Tests That Can Be Affected by Prolonged Tourniquet Application: Dampaknya pada Hasil Laboratorium

Table of Contents

Tests That Can Be Affected by Prolonged Tourniquet Application: Dampaknya pada Hasil Laboratorium


INFOLABMED.COM - Dalam proses pengambilan darah, tourniquet (torniket) adalah alat bantu yang penting untuk memudahkan akses ke pembuluh darah vena. Namun, penggunaan tourniquet yang terlalu lama dapat menyebabkan perubahan pada sampel darah dan berdampak pada hasil pemeriksaan. 

Memahami tests that can be affected by prolonged tourniquet application sangat krusial untuk menghindari kesalahan interpretasi diagnosis dan terapi.

Baca juga : Dasar Teori Pengambilan Darah Vena: Fondasi Akurat dan Profesional

Apa yang Terjadi Saat Tourniquet Dipasang Terlalu Lama?

Pemasangan tourniquet yang melebihi 1-2 menit dapat menyebabkan kondisi yang disebut hemokonsentrasi dan stasis vena. Torniket yang mengencang menghambat aliran balik darah vena, sementara darah arteri masih dapat masuk. Hal ini menyebabkan:

  • Peningkatan tekanan di dalam pembuluh darah kapiler.
  • Kebocoran cairan plasma (bagian cair darah) dari pembuluh darah ke jaringan sekitarnya.
  • Akibatnya, sel-sel darah dan molekul-molekul besar yang tidak dapat keluar menjadi lebih pekat di dalam pembuluh darah.

Perubahan inilah yang menjadi akar masalah dari tests that can be affected by prolonged tourniquet application.

Daftar Tests That Can Be Affected by Prolonged Tourniquet Application

Berikut adalah parameter laboratorium yang paling rentan terpengaruh oleh penggunaan tourniquet yang berkepanjangan:

1. Elektrolit

  • Kalium (K+): Ini adalah parameter paling sensitif. Stasis vena dan asidosis lokal di lengan yang terikat dapat menyebabkan kalium keluar dari sel-sel otot, sehingga kadar kalium serum meningkat secara palsu (pseudohyperkalemia). Kenaikan bisa signifikan (>0.5 mmol/L) dan berisiko menyebabkan diagnosis yang salah.
  • Kalsium (Ca2+): Kadar kalsium total dapat meningkat karena hemokonsentrasi, karena kalsium terikat pada protein (terutama albumin).

2. Protein dan Enzim

  • Total Protein dan Albumin: Keduanya akan menunjukkan peningkatan palsu karena proses hemokonsentrasi. Molekul protein yang besar tidak dapat keluar dari pembuluh darah, sehingga menjadi lebih pekat.
  • Laktat Dehidrogenase (LDH) dan Aspartate Aminotransferase (AST): Enzim-enzim ini dapat meningkat karena pelepasan dari sel-sel otot yang mengalami stres iskemia (kekurangan aliran darah) sementara di bawah tourniquet.

3. Koagulasi

  • Faktor Pembekuan VIII dan Von Willebrand Factor (vWF): Kadarnya dapat meningkat karena dilepaskan dari endotel pembuluh darah sebagai respons terhadap stasis. Hal ini dapat mempengaruhi hasil tes seperti APTT (Activated Partial Thromboplastin Time).

4. Hormon dan Obat-Obatan

  • Hormon yang Terikat Protein: Seperti hormon tiroid (T3, T4) dan testosteron, dapat menunjukkan hasil yang lebih tinggi karena terikat pada protein yang mengalami hemokonsentrasi.
  • Obat-Obatan yang Terikat Protein Tinggi: Misalnya warfarin, phenytoin, dan carbamazepine. Kadar obat bebas (aktif) mungkin tidak berubah, tetapi kadar totalnya akan meningkat, berpotensi menyebabkan interpretasi yang keliru.

Cara Mencegah Kesalahan Akibat Prolonged Tourniquet

Untuk meminimalisir dampak pada tests that can be affected by prolonged tourniquet application, prosedur yang benar harus diterapkan:

  1. Pasang tourniquet maksimal 1-2 menit. Jika akses vena sulit, lepas tourniquet selama 1-2 menit sebelum mencoba lagi.
  2. Pilih ukuran jarum yang tepat untuk memastikan aliran darah yang lancar.
  3. Lepaskan tourniquet segera setelah jarum masuk ke vena dan darah mulai mengalir ke tabung, atau segera setelah tabung pertama terisi.
  4. Hindari mengepalkan tangan secara kuat dan berulang oleh pasien, karena ini dapat meningkatkan konsentrasi kalium dan asam laktat secara lokal.

Baca juga : Uji Tourniquet: Tes Skrining untuk Kekuatan Pembuluh Darah dan Kecurigaan DBD

Implikasi Klinis

Kesalahan pada tests that can be affected by prolonged tourniquet application dapat berakibat serius. Hasil kalium yang tinggi palsu dapat membuat dokter mendiagnosis hiperkalemia yang tidak ada, leading to pemeriksaan yang tidak perlu atau pemberian terapi yang keliru. Demikian pula, hasil protein atau LDH yang tinggi dapat disalahartikan sebagai tanda penyakit hati atau keganasan.

Dengan demikian, kesadaran akan tests that can be affected by prolonged tourniquet application merupakan bagian kritis dari tahap pra-analitik yang menentukan kualitas akhir hasil laboratorium.

Dapatkan informasi kesehatan dan laboratorium terkini dengan mengikuti media sosial Infolabmed.com. Bergabunglah di channel Telegram, like halaman Facebook kami, dan ikuti update di Twitter/X. Jika artikel ini bermanfaat, dukung perkembangan website infolabmed.com melalui Donasi via DANA.

Rachma Amalia Maharani
Rachma Amalia Maharani Halo saya lulusan Teknologi Laboratorium Medik yang memiliki ketertarikan besar pada dunia kesehatan dan laboratorium klinik. Berpengalaman dalam praktik laboratorium selama masa studi dan magang, terbiasa bekerja secara teliti, disiplin, dan bertanggung jawab. Saya juga aktif mengembangkan diri melalui pembelajaran mandiri. I am looking for opportunities to contribute further to the health industry to be able to apply the knowledge and interests that I have. Let's connect on Linkedin in my Portfolio https://rachma-mlt.framer.website/

Post a Comment