Jika Mesin Laboratorium Menunjukkan Error Berulang, Apa yang Harus Kita Lakukan? Panduan Lengkap Troubleshooting

Table of Contents
Jika Mesin Laboratorium Menunjukkan Error Berulang, Apa yang Harus Kita Lakukan? Panduan Lengkap Troubleshooting


INFOLABMED.COM - Dalam operasional laboratorium yang sibuk, ketergantungan pada alat analisis seperti hematology analyzer, chemistry analyzer, atau sistem imunologi sangatlah tinggi. 

Bayangkan kekacauan yang terjadi if machine shows repeated errors what will we do? Panik dan kebingungan sering melanda, namun yang dibutuhkan adalah pendekatan sistematis dan tenang. Artikel ini akan memandu Anda melalui langkah-langkah kritis yang harus diambil ketika sebuah alat laboratorium konsisten menunjukkan error.

Baca juga : Westgard Rules dan Multirules: Panduan Lengkap untuk Kontrol Kualitas di Laboratorium Medis

Langkah 1: Jangan Panik! Identifikasi dan Dokumentasi Error dengan Spesifik

Pertama-tama, tahan keinginan untuk langsung mematikan dan menyalakan kembali mesin. Amati dengan cermat.

  • Baca Pesan Error: Catat kode error dan pesan yang muncul di layar secara verbatim. Kode seperti "Clog," "Pressure Error," "Sample Aspiration Error," atau "Photometer Error" memberikan petunjuk awal yang vital.
  • Catat Kondisi: Kapan error terjadi? Pada sampel keberapa? Saat melakukan proses apa (startup, rinsing, analisis)? Apakah error terjadi pada jenis sampel tertentu (plasma vs serum)?
  • Dokumentasi: Semua temuan ini harus dicatat dalam Log Book Pemeliharaan alat. Dokumentasi yang baik adalah kunci untuk melacak pola dan membantu teknisi.

Langkah 2: Lakukan Troubleshooting Dasar (First-Line Troubleshooting)

Sebelum memanggil teknisi, ada beberapa pemeriksaan mandiri yang dapat dilakukan. Ini adalah jawaban praktis pertama if machine shows repeated errors what will we do.

  • Restart the Instrument: Matikan mesin sepenuhnya, tunggu 30 detik, dan hidupkan kembali. Ini dapat mengatasi "hang" atau error sementara pada software.
  • Periksa Kelistrikan dan Koneksi: Pastikan kabel power terhubung dengan baik dan tidak ada pemadaman listrik yang menyebabkan voltase tidak stabil.
  • Cek Persediaan Reagen dan Cairan: Apakah reagen, sampel, cairan pencuci (detergent), dan air (deionized water) mencukupi? Apakah tanggal kedaluwarsa reagen masih baik?
  • Inspeksi Sampel: Periksa apakah ada bekuan atau fibrin dalam sampel yang dapat menyumbat probe. Pastikan volume sampel mencukupi.
  • Lakukan Rinsing/Purge: Jalankan prosedur rinsing intensif atau purge untuk membersihkan saluran fluidik dari gelembung udara atau debris.

Langkah 3: Lakukan Kalibrasi dan Kontrol Kualitas Ulang

If machine shows repeated errors what will we do setelah troubleshooting dasar? Langkah selanjutnya adalah memverifikasi kinerja mesin.

  • Jalankan Internal Quality Control (IQC): Periksa bahan kontrol dengan level normal dan abnormal. Jika IQC keluar dari batas yang diterima (out of control), ini mengonfirmasi bahwa kinerja alat tidak akurat dan error mempengaruhi hasil.
  • Lakukan Kalibrasi Ulang: Jika protokol alat mensyaratkan, lakukan kalibrasi ulang untuk menyetel ulang akurasi mesin. Gunakan kalibrator yang valid dan belum kedaluwarsa.

Langkah 4: Eskalasi ke Teknisi dan Tindakan pada Sampel Pasien

Jika error berlanjut setelah semua upaya di atas, inilah saatnya untuk eskalsi.

  • Hentikan Pemeriksaan Rutin: Segera hentikan penggunaan alat untuk pemeriksaan pasien. Melanjutkan analisis akan menghasilkan data yang tidak reliabel dan membahayakan pasien.
  • Hubungi Teknisi/Bagian Biomedis: Laporkan error secara detail, termasuk semua kode error, langkah troubleshooting yang sudah dilakukan, dan hasil IQC. Informasi ini akan sangat membantu teknisi untuk mendiagnosis masalah dengan cepat.
  • Berikan Label "OUT OF ORDER": Beri tanda yang jelas pada alat untuk mencegah penggunaan oleh personel lain.
  • Tindakan pada Sampel Pasien: Pindahkan sisa sampel pasien yang belum diperiksa ke alat lain yang sejenis dan berfungsi normal (jika tersedia). Jika tidak, komunikasikan dengan klinis mengenai kemungkinan penundaan hasil. Selalu lakukan validasi ulang (re-run) terhadap sampel pasien yang sebelumnya diperiksa saat alat mulai menunjukkan gejala error.

Baca juga : 10 Kesalahan Umum di Laboratorium dan Cara Mengatasinya – Hindari Hal Error di Laboratorium

Langkah 5: Analisis Akar Masalah dan Pencegahan

Setelah masalah terselesaikan, tanyakan "mengapa ini bisa terjadi?".

  • Review Prosedur Pemeliharaan: Apakah pemeliharaan harian, mingguan, dan bulanan telah dilakukan sesuai jadual?
  • Evaluasi Sumber Daya: Apakah kualitas reagen, air, atau sampel yang menjadi penyebab?
  • Pelatihan Ulang Operator: Apakah semua operator telah terlatih dengan baik untuk menggunakan dan merawat alat secara benar?

Dapatkan informasi dan tips teknis laboratorium lainnya dengan mengikuti Media Sosial Infolabmed.com. Ikuti update kami di TelegramFacebook, dan Twitter/X. Bantu kami terus berkontribusi dengan memberikan DONASI terbaikmu via DANA. Dukungan Anda sangat berarti untuk kelangsungan website edukasi ini.

Rachma Amalia Maharani
Rachma Amalia Maharani Halo saya lulusan Teknologi Laboratorium Medik yang memiliki ketertarikan besar pada dunia kesehatan dan laboratorium klinik. Berpengalaman dalam praktik laboratorium selama masa studi dan magang, terbiasa bekerja secara teliti, disiplin, dan bertanggung jawab. Saya juga aktif mengembangkan diri melalui pembelajaran mandiri. I am looking for opportunities to contribute further to the health industry to be able to apply the knowledge and interests that I have. Let's connect on Linkedin in my Portfolio https://rachma-mlt.framer.website/

Post a Comment