Anemia Normositik: Anemia dengan Sel Darah Merah Berukuran Normal

Table of Contents


INFOLABMED.COM - Anemia normositik adalah suatu kondisi anemia di mana ukuran sel darah merah (eritrosit) berada dalam batas normal, namun jumlah total sel darah merah dan kadar hemoglobin dalam darah rendah. Berbeda dengan anemia mikrositik (sel kecil) atau makrositik (sel besar), pada anemia normositik, pemeriksaan Mean Corpuscular Volume (MCV) menunjukkan nilai yang normal, biasanya antara 80-100 fL.


Ini berarti masalahnya bukan terletak pada pembentukan sel darah merah yang berukuran salah, melainkan pada produksi yang tidak mencukupi atau kehancuran yang berlebihan dari sel darah merah yang berukuran normal.


Penyebab Anemia Normositik

Penyebab anemia normositik sangat beragam dan seringkali terkait dengan kondisi medis yang mendasarinya. Penyebab-penyebab utama dapat dikelompokkan menjadi:



Anemia Penyakit Kronis: 

Ini adalah penyebab paling umum dari anemia normositik. Penyakit inflamasi atau infeksi jangka panjang (seperti rheumatoid arthritis, penyakit ginjal kronis, HIV/AIDS, kanker) dapat mengganggu produksi sel darah merah di sumsum tulang dan mempersingkat umur sel darah merah.

Anemia Akibat Perdarahan Akut:

 Kehilangan darah dalam jumlah banyak dalam waktu singkat (misalnya akibat kecelakaan, operasi, atau perdarahan saluran cerna) akan menyebabkan anemia dengan sel darah merah yang masih berukuran normal, sebelum tubuh sempat menunjukkan perubahan ukuran sel.

Anemia Hemolitik:

 Kondisi di mana sel darah merah dihancurkan lebih cepat daripada kecepatan tubuh memproduksinya. Penghancuran ini bisa disebabkan oleh faktor keturunan (seperti sickle cell disease) atau faktor acquired (seperti autoimun, infeksi, atau obat-obatan).

Anemia Aplastik:

 Penyakit serius di mana sumsum tulang gagal memproduksi sel darah dengan cukup, termasuk sel darah merah, sel darah putih, dan trombosit.

Gagal Ginjal: 

Ginjal yang rusak tidak dapat memproduksi hormon eritropoietin (EPO) yang cukup, yaitu hormon yang merangsang sumsum tulang untuk membuat sel darah merah.

Gejala yang Ditimbulkan

Gejala anemia normositik pada dasarnya sama dengan gejala anemia pada umumnya, yang disebabkan oleh berkurangnya kapasitas pembawa oksigen dalam darah:


Kelelahan dan kelemahan yang ekstrem.

Kulit pucat (pucat pada wajah, telapak tangan, dan konjungtiva mata).

Sesak napas, terutama saat beraktivitas.

Pusing atau sakit kepala.

Detak jantung cepat (takikardia) atau jantung berdebar.

Gejala khusus dapat muncul tergantung penyebab dasarnya, seperti demam pada infeksi, atau nyeri sendi pada penyakit autoimun.

Diagnosis dan Pemeriksaan

Diagnosis awal anemia normositik ditegakkan melalui:


Hitung Darah Lengkap (HDL): 

Pemeriksaan ini akan menunjukkan:

Hemoglobin (Hb) rendah: Menandakan anemia.

MCV normal: Menandakan ukuran sel darah merah yang normal (normositik).

Karena MCV normal, dokter harus melakukan investigasi lebih lanjut untuk menemukan akar masalahnya. Pemeriksaan lanjutan yang mungkin dilakukan antara lain:


Hitung Retikulosit: 

Untuk melihat apakah sumsum tulang merespons anemia dengan memproduksi lebih banyak sel darah merah muda (reticulocyte). Hasilnya rendah pada anemia penyakit kronis atau aplastik, dan tinggi pada anemia hemolitik atau pasca perdarahan.

Pemeriksaan Apusan Darah Tepi: 

Untuk melihat bentuk sel darah merah dan mencari tanda-tanda hemolisis.

Pemeriksaan Kimia Darah: 

Seperti LDH, bilirubin, dan haptoglobin untuk mendeteksi hemolisis.

Pemeriksaan Fungsi Ginjal dan Tes Inflamasi.

Kunci penanganan anemia normositik adalah mengobati kondisi medis yang mendasarinya. Misalnya, mengendalikan penyakit kronis, menangani sumber perdarahan, atau mengobati infeksi.

Related: Tes Anemia: Jenis Pemeriksaan dan Ragam Jenis Anemia yang Perlu Anda Ketahui

Follow Media Sosial Infolabmed.com melalui chanel Telegram [Link Telegram], Facebook [Link Facebook], Twitter/X [Link Twitter]. Berikan DONASI terbaikmu untuk perkembangan website infolabmed.com melalui [Donasi via DANA].

Nisriyna.
Nisriyna. semoga tulisan-tulisan ini bisa bermanfaat dan menginspirasi:) Let's connect in Linked in [Nisriyna N]

Post a Comment