IQC dan EQC: Dua Pilar Utama Menjamin Akurasi Hasil Laboratorium Medis

Table of Contents
IQC dan EQC: Dua Pilar Utama Menjamin Akurasi Hasil Laboratorium Medis


INFOLABMED.COM - Dalam dunia laboratorium medis, kepercayaan adalah segalanya. Sebuah hasil pemeriksaan yang akurat menjadi dasar diagnosis dan penanganan pasien yang tepat. Di balik keakuratan hasil tersebut, terdapat dua proses kualitas yang tak tergantikan: 

IQC and EQC. Lantas, what is IQC and EQC sebenarnya? Artikel ini akan mengupas peran keduanya sebagai pilar penjaminan mutu yang menjaga integritas setiap tes yang dilakukan.

Baca juga : QC Laboratorium Anda Benar-Benar Aman untuk Pasien? Tinjauan Kritis dari Sudut Pandang Teknisi Laboratorium

Memahami Konsep Dasar: What is IQC and EQC?

Secara sederhana, IQC and EQC adalah dua sisi dari mata uang yang sama, yaitu Quality Control (Kontrol Kualitas).

  • IQC (Internal Quality Control) adalah proses pemantauan dan evaluasi internal yang dilakukan secara rutin dan berkesinambungan oleh laboratorium sendiri untuk memastikan bahwa suatu metode pemeriksaan berjalan dalam batas kinerja yang dapat diterima dari hari ke hari.
  • EQC (External Quality Assessment) atau Penilaian Mutu Eksternal adalah proses evaluasi independen di mana sampel uji dari penyelenggara eksternal dikirim ke laboratorium untuk dianalisis. Hasilnya kemudian dibandingkan dengan hasil laboratorium lain atau nilai target yang ditetapkan.

IQC (Internal Quality Control): Penjaga Konsistensi Harian

Untuk menjawab what is IQC and EQC secara mendalam, mari kita bahas IQC terlebih dahulu. IQC adalah garis pertahanan pertama dalam laboratorium.

Tujuan IQC:

  • Memastikan presisi (keterulangan) dan akurasi (ketepatan) suatu metode pemeriksaan.
  • Mendeteksi kesalahan acak dan sistematis secara dini, sebelum mempengaruhi hasil pasien.
  • Memverifikasi bahwa suatu alat atau reagen masih berfungsi dengan baik.

Bagaimana IQC Dilakukan? Laboratorium menggunakan bahan kontrol (kontrol serum) dengan nilai yang sudah diketahui. Bahan ini diperiksa setiap hari atau setiap seri pemeriksaan. Hasilnya diplot pada bagian kendali (Levey-Jennings Chart). Jika hasil kontrol berada dalam batas yang ditetapkan (misalnya, ±2 SD atau ±3 SD), maka pemeriksaan pasien dapat dilaporkan.

EQC (External Quality Assessment): Penguji Objektivitas dan Akurasi

Sementara IQC menjaga konsistensi internal, EQC menjawab pertanyaan, "Apakah hasil lab kami sama akuratnya dengan lab lain?"

Tujuan EQC:

  • Mengevaluasi akurasi dan reliabilitas hasil suatu laboratorium dibandingkan dengan laboratorium lain yang menggunakan metode serupa.
  • Mengidentifikasi adanya bias atau penyimpangan yang tidak terdeteksi oleh IQC.
  • Sebagai bahan pemenuhan persyaratan akreditasi (seperti SNI ISO 15189).

Bagaimana EQC Dilakukan? Sebuah penyelenggara EQC (misalnya, Bio-Rad, RCPAQAP, atau program nasional) akan mengirimkan sampel "buta" (nilainya tidak diketahui lab) secara berkala. Laboratorium memeriksa sampel tersebut dan melaporkan hasilnya kembali ke penyelenggara. Lalu, penyelenggara mengirimkan laporan kinerja yang menunjukkan bagaimana hasil lab dibandingkan dengan peer group-nya.

Baca juga : Quality Control in Biochemistry: Pentingnya Pengendalian Mutu di Laboratorium Klinis

Perbedaan Utama IQC dan EQC: Sinergi yang Sempurna

Pemahaman what is IQC and EQC akan lengkap dengan melihat perbandingannya:

AspekIQC (Internal)EQC (External)
PelaksanaStaf laboratorium sendiriPenyelenggara eksternal independen
FungsiMemantau presisi & akurasi harianMengevaluasi akurasi & komparabilitas
FrekuensiHarian / setiap seri pemeriksaanBulanan / triwulan / berkala
SampelBahan kontrol yang diketahuiSampel "buta" dari penyelenggara
Tujuan              Kontrol proses; jaminan langsung           Penilaian kompetensi; benchmarking

Kesimpulannya, pemahaman mendalam tentang what is IQC and EQC sangat krusial. IQC adalah "pilot" yang memastikan pesawat terbang lancar setiap hari, sedangkan EQC adalah "menara kontrol" yang memastikan pesawat berada di jalur yang benar dibandingkan dengan pesawat lain. Keduanya bukanlah pilihan, melainkan suatu keharusan untuk menjamin keandalan diagnostik dan keselamatan pasien.

Dapatkan informasi terkini seputar dunia laboratorium medis dengan mengikuti Media Sosial Infolabmed.com. Ikuti update kami di TelegramFacebook, dan Twitter/X. Jika artikel ini bermanfaat, dukung perkembangan website ini dengan memberikan DONASI via DANA. Setiap kontribusi Anda sangat berarti untuk keberlangsungan edukasi ini.

Rachma Amalia Maharani
Rachma Amalia Maharani Halo saya lulusan Teknologi Laboratorium Medik yang memiliki ketertarikan besar pada dunia kesehatan dan laboratorium klinik. Berpengalaman dalam praktik laboratorium selama masa studi dan magang, terbiasa bekerja secara teliti, disiplin, dan bertanggung jawab. Saya juga aktif mengembangkan diri melalui pembelajaran mandiri. I am looking for opportunities to contribute further to the health industry to be able to apply the knowledge and interests that I have. Let's connect on Linkedin in my Portfolio https://rachma-mlt.framer.website/

Post a Comment