Beyond QC Internal: Peran Kritis EQAS (EQA) sebagai Cermin Kinerja Laboratorium
INFOLABMED.COM - Kontrol kualitas (QC) internal adalah napas sehari-hari laboratorium untuk memastikan presisi alat.
Namun, bagaimana kita tahu bahwa hasil yang kita laporkan tidak hanya presisi (konsisten), tetapi juga akurat (mendekati nilai sebenarnya) jika dibandingkan dengan laboratorium lain di dunia?
Baca Juga: Jika Mesin Laboratorium Menunjukkan Error Berulang, Apa yang Harus Kita Lakukan? Panduan Lengkap Troubleshooting
Di sinilah EQAS laboratorium memainkan peran yang sangat kritis.
External Quality Assessment Scheme (EQAS), atau di Indonesia lebih dikenal sebagai Uji Profisiensi Eksternal (EQA), adalah alat evaluasi eksternal yang objektif dan independen, berfungsi sebagai "cermin" untuk menilai dan membuktikan kompetensi teknis sebuah laboratorium.
Apa Itu EQAS Laboratorium dan Bagaimana Mekanismenya?
EQAS laboratorium adalah suatu program sistematis dimana sebuah penyelenggara (provider) mengirimkan sampel uji yang stabil dan homogen dengan nilai yang telah ditetapkan (assigned value) kepada peserta laboratorium di berbagai lokasi.
Laboratorium kemudian memproses sampel ini seperti layaknya sampel pasien rutin, tanpa perlakuan khusus.
Hasil yang diperoleh laboratorium kemudian dikirim kembali ke penyelenggara untuk dibandingkan dengan nilai target atau dengan hasil laboratorium lain yang menggunakan metode atau alat serupa (peer group comparison).
Mengapa Partisipasi dalam EQAS Itu Wajib dan Kritis?
Partisipasi dalam EQAS laboratorium bukan lagi sekadar pilihan, melainkan suatu keharusan bagi laboratorium yang serius dengan mutu, terutama untuk persyaratan akreditasi (seperti ISO 15189).
Berikut manfaat strategisnya:
- Evaluasi Objektif atas Akurasi: EQAS mendeteksi kesalahan sistematik (bias) yang tidak dapat terdeteksi oleh QC internal. QC internal hanya melihat presisi dari hari ke hari, tetapi EQAS menjawab "apakah nilai kita melenceng dari nilai sebenarnya atau konsensus global?".
- Validasi Metode dan Prosedur: Hasil EQAS memberikan bukti bahwa metode, alat, reagen, dan kompetensi staf di laboratorium mampu menghasilkan hasil yang valid.
- Pembandingan dengan Pasar (Benchmarking): Laporan EQAS menunjukkan posisi kinerja laboratorium dibandingkan dengan laboratorium lain yang sejenis (peer group). Ini memberikan wawasan apakah laboratorium masih kompetitif secara teknis.
- Pemenuhan Persyaratan Akreditasi dan Regulasi: Badan akreditasi seperti KAN mensyaratkan partisipasi dalam program EQAS yang diakui sebagai bukti kesesuaian.
- Identifikasi Area untuk Perbaikan (Quality Improvement): Ketika hasil EQAS tidak memuaskan (nilai z-score tinggi), ini menjadi alarm untuk melakukan investigasi akar penyebab dan tindakan korektif yang terfokus.
Memahami dan Menginterpretasi Laporan EQAS
Membaca laporan EQAS laboratorium adalah keterampilan penting.
Beberapa parameter kunci yang harus dipahami:
- Nilai yang Ditetapkan (Assigned Value): Nilai target/acuan, sering berasal dari rata-rata hasil laboratorium rujukan atau metode referensi.
- Batas Penerimaan (Allowable Limit): Batas yang ditetapkan penyelenggara (biasanya berdasarkan standar medis atau biologis).
- Deviasi (% atau nilai): Selisih antara hasil lab dengan nilai yang ditetapkan.
- Z-Score: Ukuran statistik yang paling umum digunakan. Rumusnya:
Z = (Hasil Lab - Nilai Target) / SD yang Diterima.- |Z| ≤ 2: Hasil Memuaskan (dalam kendali).
- 2 < |Z| < 3: Hasil Peringatan (questionable), perlu perhatian.
- |Z| ≥ 3: Hasil Tidak Memuaskan (unacceptable), harus dilakukan investigasi dan tindakan korektif.
- Grafik dan Plot: Visualisasi seperti Youden Plot atau Histogram membantu melihat distribusi hasil dan posisi laboratorium secara jelas.
Strategi Menghadapi Hasil EQAS yang Tidak Memuaskan
Hasil EQAS yang buruk bukanlah aib, tetapi peluang emas untuk perbaikan.
Langkah yang harus diambil:
- Investigasi Segera: Tinjau ulang semua tahapan, dari penerimaan sampel, prosedur analitis, kalibrasi, hingga pelaporan.
- Analisis Akar Penyebab: Gunakan metode seperti 5 Why atau Fishbone Diagram untuk menemukan penyebab mendasar (metode, alat, reagen, staf, lingkungan).
- Ambil Tindakan Korektif dan Preventif (CAPA): Lakukan kalibrasi ulang, validasi metode, pelatihan staf, atau perubahan prosedur.
- Dokumentasi: Catat semua investigasi dan tindakan yang diambil sebagai bukti untuk audit dan pembelajaran.
Baca Juga: Quality Control in Biochemistry: Pentingnya Pengendalian Mutu di Laboratorium Klinis
EQAS laboratorium dengan demikian adalah pilar tak tergantikan dalam sistem Quality Assurance.
Ia adalah penguji sejati yang memvalidasi seluruh sistem mutu laboratorium di dunia nyata, memastikan bahwa kepercayaan yang diberikan oleh pasien dan klinisi terhadap setiap digit hasil laboratorium adalah kepercayaan yang tepat.
Follow Media Sosial Infolabmed.com melalui chanel Telegram (https://t.me/infolabmedcom), Facebook (https://www.facebook.com/infolabmed/), Twitter/X (https://x.com/infolabmed). Berikan DONASI terbaikmu untuk perkembangan website infolabmed.com melalui Donasi via DANA (https://link.dana.id/minta?full_url=https://qr.dana.id/v1/281012012020092524655592).

Post a Comment