Penyebab Gula Rendah pada Bayi: Mengenal Hipoglikemia Neonatal dan Penanganannya

Table of Contents

Penyebab Gula Rendah pada Bayi: Mengenal Hipoglikemia Neonatal dan Penanganannya

INFOLABMED.COM – Hipoglikemia neonatal atau gula darah rendah pada bayi adalah kondisi darurat medis yang memerlukan penanganan segera. 

Kadar glukosa darah <45 mg/dL pada bayi baru lahir dapat menyebabkan kerusakan neurologis permanen jika tidak ditangani dengan tepat.

Baca juga : Evaluasi Peran Laboratorium dalam Skrining Neonatal HIV

Apa Itu Hipoglikemia Neonatal?

Hipoglikemia neonatal didefinisikan sebagai:

  • Kadar glukosa darah <45 mg/dL (2.6 mmol/L)
  • Kondisi berisiko pada 48 jam pertama kehidupan
  • Dapat menyebabkan kejang dan kerusakan otak

Penyebab Utama Gula Rendah pada Bayi

1. Penyebab pada Ibu

  • Diabetes gestasional (hiperinsulinemia janin)
  • Pengobatan diabetes (sulfonilurea, beta blocker)
  • Toksemia atau pre-eklampsia
  • Stres persalinan berkepanjangan

2. Penyebab pada Bayi

  • Keterlambatan menyusui
  • Prematuritas (hati immatur)
  • Pertumbuhan terhambat (IUGR)
  • Asfiksia perinatal
  • Sepsis atau infeksi berat
  • Kelainan metabolik bawaan

3. Penyebab Endokrin

  • Hiperinsulinisme kongenital
  • Defisiensi hormon (kortisol, GH)
  • Galaktosemia
  • Maple syrup urine disease

Gejala Hipoglikemia pada Bayi

Gejala Simpomatik

  • Lemah dan malas menyusu
  • Hipotermia (suhu <36.5°C)
  • Apnea atau henti napas
  • Sianosis (kebiruan)
  • Tremor atau kejang
  • Tangisan melengking

Gejala Asimtomatik

  • Sering ditemukan secara tidak sengaja
  • Bayi dengan faktor risiko
  • Monitoring rutin pada bayi berisiko

Diagnosis dan Monitoring

Pemeriksaan Glukosa Darah

  • Glukometer (screening awal)
  • Laboratorium (konfirmasi)
  • Serial monitoring setiap 1-3 jam

Pemeriksaan Penunjang

  • Insulin serum dan C-peptide
  • Hormon kortisol
  • Asam lemak bebas
  • Tes toleransi glukosa

Penatalaksanaan Darurat

Terapi Awal

  • ASI atau formula jika bayi sadar
  • Glukosa 10% IV bolus (2-4 mL/kg)
  • Infus glukosa 6-8 mg/kg/menit

Terapi Maintenance

  • Feeding frequent setiap 2-3 jam
  • IV glukosa jika oral tidak mungkin
  • Glukagon IM (0.03 mg/kg)

Komplikasi Jangka Panjang

  • Kerusakan neurologis
  • Gangguan perkembangan
  • Epilepsi
  • Cerebral palsy

Pencegahan

Pada Ibu Diabetes

  • Kontrol glukosa selama hamil
  • Monitoring ketat bayi setelah lahir

Pada Bayi Berisiko

  • Early feeding dalam 1 jam pertama
  • Kangaroo care untuk stabilisasi suhu
  • Monitoring glukosa rutin

Baca juga : TSHs Neonatus Adalah Parameter Vital: Deteksi Dini Hipotiroid Kongenital

Algoritma Tatalaksana

  1. Skrining bayi berisiko
  2. Ukur glukosa jika bergejala
  3. Berikan feeding jika mungkin
  4. IV glukosa jika <25 mg/dL
  5. Investigasi penyebab jika persisten

Follow Media Sosial Infolabmed.com melalui TelegramFacebookTwitter/X. Dukung pengembangan konten kesehatan via Donasi DANA.

Rachma Amalia Maharani
Rachma Amalia Maharani Halo saya lulusan Teknologi Laboratorium Medik yang memiliki ketertarikan besar pada dunia kesehatan dan laboratorium klinik. Berpengalaman dalam praktik laboratorium selama masa studi dan magang, terbiasa bekerja secara teliti, disiplin, dan bertanggung jawab. Saya juga aktif mengembangkan diri melalui pembelajaran mandiri. I am looking for opportunities to contribute further to the health industry to be able to apply the knowledge and interests that I have. Let's connect on Linkedin in my Portfolio https://rachma-mlt.framer.website/

Post a Comment