Uji Tourniquet: Tes Skrining untuk Kekuatan Pembuluh Darah dan Kecurigaan DBD

Table of Contents

Uji Tourniquet: Tes Skrining untuk Kekuatan Pembuluh Darah dan Kecurigaan DBD


INFOLABMED.COM - Uji Tourniquet, yang juga dikenal sebagai Tes Rumple-Leede, adalah sebuah pemeriksaan fisik sederhana dan cepat yang digunakan untuk menilai kerapuhan pembuluh darah kapiler. Tes ini bertujuan untuk melihat kecenderungan pembuluh darah kecil (kapiler) untuk pecah di bawah tekanan tertentu. 

Meskipun tidak spesifik untuk satu penyakit, uji tourniquet yang positif sering dikaitkan dengan kondisi yang menyebabkan trombositopenia (jumlah trombosit rendah) atau kerusakan pembuluh darah, seperti Demam Berdarah Dengue (DBD).

Apa Itu Uji Tourniquet dan Tujuannya?

Uji Tourniquet adalah tes skrining yang dilakukan dengan cara meningkatkan tekanan dalam pembuluh darah kapiler di lengan untuk sementara waktu. Tujuannya adalah:

  1. Mendeteksi Kerapuhan Kapiler: Jika kapiler rapuh, peningkatan tekanan ini akan menyebabkan sejumlah kapiler pecah dan menimbulkan perdarahan titik (petechiae) di kulit.
  2. Alat Bantu Skrining Awal DBD: Karena virus dengue dapat merusak pembuluh darah dan menurunkan trombosit, uji tourniquet menjadi salah satu pemeriksaan penunjang dalam diagnosis DBD, terutama di fasilitas kesehatan dengan sumber daya terbatas.

Prosedur Melakukan Uji Tourniquet

Prosedur uji tourniquet harus dilakukan dengan tepat untuk mendapatkan hasil yang akurat:

  1. Persiapan: Pasien duduk dengan nyaman. Cari dan tandai area selebar 2.5 cm x 2.5 cm (1 inci persegi) di bagian dalam lengan bawah, kira-kira 4 jari di bawah lekukan siku. Pastikan area tersebut tidak ada ruam atau memar sebelumnya.
  2. Pengukuran Tekanan Darah: Pasang manset tekanan darah (sphygmomanometer) pada lengan atas.
  3. Pemberian Tekanan: Pompa manset hingga tekanannya tepat di tengah-tengah nilai sistolik dan diastolik pasien. Misalnya, jika tekanan darah 120/80 mmHg, maka tekanan yang diberikan adalah (120+80)/2 = 100 mmHg.
  4. Pertahankan Tekanan: Pertahankan tekanan tersebut selama 5 menit.
  5. Lepaskan dan Hitung: Setelah 5 menit, lepaskan manset dengan cepat. Tunggu selama 1-2 menit, lalu hitung jumlah bintik merah (petechiae) yang muncul di dalam area 2.5x2.5 cm yang telah ditandai.

Interpretasi Hasil Uji Tourniquet

Hasil uji tourniquet dinyatakan positif atau negatif berdasarkan jumlah petechiae yang muncul:

  • Hasil Positif: Jika jumlah petechiae yang muncul ≥ 20 buah. Hasil ini mengindikasikan meningkatnya kerapuhan kapiler.
  • Hasil Negatif: Jika jumlah petechiae yang muncul < 20 buah.

Keterkaitan dengan DBD dan Keterbatasan Tes

Uji Tourniquet yang positif, ditambah dengan gejala demam tinggi mendadak, nyeri otot, dan sakit kepala, dapat meningkatkan kecurigaan terhadap infeksi virus dengue. Namun, penting untuk diingat bahwa:

  • Tidak Spesifik: Hasil positif tidak hanya disebabkan oleh DBD. Bisa juga terjadi pada penyakit lain seperti campak, demam scarlet, tifus, atau defisiensi vitamin C dan K.
  • Tidak Sensitif: Hasil negatif tidak menyingkirkan diagnosis DBD. Banyak pasien DBD yang konfirmasi laboratoriumnya positif tetapi hasil uji tourniquet-nya negatif.
  • Bukan Diagnosis Akhir: Tes ini hanyalah alat bantu skrining. Diagnosis DBD harus dipastikan dengan pemeriksaan laboratorium yang lebih spesifik, seperti jumlah trombosit, pemeriksaan antigen NS1, atau serologi IgG/IgM anti-dengue.

Oleh karena itu, uji tourniquet adalah alat yang berguna dalam pemeriksaan fisik awal, tetapi interpretasinya harus selalu dilakukan oleh tenaga medis dengan mempertimbangkan seluruh gambaran klinis dan hasil pemeriksaan penunjang lainnya.

Dapatkan informasi kesehatan dan laboratorium terkini dengan mengikuti media sosial Infolabmed.com. Bergabunglah di channel Telegram, like halaman Facebook kami, dan ikuti update di Twitter/X. Jika artikel ini bermanfaat, dukung perkembangan website infolabmed.com melalui Donasi via DANA.

Rachma Amalia Maharani
Rachma Amalia Maharani Halo saya lulusan Teknologi Laboratorium Medik yang memiliki ketertarikan besar pada dunia kesehatan dan laboratorium klinik. Berpengalaman dalam praktik laboratorium selama masa studi dan magang, terbiasa bekerja secara teliti, disiplin, dan bertanggung jawab. Saya juga aktif mengembangkan diri melalui pembelajaran mandiri. I am looking for opportunities to contribute further to the health industry to be able to apply the knowledge and interests that I have. Let's connect on Linkedin in my Portfolio https://rachma-mlt.framer.website/

Post a Comment