IgM Positif = Infeksi Akut? Jangan Salah Interpretasi! Ini 5 Kemungkinan Artinya
INFOLABMED.COM - Dalam diagnosis infeksi, pemeriksaan antibodi seperti IgM dan IgG menjadi alat bantu yang penting.
Banyak yang menganggap IgM positif secara otomatis menandakan infeksi akut atau baru terjadi.
Baca Juga: Tes ACA IgG dan IgM: Pemahaman Lengkap untuk Deteksi Sindrom Antifosfolipid (APS)
Namun, interpretasi ini tidak selalu benar dan bisa menyesatkan.
Artikel ini akan menjelaskan mengapa hasil IgM positif perlu dibaca dengan hati-hati dan apa saja kemungkinan arti di baliknya.
Memahami Peran IgM dan IgG
Sebelum membahas interpretasi, penting memahami peran dasar kedua antibodi ini:
- IgM (Immunoglobulin M): Antibodi pertama yang diproduksi tubuh saat terpapar patogen (virus, bakteri, dll). Biasanya muncul dalam 1-2 minggu setelah infeksi.
- IgG (Immunoglobulin G): Antibodi yang diproduksi lebih lambat (muncul sekitar 2-4 minggu setelah infeksi), tetapi memberikan memori kekebalan jangka panjang dan lebih spesifik.
Pada infeksi primer, pola klasiknya adalah: IgM muncul, lalu IgG menyusul. IgG kemudian akan menetap, sementara IgM perlahan menghilang.
IgM Positif: Memang Bisa Menunjukkan Infeksi Akut, Tapi...
Ya, hasil IgM positif dapat mengindikasikan infeksi akut atau baru berlangsung, terutama jika disertai dengan IgG yang masih negatif.
Ini adalah skenario yang paling diharapkan.
Namun, diagnosis tidak boleh berhenti di sini. Beberapa faktor harus diperhatikan:
- Korelasi dengan Gejala Klinis: Apakah pasien benar-benar menunjukkan gejala akut (demam, nyeri, dll) yang sesuai? IgM positif tanpa gejala perlu dipertanyakan.
- Kualitas Tes (Spesifisitas & Sensitivitas): Tidak semua kit tes memiliki akurasi sempurna.
4 Kemungkinan Lain di Balik Hasil IgM Positif
Inilah alasan mengapa "IgM Positif = Infeksi Akut" adalah generalisasi yang berbahaya:
1. Reaktivitas Silang (Cross-Reactivity) Ini adalah penyebab umum "false positive" atau positif palsu. Antibodi IgM yang dihasilkan untuk melawan satu patogen ternyata juga bereaksi dengan antigen patogen lain yang strukturnya mirip. Contoh: Antibodi terhadap virus dengue bisa bereaksi silang dengan virus Zika atau flavivirus lainnya.
2. IgM Persisten (Persistent IgM) Pada beberapa individu dan jenis infeksi tertentu, kadar IgM tidak kunjung turun atau tetap terdeteksi dalam waktu sangat lama (berbulan-bulan hingga bertahun-tahun) setelah infeksi awal sembuh. Contoh infeksi yang dikenal dengan IgM persisten: Hepatitis A, Parvovirus B19, Cytomegalovirus (CMV), dan Epstein-Barr Virus (EBV). Jadi, IgM positif bisa jadi sisa dari infeksi yang terjadi berbulan yang lalu.
3. Re-eksposur atau Reaktivasi Pada orang dengan sistem imun tertentu, paparan ulang (re-eksposur) terhadap patogen yang sama atau reaktivasi infeksi laten (misalnya, Toxoplasma) dapat memicu peningkatan IgM kembali, meskipun tidak selalu disertai penyakit akut yang nyata.
4. Faktor Non-Spesifik dan Autoimun Kondisi tertentu seperti penyakit autoimun (contoh: Lupus/SLE), kehamilan, atau gangguan imun dapat menyebabkan peningkatan kadar imunoglobulin secara non-spesifik, termasuk IgM, yang mungkin bereaksi dalam tes serologi.
Bagaimana Interpretasi yang Benar? Panduan Praktis
Hasil IgM positif harus selalu dilihat dalam konteks yang lebih luas:
Kombinasi dengan IgG: Ini kunci utama.
- IgM Positif, IgG Negatif: Mungkin infeksi akut/baru. Ulangi tes setelah 1-2 minggu untuk melihat konversi serologi (apakah IgG menjadi positif).
- IgM Positif, IgG Positif: Bisa berarti infeksi sedang berlangsung (jika IgG baru muncul), atau infeksi di masa lalu dengan IgM persisten. Perhatikan avidity index IgG jika tersedia (nilai avidity rendah mengarah ke infeksi baru).
- IgM Negatif, IgG Positif: Menunjukkan infeksi di masa lalu atau kekebalan yang telah terbentuk (misalnya, pasca vaksinasi).
Klinis adalah Raja: Selalu kaitkan dengan gejala, riwayat perjalanan penyakit, dan pemeriksaan fisik.
Pertimbangkan Tes Konfirmasi: Untuk diagnosis pasti, terutama pada kasus yang meragukan, diperlukan tes yang lebih spesifik seperti PCR (mendeteksi material genetik patogen) atau pembiakan (kultur).
Baca Juga: Toxoplasma IgM/IgG: Cara Membaca Hasil Tes & Risikonya bagi Kehamilan
Sebaliknya, hasil IgM positif harus menjadi pemicu untuk evaluasi lebih lanjut—melihat pola IgG, gejala klinis, dan mungkin melakukan tes tambahan.
Konsultasikan selalu hasil pemeriksaan serologi dengan dokter atau konsultan medis laboratorium untuk mendapatkan diagnosis yang akurat.
Follow Media Sosial Infolabmed.com melalui chanel Telegram Link, Facebook Link, Twitter/X Link. Berikan DONASI terbaikmu untuk perkembangan website infolabmed.com melalui Donasi via DANA Link.

Post a Comment