Panduan Lengkap Pembacaan BTA: Teknis, Skoring, dan Arti Hasilnya
INFOLABMED.COM - Pemeriksaan Basil Tahan Asam (BTA) merupakan tonggak utama dalam diagnosis Tuberkulosis (TB) paru.
Namun, keakuratan hasilnya sangat bergantung pada proses pembacaan BTA yang dilakukan oleh seorang mikroskopis terlatih.
Baca Juga: Pewarnaan BTA: Metode Kunci dalam Diagnosis Tuberkulosis
Proses ini bukan sekadar melihat ada atau tidaknya basil, melainkan sebuah prosedur teknis yang membutuhkan ketelitian, konsistensi, dan pemahaman sistem skoring yang baku.
Prinsip Dasar Pembacaan BTA
Pembacaan BTA dilakukan dengan menggunakan mikroskop cahaya dengan perbesaran 1000x (menggunakan minyak imersi).
Sediaan apus dahak yang telah diwarnai dengan teknik Ziehl-Neelsen akan menunjukkan basil tuberkulosis sebagai batang berwarna merah sedangkan latar belakangnya berwarna biru.
Prosedur dan Teknik Pembacaan BTA yang Benar
Agar hasilnya valid, seorang pembaca harus mengikuti langkah-langkah sistematis berikut:
- Pemeriksaan Pendahuluan: Periksa kualitas sediaan secara keseluruhan terlebih dahulu di bawah perbesaran rendah (10x atau 40x) untuk memastikan pewarnaan baik dan area yang akan dibaca merata.
- Pembacaan dengan Minyak Imersi: Teteskan minyak imersi pada sediaan, lalu gunakan lensa objektif 100x.
- Sistem Pembacaan yang Sistematis: Bacalah sediaan secara sistematis, misalnya dengan pola horizontal atau vertikal yang berurutan, untuk menghindari area yang terlewat atau terbaca dua kali.
- Menghitung Jumlah Basil: Hitung jumlah basil tahan asam yang ditemukan dalam lapang pandang (LPB). Proses penghitungan dilakukan setidaknya dalam 100 lapang pandang sebelum menyimpulkan hasil negatif.
Sistem Skoring dalam Pembacaan BTA
Hasil pembacaan BTA tidak dilaporkan hanya sebagai positif atau negatif, tetapi menggunakan skoring semi-kuantitatif berdasarkan rekomendasi International Union Against Tuberculosis and Lung Disease (IUATLD).
Sistem ini memberikan gambaran tentang jumlah bakteri yang ada.
| Skor | Jumlah Basil yang Terlihat | Kategori Laporan |
|---|---|---|
| 0 | Tidak ada basil dalam 100 LPB | Negatif |
| ± (Scanty) | 1-9 basil dalam 100 LPB | Positif 1 (1+) |
| 1+ | 10-99 basil dalam 100 LPB | Positif 2 (2+) |
| 2+ | 1-10 basil per lapang pandang (dalam >50 LPB) | Positif 3 (3+) |
| 3+ | >10 basil per lapang pandang (dalam >20 LPB) | Positif 3 (3+) |
- Negatif: Dilaporkan sebagai "BTA tidak ditemukan". Diagnosis TB tidak dapat disingkirkan hanya dengan sekali hasil negatif.
- Positif (Skor 1+ s/d 3+): Dilaporkan dengan menyertakan skornya. Skor yang lebih tinggi menunjukkan jumlah kuman yang lebih banyak dan biasanya berkorelasi dengan tingkat penularan yang lebih tinggi.
Faktor yang Mempengaruhi Keakuratan Pembacaan
- Kualitas Sediaan: Sediaan yang terlalu tebal atau tipis dapat mengganggu visibilitas.
- Kualitas Pewarnaan: Proses pewarnaan yang tidak tepat dapat menyebabkan hasil negatif palsu atau positif palsu.
- Keterampilan dan Ketelitian Pembaca: Kelelahan mata, konsentrasi, dan pengalaman pembaca sangat menentukan. Pembacaan ulang oleh pembaca kedua sering dilakukan untuk konfirmasi.
- Kualitas Mikroskop: Kondisi lensa dan kejernihan cahaya mikroskop harus optimal.
Pembacaan BTA adalah sebuah keahlian yang menggabungkan ilmu pengetahuan, keterampilan teknis, dan ketelitian yang tinggi.
Baca Juga: Memahami Prinsip Pewarnaan BTA: Kunci Deteksi Dini Tuberkulosis
Pemahaman yang mendalam tentang prosedur dan sistem skoring yang benar sangat penting untuk menghasilkan laporan yang akurat.
Laporan yang akurat ini menjadi dasar bagi klinisi untuk mengambil keputusan yang tepat dalam menegakkan diagnosis dan memulai pengobatan TB, sebuah langkah krusial dalam upaya pengendalian tuberkulosis secara global.
Follow Media Sosial Infolabmed.com melalui Telegram, Facebook, Twitter/X. Berikan DONASI terbaikmu untuk perkembangan website infolabmed.com melalui Donasi via DANA.

Post a Comment