Dua Sisi Mata Uang yang Sama: Memahami Hubungan Simbiosis IQC dan EQAS
INFOLABMED.COM - Dalam arsitektur mutu laboratorium klinik, Internal Quality Control (IQC) dan External Quality Assessment Scheme (EQAS) seringkali dipersepsikan sebagai dua entitas yang terpisah.
Padahal, keduanya memiliki hubungan IQC dan EQAS yang sangat erat, bersifat simbiosis mutualisme, dan merupakan dua sisi dari mata uang yang sama: kepercayaan terhadap hasil laboratorium.
Baca Juga: IQC dan EQC: Dua Pilar Utama Menjamin Akurasi Hasil Laboratorium Medis
Memahami dinamika hubungan ini adalah kunci untuk membangun sistem jaminan mutu yang benar-benar efektif dan berkelanjutan.
IQC dan EQAS: Peran dan Karakteristik Dasar
Sebelum memahami hubungan IQC dan EQAS, mari kita definisikan peran utama masing-masing:
IQC (Kontrol Kualitas Internal): Adalah "sistem alarm real-time" di dalam laboratorium. Dilakukan setiap hari dengan bahan kontrol yang diketahui untuk memantau presisi (konsistensi) dan mendeteksi kesalahan acak serta sistematik sebelum hasil pasien dilaporkan. Fokusnya adalah stabilitas proses harian.
EQAS (Uji Profisiensi Eksternal): Adalah "cermin dan tolok ukur eksternal". Dilakukan secara periodik dengan sampel dari penyelenggara independen untuk menilai akurasi (kedekatan dengan nilai sebenarnya) dan kompetensi laboratorium dibandingkan dengan laboratorium lain. Fokusnya adalah validasi kinerja jangka panjang.
Hubungan Hierarkis: IQC sebagai Fondasi, EQAS sebagai Validator
Hubungan IQC dan EQAS bersifat hierarkis dan berurutan dalam siklus mutu:
IQC adalah Fondasi Wajib Sehari-hari. Tanpa IQC yang berjalan baik dan terkendali, partisipasi dalam EQAS bisa diibaratkan seperti membangun rumah di atas pasir. Hasil EQAS dari laboratorium yang IQC-nya tidak stabil akan sulit diinterpretasi karena deviasi bisa berasal dari ketidakstabilan internal, bukan bias metode.
EQAS Memvalidasi Efektivitas Sistem IQC. Ini adalah inti dari hubungan IQC dan EQAS. Hasil EQAS yang konsisten memuaskan (Z-Score baik) merupakan bukti kuat bahwa sistem IQC Anda berfungsi dengan baik dan mampu menjaga akurasi. Sebaliknya, hasil EQAS yang buruk seringkali adalah pertanda bahwa ada kelemahan dalam sistem IQC (misalnya: target kontrol yang tidak tepat, aturan yang longgar) yang gagal mendeteksi bias yang sebenarnya sudah ada.
IQC untuk Deteksi Dini, EQAS untuk Konfirmasi Akhir. IQC mendeteksi masalah hari ini, saat ini juga, sehingga tindakan korektif bisa segera diambil. EQAS mengkonfirmasi bahwa tidak hanya hari ini, tetapi selama periode tertentu, kinerja laboratorium Anda akurat dibandingkan standar eksternal.
Sinergi dalam Aksi: Bagaimana Mereka Bekerja Sama?
Hubungan IQC dan EQAS terlihat nyata dalam skenario berikut:
Skenario 1: Hasil EQAS Tidak Memuaskan, tapi IQC Baik-baik Saja. Ini adalah tanda peringatan serius. Hubungan IQC dan EQAS di sini menunjukkan bahwa mungkin terjadi kesalahan sistematik yang konsisten (bias) yang tidak terdeteksi IQC karena nilai target/tengah (mean) dari kontrol Anda sendiri sudah tergeser mengikuti bias tersebut. Solusinya: investigasi kalibrasi, reagen, atau nilai target kontrol.
Skenario 2: IQC Tidak Stabil, Hasil EQAS pun Tidak Memuaskan. Ini adalah hubungan yang diharapkan. IQC yang tidak stabil (presisi buruk) hampir pasti akan menghasilkan kinerja EQAS yang buruk. EQAS di sini menguatkan temuan internal bahwa ada masalah mendasar yang harus segera diperbaiki, baik pada alat, reagen, maupun teknik.
Skenario 3: IQC Stabil dan EQAS Memuaskan. Ini adalah kondisi ideal yang menunjukkan hubungan IQC dan EQAS yang harmonis. Laboratorium memiliki presisi (IQC terkendali) dan akurasi (EQAS baik) yang terjamin. Ini adalah bukti utama kompetensi yang diajukan untuk akreditasi.
Hubungan dalam Kerangka Regulasi dan Akreditasi (ISO 15189)
Standar internasional dengan jelas mengatur hubungan IQC dan EQAS. ISO 15189 mensyaratkan:
- Klausul 5.6.2: Laboratorium harus memantau kinerja pemeriksaan melalui kontrol kualitas internal.
- Klausul 5.6.3: Laboratorium harus berpartisipasi dalam program uji profisiensi antar laboratorium (EQAS).
Kedua klausul ini saling melengkapi. Auditor akan melihat konsistensi antara data IQC dan kinerja EQAS sebagai bukti objektif dari efektivitas sistem manajemen mutu secara keseluruhan.
Kesimpulan: Partnership yang Tak Terpisahkan
Hubungan IQC dan EQAS adalah partnership strategis.
IQC adalah garda terdepan yang menjaga keandalan hasil setiap hari, sementara EQAS adalah penasihat independen yang memberikan penilaian objektif dan perspektif eksternal.
Satu sama lain saling mengisi celah: IQC butuh validasi dari EQAS, sementara EQAS membutuhkan fondasi IQC yang solid agar hasilnya bermakna.
Baca Juga: Evaluasi Hasil IQC: Jangan Cuma Diplot, Baca "Cerita" di Balik Titik QC Anda!
Oleh karena itu, laboratorium yang cerdas tidak akan memandang IQC dan EQAS sebagai beban ganda, tetapi sebagai investasi ganda dalam membangun kredibilitas yang tak terbantahkan.
Dengan mengoptimalkan hubungan IQC dan EQAS, laboratorium tidak hanya sekadar menghasilkan angka, tetapi menghasilkan kepercayaan.
Follow Media Sosial Infolabmed.com melalui chanel Telegram (https://t.me/infolabmedcom), Facebook (https://www.facebook.com/infolabmed/), Twitter/X (https://x.com/infolabmed). Berikan DONASI terbaikmu untuk perkembangan website infolabmed.com melalui Donasi via DANA (https://link.dana.id/minta?full_url=https://qr.dana.id/v1/281012012020092524655592).

Post a Comment