MOLECULAR TESTS (NAATs) TB: Revolusi Diagnosis Tuberkulosis yang Cepat dan Akurat

Table of Contents

MOLECULAR TESTS (NAATs) TB: Revolusi Diagnosis Tuberkulosis yang Cepat dan Akurat

INFOLABMED.COM - Diagnosis Tuberkulosis (TB) telah memasuki era baru dengan kehadiran Molecular Tests (NAATs) TB. NAATs, yang merupakan kependekan dari Nucleic Acid Amplification Tests, adalah metode pemeriksaan molekuler yang mendeteksi materi genetik (DNA) dari bakteri Mycobacterium tuberculosis secara langsung dalam sampel pasien. 

Teknologi ini merevolusi tata laksana TB dengan memberikan hasil yang sangat cepat dan akurat dibandingkan metode konvensional.

Baca juga : Panduan Uji Klinis Tuberkulosis (TB): Tes Darah IGRA yang Efektif

Apa Itu Molecular Tests (NAATs) TB?

Molecular Tests (NAATs) TB adalah teknik diagnostik canggih yang mengamplifikasi (memperbanyak) bagian spesifik dari materi genetik bakteri TB sehingga dapat dideteksi dengan mudah. Tes ini tidak memerlukan bakteri untuk tumbuh seperti dalam kultur, sehingga hasilnya dapat diperoleh dalam hitungan jam. Contoh paling terkenal adalah GenXpert MTB/RIF, yang telah digunakan secara luas di Indonesia.

Keunggulan Molecular Tests (NAATs) TB Dibanding Metode Lain

  1. Kecepatan Hasil yang Revolusioner:

    • NAATs: Menghasilkan hasil dalam 2-3 jam.
    • Mikroskopis BTA (konvensional): 1-2 hari (termasuk waktu pewarnaan).
    • Kultur (Baku Emas): 2-8 minggu untuk hasil positif.
  2. Sensitifitas dan Spesifisitas Tinggi:

    • NAATs memiliki sensitivitas yang jauh lebih tinggi daripada mikroskopis, terutama pada pasien HIV dan TB anak di mana jumlah bakteri dalam dahak biasanya sedikit.
    • Spesifisitasnya sangat tinggi (mendekati 100%) karena langsung mendeteksi DNA spesifik bakteri TB.
  3. Mendeteksi Resistensi Obat Sekaligus:

    • Beberapa platform NAATs, seperti GenXpert MTB/RIF, tidak hanya mendeteksi ada tidaknya bakteri TB tetapi juga resistensi terhadap Rifampisin (RIF) – salah satu obat lini pertama TB yang paling penting – secara bersamaan dalam satu tes.

Kapan Molecular Tests (NAATs) TB Direkomendasikan?

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan NAATs sebagai tes diagnostik awal pada:

  • Semua orang yang dicurigai menderita TB.
  • Pasien dengan hasil BTA negatif tetapi secara klinis kuat dicurigai TB.
  • Pasien HIV (karena risiko TB tinggi dan hasil BTA sering negatif).
  • Kasus TB anak, dimana pengambilan sampel dahak sulit.
  • Kasus yang dicurigai TB Resisten Obat (TB RO).

Bagaimana Prosedur Tes NAATs Dilakukan?

Prosedurnya relatif sederhana dan terotomatisasi:

  1. Pengambilan Sampel: Sampel yang digunakan biasanya adalah dahak sama seperti pemeriksaan BTA. Dapat juga menggunakan sampel lain seperti cairan serebrospinal (untuk TB meningitis) atau jaringan biopsi.
  2. Preparasi Sampel: Sampel dicampur dengan reagen yang berfungsi melisiskan bakteri dan menstabilkan materi genetik.
  3. Proses Amplifikasi: Campuran sampel dan reagen dimasukkan ke dalam cartridge (tabung sekali pakai) dan dimasukkan ke dalam mesin GenXpert.
  4. Analisis dan Hasil: Mesin akan secara otomatis melakukan proses ekstraksi DNA, amplifikasi, dan deteksi. Hasil akan keluar dalam bentuk print-out yang menyatakan:
    • Mycobacterium tuberculosis complex DETECTED atau NOT DETECTED.
    • Rifampicin Resistance DETECTED atau NOT DETECTED.

Baca juga : Tuberkulosis (TB): Gejala, Penularan, dan Cara Pengobatan yang Efektif

Kelemahan dan Tantangan

Meski canggih, Molecular Tests (NAATs) TB memiliki beberapa keterbatasan:

  • Biaya yang lebih tinggi dibanding mikroskopis.
  • Memerlukan mesin dan infrastruktur yang memadai.
  • Tidak menggantikan kultur sepenuhnya, karena kultur masih diperlukan untuk uji kepekaan obat lini kedua dan pemantauan pengobatan.

Dapatkan informasi ter-update seputar inovasi di dunia laboratorium medis dengan mengikuti media sosial Infolabmed.com. Ikuti kami di TelegramFacebook, dan Twitter/X. Untuk mendukung perkembangan website ini, Anda dapat memberikan donasi via DANA.

Rachma Amalia Maharani
Rachma Amalia Maharani Halo saya lulusan Teknologi Laboratorium Medik yang memiliki ketertarikan besar pada dunia kesehatan dan laboratorium klinik. Berpengalaman dalam praktik laboratorium selama masa studi dan magang, terbiasa bekerja secara teliti, disiplin, dan bertanggung jawab. Saya juga aktif mengembangkan diri melalui pembelajaran mandiri. I am looking for opportunities to contribute further to the health industry to be able to apply the knowledge and interests that I have. Let's connect on Linkedin in my Portfolio https://rachma-mlt.framer.website/

Post a Comment