Levey Jennings Chart: Peta Kontrol Kualitas Harian Laboratorium Klinik
INFOLABMED.COM - Di balik keakuratan setiap hasil pemeriksaan laboratorium, terdapat sebuah prosedur rutin yang menjadi tulang punggung jaminan mutu: kontrol kualitas (QC).
Dan alat terpenting dalam memantau QC ini adalah Levey Jennings Chart.
Baca Juga: Evaluasi Hasil IQC: Jangan Cuma Diplot, Baca "Cerita" di Balik Titik QC Anda!
Grafik ini bukan sekadar kumpulan titik dan garis, melainkan "peta navigasi" harian yang memberitahu analis apakah sistem analitik mereka berjalan stabil dan terkendali.
Apa Itu Levey Jennings Chart?
Levey Jennings Chart adalah grafik kontrol (control chart) yang digunakan dalam laboratorium klinik untuk memplot nilai kontrol harian terhadap mean (rata-rata) yang ditetapkan dan batas-batas kontrol (control limits).
Grafik ini, yang dikembangkan oleh Stanley Levey dan Edward Jennings, merupakan penerapan prinsip Statistical Process Control (SPC) dalam dunia medis.
Setiap titik pada grafik mewakili hasil pengukuran material kontrol (bahan kontrol) yang dijalankan bersamaan dengan sampel pasien. Material kontrol ini memiliki nilai target yang diketahui dan stabil.
Komponen dan Cara Membuat Grafik
Sebuah Levey Jennings Chart yang lengkap terdiri dari:
- Sumbu Y (Vertikal): Nilai hasil pengukuran material kontrol (misalnya, kadar glukosa dalam mg/dL).
- Sumbu X (Horisontal): Waktu atau urutan run/pekerjaan (misalnya, tanggal atau sequence number).
- Garis Tengah (Central Line/Mean): Nilai rata-rata (mean) yang ditetapkan untuk material kontrol tersebut.
- Batas Peringatan (Warning Limits): Biasanya diatur pada ±2 SD (Standar Deviasi) dari mean. Titik yang jatuh di zona ini menjadi peringatan.
- Batas Kontrol (Control Limits): Biasanya diatur pada ±3 SD dari mean. Titik yang melampaui batas ini menunjukkan "out of control" dan hasil pasien tidak boleh dilaporkan.
Interpretasi dan Aturan Westgard (Westgard Rules)
Kehebatan Levey Jennings Chart terletak pada kemampuannya mendeteksi kesalahan acak (random error) dan kesalahan sistematik (systematic error) melalui aturan interpretasi, yang paling terkenal adalah Aturan Westgard (Westgard Rules).
Beberapa aturan dasar yang harus diwaspadai adalah:
- 1₃₅: Satu titik berada di luar batas ±3 SD. (Tindakan: REJECT, hentikan pemeriksaan).
- 2₂₅: Dua titik berturut-turut berada di luar batas ±2 SD yang sama. (Tindakan: REJECT, kemungkinan systematic error).
- R₄₅: Perbedaan antara dua titik kontrol dalam satu run > 4 SD. (Tindakan: REJECT, kemungkinan random error besar).
- 4₁₅: Empat titik berturut-turut berada di luar batas ±1 SD yang sama. (Tindakan: WARNING, indikasi awal systematic error).
- 10â‚“: Sepuluh titik berturut-turut berada pada satu sisi garis mean. (Tindakan: WARNING/REJECT, menunjukkan shift/perpindahan mean).
Mengapa Levey Jennings Chart Sangat Penting?
Penggunaan Levey Jennings Chart secara disiplin menjamin:
Baca Juga: Tahapan Audit Internal Laboratorium Klinik: Panduan Sistematis dari Persiapan Hingga Tindak Lanjut
- Deteksi Dini Masalah: Masalah pada reagen, kalibrator, atau instrumen dapat terdeteksi sebelum memengaruhi hasil pasien.
- Dokumentasi Objektif: Menyediakan bukti tertulis berkelanjutan tentang kinerja alat untuk keperluan akreditasi (SNI ISO 15189).
- Keputusan yang Tepat: Memberikan panduan jelas kapan harus menerima (accept) atau menolak (reject) suatu run pemeriksaan.
- Keamanan Pasien: Ujung tombak untuk mencegah kesalahan laboratorium yang berpotensi membahayakan pasien.
Singkatnya, Levey Jennings Chart adalah bahasa universal laboratorium untuk mengatakan, "Sistem kami terkendali, dan hasil yang kami laporkan dapat dipercaya."
Jangan lewatkan update informasi terkini seputar praktik laboratorium terbaik dengan Follow Media Sosial Infolabmed.com melalui chanel Telegram di sini, Facebook di sini, dan Twitter/X di sini. Dukung upaya kami dalam edukasi tenaga kesehatan dengan memberikan Donasi terbaikmu melalui Donasi via DANA ini.

Post a Comment