Thalassemia vs Anemia Biasa: 7 Perbedaan Mendasar dari Penyebab hingga Pengobatan

Table of Contents

 

Thalassemia vs Anemia Biasa: 7 Perbedaan Mendasar dari Penyebab hingga Pengobatan

INFOLABMED.COM - Anemia adalah kondisi di mana jumlah sel darah merah atau hemoglobin di bawah normal. 

Namun, tidak semua anemia sama. Perbedaan thalassemia dan anemia biasa (yang sering merujuk pada Anemia Defisiensi Besi) sangat mendasar, mulai dari penyebab, pemeriksaan laboratorium, hingga penanganannya. 

Baca Juga: Tes Thalassemia: Jenis, Prosedur, dan Pentingnya Diagnosis Dini

Mengenal perbedaan ini penting untuk diagnosis yang tepat dan menghindari terapi yang keliru.

1. Perbedaan Dasar: Penyebab dan Sifat Penyakit

  • Thalassemia: Merupakan penyakit genetik/keturunan yang disebabkan oleh mutasi atau delesi pada gen yang bertanggung jawab untuk memproduksi rantai globin (protein penyusun hemoglobin). Ini adalah kelainan produksi hemoglobin.
  • Anemia Biasa (Defisiensi Besi): Merupakan kondisi yang didapat (acquired) akibat kekurangan zat besi, yang merupakan bahan baku utama untuk membuat hemoglobin. Penyebabnya antara lain asupan makanan kurang, perdarahan kronis (misal menstruasi berat, wasir), atau gangguan penyerapan.

2. Perbedaan Hasil Pemeriksaan Laboratorium Kunci

Ini adalah pembeda utama yang dilihat dari hasil Complete Blood Count (CBC):

Parameter LabThalassemia (Trait/Minor)Anemia Defisiensi Besi (Anemia Biasa)
MCV (Ukuran Sel)Sangat rendah (<80 fL, sering <70 fL)Rendah
MCH (Hb per Sel)Sangat rendahRendah
RDW (Variasi Ukuran)Normal (Sel seragam kecil)Tinggi (Anisositosis - sel besar-kecil bercampur)
Jumlah Sel Darah MerahNormal atau meningkat (Tubuh kompensasi dengan memproduksi lebih banyak sel, meski kecil)Rendah
Besi & FeritinNormal atau TinggiRendah
TIBCNormalTinggi

3. Perbedaan Gejala Klinis

  • Thalassemia (terutama trait): Seringkali tidak bergejala atau gejala anemianya sangat ringan. Orang dengan thalassemia minor bisa hidup normal tanpa menyadarinya. Thalassemia mayor (berat) baru menunjukkan gejala anemia berat, pertumbuhan terhambat, dan perubahan bentuk tulang wajah.
  • Anemia Defisiensi Besi: Gejala anemia seperti lemas, letih, lesu, pucat, sesak napas, dan palpitasi (jantung berdebar) lebih menonjol dan sesuai dengan tingkat keparahan anemia. Dapat juga disertai gejala khas kekurangan besi seperti Pica (ngidam makan es, tanah, dll) dan kuku sendok (koilonychia).

4. Perbedaan dalam Diagnosis

  • Thalassemia: Diagnosis pasti ditegakkan dengan elektroforesis hemoglobin. Pemeriksaan ini akan menunjukkan peningkatan kadar hemoglobin A2 dan/atau hemoglobin F.
  • Anemia Defisiensi Besi: Diagnosis ditegakkan dengan pemeriksaan kadar feritin serum (yang rendah) dan respon positif terhadap uji terapi besi.

5. Perbedaan Penanganan dan Pengobatan

  • Thalassemia Trait/Minor: TIDAK DIobati dengan transfusi rutin atau suplementasi besi. Bahaya justru terletak pada pemberian besi yang tidak perlu. Penanganan utama adalah konseling genetik, terutama bagi calon orang tua untuk mengetahui risiko memiliki anak dengan thalassemia mayor.
  • Anemia Defisiensi Besi: Penanganan utamanya adalah suplementasi zat besi (tablet/sirup) dan mencari serta mengatasi penyebab perdarahannya (misal, mengobati wasir, mengatasi menstruasi berlebihan).

6. Perbedaan dalam Asupan Zat Besi

  • Thalassemia: Umumnya tidak memerlukan tambahan asupan zat besi, karena kadar besi tubuh normal. Pada thalassemia mayor, justru terjadi kelebihan zat besi (iron overload) akibat transfusi berulang.
  • Anemia Defisiensi Besi: Membutuhkan asupan zat besi yang cukup dari makanan (daging merah, hati, sayuran hijau) dan suplemen untuk membangun kembali cadangan besi tubuh.

7. Perbedaan Risiko dan Komplikasi

  • Thalassemia (Mayor): Berisiko tinggi mengalami komplikasi seperti hemosiderosis (penumpukan besi di organ), gangguan pertumbuhan, kelainan bentuk tulang, dan memerlukan transfusi darah seumur hidup.
  • Anemia Defisiensi Besi: Jika berkepanjangan, dapat menyebabkan gangguan perkembangan kognitif pada anak, gangguan kekebalan tubuh, dan komplikasi terkait penyebab dasarnya (misal, kanker jika aneminya karena perdarahan kanker).
Kesalahan diagnosis antara thalassemia trait dan anemia defisiensi besi dapat berakibat serius. 

Pemberian suplemen besi pada pasien thalassemia trait dapat menyebabkan kelebihan zat besi yang merusak organ. 

Baca Juga: HB Elektroforesis untuk Thalassemia: Pemeriksaan Penting untuk Diagnosis & Pembawa Sifat


Oleh karena itu, jika ditemukan gambaran anemia mikrositik hipokrom dengan jumlah eritrosit normal/tinggi dan RDW normalthallasemia harus selalu dipikirkan dan diperiksa dengan elektroforesis hemoglobin.

Mengenali perbedaan thalassemia dan anemia biasa adalah langkah pertama untuk penatalaksanaan yang tepat. Konsultasikan selalu hasil pemeriksaan darah Anda dengan dokter untuk diagnosis yang akurat.


Follow Media Sosial Infolabmed.com melalui chanel Telegram Link, Facebook Link, Twitter/X Link. Berikan DONASI terbaikmu untuk perkembangan website infolabmed.com melalui Donasi via DANA Link.


Fitri Aisyah
Fitri Aisyah Selamat datang di my blog! Blog ini membahas dunia laboratorium medik dengan cara yang mudah dipahami. Dari teknik pemeriksaan, interpretasi hasil laboratorium, hingga tips seputar kesehatan, semuanya dikemas simpel, jelas, dan berbasis bukti ilmiah. Yuk, eksplorasi ilmu laboratorium bersama! 🔬🚀

Post a Comment