Mikrositik Hipokrom: Mengenal Ciri, Penyebab, dan Diagnosis Anemia dengan Eritrosit Kecil & Pucat

Table of Contents

 

Mikrositik Hipokrom: Mengenal Ciri, Penyebab, dan Diagnosis Anemia dengan Eritrosit Kecil & PucatMikrositik Hipokrom: Mengenal Ciri, Penyebab, dan Diagnosis Anemia dengan Eritrosit Kecil & Pucat

INFOLABMED.COM - Dalam pemeriksaan darah rutin, deskripsi "mikrositik hipokrom" sering muncul pada laporan apusan darah atau interpretasi indeks eritrosit. 

Istilah ini mengacu pada kelainan eritrosit (sel darah merah) yang memiliki dua karakteristik utama: ukuran lebih kecil dari normal (mikrositik) dan warna lebih pucat (hipokrom) karena kandungan hemoglobin yang rendah. 

Baca Juga: MCH dan MCV Rendah: Penanda Anemia Mikrositik Hipokrom dan Penyebabnya

Kondisi ini merupakan penanda utama dari suatu kelompok anemia yang perlu ditelusuri penyebabnya.

Apa Arti Mikrositik dan Hipokrom Secara Laboratoris?

  • Mikrositik: Berarti volume sel darah merah rata-rata ( MCV/Mean Corpuscular Volumerendah, biasanya di bawah 80 fL. Sel darah merah terlihat lebih kecil dibandingkan sel normal saat dilihat di bawah mikroskop.
  • Hipokrom: Berarti konsentrasi hemoglobin rata-rata dalam sel ( MCHC/Mean Corpuscular Hemoglobin Concentrationrendah, biasanya di bawah 32 g/dL. Warna merah sel (yang diberikan hemoglobin) menjadi lebih pudar, dengan area pucat di tengah sel (area sentral pallor) yang melebar.

Karakteristik ini sering kali ditemukan bersamaan, sehingga disebut anemia mikrositik hipokrom.

Penyebab Utama Kelainan Eritrosit Mikrositik Hipokrom

Ada tiga penyebab utama yang harus dipikirkan ketika ditemukan gambaran ini, dengan Anemia Defisiensi Besi sebagai yang paling sering.

1. Anemia Defisiensi Besi (Kekurangan Zat Besi) Ini adalah penyebab paling umum di seluruh dunia. Zat besi adalah komponen inti molekul hemoglobin. Tanpa pasokan besi yang cukup, tubuh tidak dapat memproduksi hemoglobin dalam jumlah normal, menghasilkan sel yang kecil dan pucat.

  • Sumber: Perdarahan kronis (menstruasi berat, wasir, tukak lambung, kanker saluran cerna), asupan makanan kurang, gangguan penyerapan besi (misal pada penyakit Celiac), atau peningkatan kebutuhan (kehamilan).

2. Talasemia (Alpha atau Beta) Ini adalah kelainan bawaan (diturunkan) dalam produksi rantai globin, salah satu protein pembentuk hemoglobin. Produksi hemoglobin yang cacat menyebabkan sel darah merah kecil, pucat, dan mudah rusak.

  • Pembeda Kunci: Pada talasemia trait (pembawa sifat), anemia biasanya ringan dan tidak sesuai dengan tingkat keparahan mikrositosis yang jelas. RDW (Red Cell Distribution Width) cenderung normal, berbeda dengan anemia defisiensi besi di mana RDW biasanya tinggi (variasi ukuran sel besar).

3. Anemia Sideroblastik Kelompok anemia di mana sumsum tulang gagal mengolah zat besi secara efektif untuk dimasukkan ke dalam hemoglobin. Besi menumpuk di dalam mitokondria sel prekursor eritrosit di sumsum tulang, membentuk "ring sideroblast."

  • Penyebab: Bisa bawaan (jarang) atau didapat akibat keracunan timbal, efek samping obat (misal, INH, kloramfenikol), defisiensi vitamin B6, atau alkoholisme.

Diagnosis Banding: Membedakan Penyebabnya

Dokter dan ahli laboratorium akan menganalisis pola hasil pemeriksaan darah lengkap dan tes tambahan:

Parameter / TesAnemia Defisiensi BesiTalasemia TraitAnemia Sideroblastik
MCVRendahSangat rendahRendah
MCHCRendahRendahRendah / Normal
RDWTinggi (Anisositosis)NormalBervariasi
Feritin SerumSangat RendahNormal / TinggiNormal / Tinggi
Besi SerumRendahNormal / TinggiTinggi
TIBC (Kapasitas Ikatan Besi Total)TinggiNormalNormal / Rendah
Tes KhususRespons terhadap terapi besiElektroforesis Hemoglobin (Hb A2 meningkat pada Beta-thalassemia trait)Pewarnaan Prussian Blue pada sumsum tulang (melihat ring sideroblast)

Gejala yang Dapat Menyertai

Selain gejala anemia umum seperti lemas, pucat, sesak napas, dan jantung berdebar, dapat muncul gejala khas penyebabnya:

  • Defisiensi Besi: Pika (menginginkan benda non-makanan seperti es atau tanah), kuku koilonychia (kuku sendok), sariawan.
  • Talasemia: Dapat disertai pembesaran limpa (splenomegali) pada bentuk yang lebih parah.
  • Keracunan Timbal (pada sideroblastik): Nyeri perut, gangguan saraf tepi.

Langkah Penanganan

Penanganan sepenuhnya bergantung pada diagnosis akar penyebab:

  • Defisiensi Besi: Suplementasi zat besi dan koreksi sumber perdarahan.
  • Talasemia Trait: Umumnya tidak memerlukan terapi khusus, tetapi penting untuk konseling genetik sebelum berencana memiliki anak.
  • Anemia Sideroblastik: Mengatasi penyebabnya (misal, menghindari paparan timbal, suplementasi vitamin B6).

Baca Juga: MCV dan MCH Rendah Artinya? Waspada Anemia Defisiensi Besi!

Kesimpulannya, temuan kelainan eritrosit mikrositik hipokrom merupakan petunjuk penting yang memerlukan investigasi lebih lanjut. 

Diagnosis yang tepat melalui pemeriksaan laboratorium penunjang sangat krusial untuk menentukan terapi yang efektif dan menghindari penanganan yang keliru.


Follow Media Sosial Infolabmed.com melalui chanel Telegram Link, Facebook Link, Twitter/X Link. Berikan DONASI terbaikmu untuk perkembangan website infolabmed.com melalui Donasi via DANA Link.


Fitri Aisyah
Fitri Aisyah Selamat datang di my blog! Blog ini membahas dunia laboratorium medik dengan cara yang mudah dipahami. Dari teknik pemeriksaan, interpretasi hasil laboratorium, hingga tips seputar kesehatan, semuanya dikemas simpel, jelas, dan berbasis bukti ilmiah. Yuk, eksplorasi ilmu laboratorium bersama! 🔬🚀

Post a Comment