Komplikasi Pengambilan Darah yang Perlu Diketahui Tenaga Kesehatan dan Pasien
Table of Contents
INFOLABMED.COM - Pengambilan darah merupakan salah satu prosedur medis yang paling sering dilakukan di laboratorium kesehatan.
Meski tampak sederhana, tindakan ini memiliki potensi menimbulkan komplikasi pengambilan darah apabila tidak dilakukan dengan teknik yang tepat atau tanpa memperhatikan kondisi pasien.
Baca juga: Apa Saja Hasil Pemeriksaan yang Dipengaruhi Saat Sampel Lipemik dan Mengapa Harus Diwaspadai oleh Tenaga Laboratorium
Apa Itu Komplikasi Pengambilan Darah?
Komplikasi pengambilan darah adalah reaksi atau efek samping yang muncul setelah prosedur venipuncture (penusukan vena) dilakukan. Reaksi ini bisa bersifat ringan seperti rasa nyeri dan memar, hingga yang lebih serius seperti infeksi atau syok vasovagal (pingsan akibat penurunan tekanan darah mendadak).
Jenis-Jenis Komplikasi Pengambilan Darah
- Hematoma (Memar dan Bengkak) Terjadi akibat kebocoran darah dari pembuluh vena ke jaringan sekitar karena jarum menembus atau merobek dinding vena. Hematoma biasanya tampak sebagai benjolan kebiruan di lokasi tusukan.
- Pusing dan Pingsan (Reaksi Vasovagal) Beberapa pasien bisa mengalami rasa lemas, berkeringat dingin, atau pingsan akibat penurunan tekanan darah mendadak saat atau setelah pengambilan darah. Hal ini biasanya terjadi pada pasien yang takut jarum atau belum makan sebelumnya.
- Infeksi Lokal Infeksi dapat muncul bila area kulit tidak dibersihkan dengan antiseptik secara optimal sebelum penusukan. Gejalanya meliputi kemerahan, nyeri, dan pembengkakan di area bekas tusukan.
- Nyeri dan Peradangan (Phlebitis) Terjadi akibat iritasi pada dinding vena karena jarum, tekanan darah yang tinggi, atau pengambilan darah berulang di area yang sama.
- Kerusakan Saraf (Nerve Injury) Kasus ini jarang terjadi, namun bisa muncul jika jarum menusuk terlalu dalam dan mengenai saraf. Gejalanya berupa nyeri tajam, sensasi terbakar, atau mati rasa di area sekitar tusukan.
Faktor yang Meningkatkan Risiko Komplikasi
- Teknik pengambilan darah yang kurang tepat.
- Penggunaan jarum yang tidak sesuai ukuran vena.
- Kondisi pasien seperti dehidrasi, hipoglikemia, atau gangguan pembekuan darah.
- Pengambilan darah berulang di lokasi yang sama.
Cara Mencegah Komplikasi Pengambilan Darah
- Pastikan area kulit dibersihkan dengan antiseptik sebelum penusukan.
- Gunakan alat steril dan jarum dengan ukuran yang sesuai.
- Tekan area bekas tusukan minimal 1–2 menit untuk mencegah hematoma.
- Anjurkan pasien agar tidak langsung berdiri setelah pengambilan darah.
- Tenaga kesehatan perlu memastikan pasien dalam kondisi cukup makan dan minum sebelum tindakan.
.png)
Post a Comment