MCV dan MCH Rendah Artinya? Waspada Anemia Defisiensi Besi!

Table of Contents

 

MCV dan MCH Rendah Artinya? Waspada Anemia Defisiensi Besi!

INFOLABMED.COM - Jika Anda melihat hasil pemeriksaan darah lengkap dan menemui nilai MCV dan MCH yang tercetak rendah, mungkin timbul pertanyaan: MCV dan MCH rendah artinya apa? 

Kombinasi hasil ini adalah petunjuk penting bagi dokter untuk mendiagnosis suatu jenis anemia. Singkatnya, 

Baca Juga: Anemia Normositik: Anemia dengan Sel Darah Merah Berukuran Normal

MCV dan MCH rendah artinya sel darah merah Anda berukuran lebih kecil dari normal (mikrositik) dan mengandung hemoglobin yang lebih sedikit (hipokrom), yang sangat khas untuk kondisi anemia defisiensi besi.

MCV dan MCH Rendah Artinya: Memahami Indeks Eritrosit

Pertama, mari kita pahami apa itu MCV dan MCH:

  • MCV (Mean Corpuscular Volume): Nilai rata-rata volume sel darah merah. MCV rendah artinya sel darah merah berukuran lebih kecil dari seharusnya (mikrositik).
  • MCH (Mean Corpuscular Hemoglobin): Jumlah rata-rata hemoglobin dalam satu sel darah merah. MCH rendah artinya setiap sel darah merah kekurangan "warna merah" atau hemoglobin (hipokrom).

Ketika kedua nilai ini rendah bersamaan, gambaran sel darah merah di bawah mikroskop akan terlihat kecil dan pucat di bagian tengahnya. Inilah yang disebut dengan anemia mikrositik hipokrom.

Lalu, MCV dan MCH Rendah Artinya Kondisi Apa?

Dalam mayoritas kasus, MCV dan MCH rendah artinya Anda sangat mungkin mengalami Anemia Defisiensi Besi. 

Zat besi adalah komponen utama pembentuk hemoglobin. 

Tanpa pasokan zat besi yang cukup, tubuh tidak dapat memproduksi hemoglobin dalam jumlah normal. 

Akibatnya, sel darah merah yang diproduksi pun berukuran kecil dan kandungan hemoglobinnya rendah.

Penyebab Umum MCV dan MCH Rendah

Penyebab rendahnya MCV dan MCH umumnya berkaitan dengan kekurangan zat besi, yang dapat disebabkan oleh:

  1. Asupan Zat Besi yang Kurang: Pola makan yang tidak mencukupi kebutuhan zat besi, terutama dari sumber hewani (daging merah, ayam, ikan).
  2. Gangguan Penyerapan Zat Besi: Kondisi seperti penyakit Celiac, Crohn's, atau gastritis atrofik dapat menghambat penyerapan zat besi di usus.
  3. Kehilangan Darah Kronis (Perdarahan): Ini adalah penyebab tersering pada orang dewasa. Kehilangan darah sedikit demi sedikit dalam jangka lama menguras cadangan zat besi tubuh. Sumbernya bisa berupa:
    • Perdarahan saluran cerna (misalnya akibat wasir, tukak lambung, atau kanker usus).
    • Menstruasi yang berat pada wanita.
    • Perdarahan kronis lainnya.
  4. Kebutuhan Zat Besi Meningkat: Misalnya pada masa kehamilan, menyusui, atau anak-anak dalam masa pertumbuhan pesat.

Gejala yang Sering Menyertai

Selain dari hasil lab, kondisi ini juga menimbulkan gejala-gejala anemia, seperti:

  • Lemas, lesu, dan cepat lelah.
  • Pucat pada kulit, bibir, dan kelopak mata bagian dalam.
  • Sesak napas, terutama saat beraktivitas.
  • Palpitasi (jantung berdebar-debar).
  • Pusing dan sakit kepala.
  • Tangan dan kaki terasa dingin.

Apa yang Harus Dilakukan?

Jika hasil pemeriksaan Anda menunjukkan MCV dan MCH rendah, langkah yang tepat adalah:

  1. Konsultasi ke Dokter: Dokter akan menginterpretasikan hasil lab secara keseluruhan dan menanyakan riwayat kesehatan serta gejala Anda.
  2. Pemeriksaan Lanjutan: Dokter mungkin akan menyarankan pemeriksaan tambahan untuk memastikan diagnosis dan mencari penyebabnya, seperti kadar feritin, serum besi, dan TIBC (Total Iron Binding Capacity).
  3. Penanganan yang Tepat: Penanganan berfokus pada mengatasi akar penyebab dan meningkatkan kadar zat besi, biasanya melalui:
    • Suplementasi Zat Besi yang diresepkan dokter.
    • Perbaikan Pola Makan dengan meningkatkan konsumsi daging merah, hati, ikan, sayuran hijau, dan kacang-kacangan.
    • Mengonsumsi Vitamin C untuk meningkatkan penyerapan zat besi.
    • Menangani Sumber Perdarahan jika ada.

MCV dan MCH rendah artinya tubuh Anda menunjukkan tanda-tanda klasik anemia defisiensi besi, di mana sel darah merah menjadi kecil dan pucat. 

Ini adalah kondisi yang serius namun umum dan dapat diobati. 

Baca Juga: Tes Anemia: Jenis Pemeriksaan dan Ragam Jenis Anemia yang Perlu Anda Ketahui

Jangan mengabaikan hasil laboratorium ini. 

Segera konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan diagnosis yang akurat dan penanganan yang tepat agar kondisi Anda dapat pulih dengan cepat.


Follow Media Sosial Infolabmed.com melalui chanel Telegram di sini, Facebook di sini, dan Twitter/X di sini. Berikan DONASI terbaikmu untuk perkembangan website infolabmed.com melalui Donasi via DANA ini.


Fitri Aisyah
Fitri Aisyah Selamat datang di my blog! Blog ini membahas dunia laboratorium medik dengan cara yang mudah dipahami. Dari teknik pemeriksaan, interpretasi hasil laboratorium, hingga tips seputar kesehatan, semuanya dikemas simpel, jelas, dan berbasis bukti ilmiah. Yuk, eksplorasi ilmu laboratorium bersama! 🔬🚀

Post a Comment