Nilai EQAS Tidak Memuaskan? Ini 7 Penyebab Utama dan Langkah Investigasinya

Table of Contents

 

Nilai EQAS Tidak Memuaskan? Ini 7 Penyebab Utama dan Langkah Investigasinya

INFOLABMED.COM - Mendapatkan laporan External Quality Assessment Scheme (EQAS) dengan nilai "Tidak Memuaskan", "Unacceptable", atau "Gagal" tentu menjadi kekhawatiran setiap laboratorium. 

Namun, reaksi terbaik bukanlah menyembunyikannya, tetapi segera melakukan investigasi mendalam. 

Baca Juga: Quality Control in Biochemistry: Pentingnya Pengendalian Mutu di Laboratorium Klinis

Memahami berbagai penyebab nilai EQAS tidak memuaskan adalah langkah pertama untuk melakukan tindak lanjut yang efektif dan mencegah terulangnya kesalahan di masa depan.

Mengapa Investigasi Penyebab Sangat Penting?

Nilai EQAS yang buruk adalah gejala, bukan penyakitnya. 

Investigasi bertujuan untuk menemukan akar penyebab (root cause) yang sesungguhnya, yang seringkali tersembunyi di balik rutinitas harian. 

Tanpa investigasi, tindakan perbaikan hanya akan bersifat sementara dan masalah akan terulang.

7 Penyebab Utama Nilai EQAS Tidak Memuaskan

1. Kesalahan dalam Proses Pra-Analitik Spesimen EQAS Sampel EQAS diperlakukan berbeda dengan sampel pasien. Kesalahan di tahap ini sangat umum:

  • Kesalahan Rekonstitusi: Penambahan volume pelarut (diluent) yang tidak tepat, pencampuran yang tidak sempurna, atau menggunakan pelarut yang salah.
  • Kesalahan Penyimpanan: Menyimpan material EQAS pada suhu yang tidak sesuai sebelum atau sesudah rekonstitusi.
  • Kesalahan Penanganan: Waktu stabilitas setelah rekonstitusi terlampaui sebelum dianalisis.

2. Masalah Kalibrasi dan Linearitas Alat

  • Kalibrasi yang Kedaluwarsa atau tidak dilakukan sesuai jadwal.
  • Kurva Kalibrasi yang tidak valid atau rentang linearitas alat sudah tidak mencakup nilai materi EQAS.
  • Kesalahan dalam prosedur kalibrasi, seperti penggunaan kalibrator yang salah atau teknik pipetasi yang buruk.

3. Kinerja Internal Quality Control (IQC) yang Tidak Terdeteksi Ini adalah tanda bahaya besar. Jika evaluasi hasil IQC harian selalu "Accepted" tetapi EQAS gagal, pertanyaannya adalah:

  • Apakah material kontrol internal sudah expired atau mengalami matrix effect?
  • Apakah aturan Westgard dan Levey Jennings Chart benar-benar dievaluasi dengan kritis, atau hanya sekadar dilihat sekilas?
  • Mungkin ada bias sistematik yang konsisten yang tidak terdeteksi oleh kontrol internal.

4. Variasi antar Lot Reagen atau Kalibrator

  • Pergantian lot reagen atau kalibrator baru tanpa melakukan verifikasi performa yang memadai.
  • Perbedaan karakteristik antara lot lama dan baru yang signifikan, menyebabkan shift pada hasil.

5. Kompetensi dan Kesalahan Teknis Operator

  • Kurangnya pelatihan atau pemahaman terhadap prosedur analisis khusus untuk parameter tersebut.
  • Kesalahan teknis seperti salah pipetasi, salah pemilihan metode pada alat, atau salah pencatatan hasil.
  • "Pilot error" karena kelelahan atau beban kerja berlebih.

6. Masalah dengan Metode atau Prinsip Analisis yang Digunakan

  • Laboratorium menggunakan metode/prinsip analisis (misal, kolorimetri vs. enzimatik) yang berbeda dengan mayoritas laboratorium lain atau dengan metode acuan yang digunakan penyelenggara EQAS.
  • Metode yang digunakan memiliki interferensi spesifik yang mempengaruhi hasil sampel EQAS.

7. Masalah Sistemik dalam Manajemen Mutu

  • Tidak adanya prosedur baku untuk menangani materi EQAS.
  • Dokumentasi yang buruk, sehingga tidak bisa ditelusuri kembali reagen, lot, atau kalibrasi yang digunakan saat analisis EQAS.
  • Budaya kerja yang menganggap EQAS sebagai beban, bukan alat peningkatan mutu.

Langkah Investigasi Sistematis

Baca Juga: Contoh Checklist Audit Laboratorium: Template Siap Pakai untuk Audit Internal & Eksternal

  1. Bentuk Tim: Libatkan supervisor, analis senior, dan penanggung jawab mutu.
  2. Kumpulkan Data: Kumpulkan semua dokumen terkait: laporan EQAS, catatan QC harian, lembar kerja, bukti kalibrasi, dan label reagen/kalibrator.
  3. Gunakan Diagram Sebab-Akibat (Fishbone): Analisis dari sisi Man, Method, Machine, Material, dan Environment.
  4. Uji Hipotesis: Lakukan pengujian ulang dengan materi EQAS sisa (jika ada), bandingkan dengan alat/metode lain, atau uji dengan kontrol baru.
  5. Ambil Tindakan Korektif: Tentukan solusi yang tepat sasaran, baik pelatihan, revisi SOP, perbaikan alat, atau perubahan reagen.
  6. Dokumentasi dan Monitor: Catat semua temuan dan tindakan. Pantau kinerja pada siklus EQAS berikutnya untuk memastikan keefektifan perbaikan.

Dengan mendalami penyebab nilai EQAS tidak memuaskan, laboratorium mengubah kegagalan menjadi peluang emas untuk memperkuat fondasi Sistem Manajemen Mutu dan meningkatkan keandalan hasil secara nyata.


Butuh contoh form investigasi akar masalah? Follow Media Sosial Infolabmed.com melalui chanel Telegram di sini, Facebook di sini, dan Twitter/X di sini. Bantu kami terus menyediakan konten pemecahan masalah laboratorium dengan memberikan Donasi terbaikmu melalui Donasi via DANA ini.


Fitri Aisyah
Fitri Aisyah Selamat datang di my blog! Blog ini membahas dunia laboratorium medik dengan cara yang mudah dipahami. Dari teknik pemeriksaan, interpretasi hasil laboratorium, hingga tips seputar kesehatan, semuanya dikemas simpel, jelas, dan berbasis bukti ilmiah. Yuk, eksplorasi ilmu laboratorium bersama! 🔬🚀

Post a Comment