QC Laboratorium Anda Benar-Benar Aman untuk Pasien? Tinjauan Kritis dari Sudut Pandang Teknisi Laboratorium
INFOLABMED.COM - Di banyak laboratorium, praktik menjalankan Internal Quality Control (IQC) menggunakan material kontrol dengan matriks berbeda dari sampel pasien telah menjadi rutinitas.
Namun, apakah kita pernah mempertanyakan: "Seberapa representatifkah QC kita terhadap kondisi riil pasien?"
Baca juga : Westgard Rules dan Multirules: Panduan Lengkap untuk Kontrol Kualitas di Laboratorium Medis
Masalah Utama QC dengan Matriks Berbeda
- Ketidaksesuaian MatriksMaterial kontrol komersial sering menggunakan:
- Matriks buatan (bovine-based)
- Kadar analit yang sudah ditentukan
Stabilizer kimia tertentu
Dampak pada Hasil Pasien
- Under-detection error: Gagal mendeteksi masalah pada sampel manusia
- Bias sistematis: Perbedaan respons reagen antara QC dan sampel pasien
- False security: QC lolos tapi hasil pasien bermasalah
Studi Kasus Nyata
Sebuah penelitian di Clinical Chemistry (2022) menemukan:
- 23% metode kimia klinis menunjukkan bias >10% antara QC dan sampel pasien
- Hematologi analyzer lebih rentan terhadap efek matriks
Solusi untuk QC yang Lebih Patient-Centric
- Fresh Frozen Patient Pool
- Gunakan sampel pasien residual yang dipool dan dibekukan
Lebih merepresentasikan kondisi riil
Peer Comparison Program
Bandingkan hasil dengan laboratorium lain menggunakan sampel yang sama
Sigma Metric Analysis
Hitung sigma metric menggunakan data pasien riil
Pemantauan Hasil Pasien
- Gunakan alat seperti:
- Moving average (Bull's algorithm)
- Patient-based real-time QC
Baca juga : 10 Kesalahan Umum di Laboratorium dan Cara Mengatasinya – Hindari Hal Error di Laboratorium
Langkah Implementasi
- Audit Rutin Proses QC
- Lakukan Verifikasi Metode menggunakan sampel pasien
- Kolaborasi dengan Produsen Reagen untuk material QC yang lebih baik
Follow Media Sosial Infolabmed.com melalui Telegram, Facebook, Twitter/X. Berikan DONASI terbaikmu untuk perkembangan website infolabmed.com melalui Donasi via DANA.
Post a Comment