboratorium dengan biosafety level yang memadai.

4. Uji Kepekaan Obat (DTO / Drug Susceptibility Test)

Untuk memandu terapi TBC resisten obat.

  • Prinsip: Menguji isolat hasil kultur terhadap obat anti-TB. Metode: Kultur pada media mengandung obat (LJ/DST), MGIT DST, atau Tes Cepat Molekuler Linier Probe Assay (LPA) / Next Generation Sequencing (NGS).
  • Kelebihan: Mengetahui pola resistensi untuk terapi yang tepat.
  • Kekurangan: Memerlukan kultur positif terlebih dahulu (kecuali LPA/NGS langsung dari spesimen), waktu bervariasi.

5. Tes IGRA (Interferon-Gamma Release Assay)

Tes darah untuk mendeteksi infeksi TB laten.

  • Prinsip: Mengukur respon sel T terhadap antigen spesifik M. tuberculosis (ESAT-6, CFP-10) dalam darah.
  • Spesimen: Darah.
  • Interpretasi: Positif menandakan terpapar/terinfeksi bakteri TB, tidak bisa membedakan infeksi laten vs aktif.
  • Kelebihan: Tidak dipengaruhi oleh riwayat vaksinasi BCG.
  • Kekurangan: Mahal, tidak untuk diagnosis TB aktif saja, tidak tersedia di semua lab.

Alur Pemeriksaan yang Direkomendasikan

Untuk suspek TBC paru:

  1. Ambil 2 spesimen dahak (sputum).
  2. Lakukan Tes Cepat Molekuler (Xpert MTB/RIF) sebagai tes awal pada 1 spesimen dahak.
  3. Lakukan mikroskopis (BTA) pada spesimen kedua (untuk pemantauan pengobatan).
  4. Jika Xpert positif, segera mulai pengobatan. Jika resisten Rifampisin, lanjutkan dengan DTO lengkap (kultur & DTO konvensional/LPA).
  5. Jika Xpert negatif tetapi klinis kuat, lakukan kultur sebagai konfirmasi.

Pemilihan pemeriksaan TBC laboratorium bergantung pada fasilitas, biaya, dan kebutuhan klinis. 

Baca Juga: Perbaikan DNA: Mekanisme Alami Tubuh dan Terapi Revolusioner untuk Penyakit Genetik

Kombinasi antara kecepatan (Xpert) dan akurasi gold standard (Kultur & DTO) sangat penting dalam pengendalian TBC. 

Konsultasi antara klinisi dan laboratorium sangat menentukan strategi diagnosis yang optimal bagi setiap pasien.


Dapatkan informasi terkini seputar dunia laboratorium medis dan mikrobiologi dengan mengikuti akun media sosial kami. Ikuti perbincangan dan update di Telegram InfolabmedFacebook kami, dan Twitter/X kami. Bantu kami menyediakan konten edukasi berkualitas dengan memberikan donasi terbaik Anda via DANA di sini.



Fitri Aisyah
Fitri Aisyah Selamat datang di my blog! Blog ini membahas dunia laboratorium medik dengan cara yang mudah dipahami. Dari teknik pemeriksaan, interpretasi hasil laboratorium, hingga tips seputar kesehatan, semuanya dikemas simpel, jelas, dan berbasis bukti ilmiah. Yuk, eksplorasi ilmu laboratorium bersama! 🔬🚀

Post a Comment