Apa Saja Hasil Pemeriksaan yang Dipengaruhi Saat Sampel Lipemik dan Mengapa Harus Diwaspadai oleh Tenaga Laboratorium
INFOLABMED.COM - Salah satu tantangan yang sering dihadapi tenaga laboratorium klinik dalam menjaga keakuratan hasil pemeriksaan adalah sampel lipemik.
Kondisi ini terjadi ketika serum atau plasma terlihat keruh dan berwarna putih susu, akibat tingginya kadar lipid (lemak) dalam darah.
Baca juga: Komplikasi Pengambilan Darah yang Perlu Diketahui Tenaga Kesehatan dan Pasien
Meskipun terlihat sepele, lipemia dapat menyebabkan gangguan pada banyak pemeriksaan laboratorium, baik kimia klinik, hematologi, maupun imunoserologi.
Apa Itu Sampel Lipemik
Sampel lipemik adalah kondisi ketika darah mengandung trigliserida dan lipoprotein dalam jumlah berlebihan, sehingga membuat serum menjadi keruh. Kondisi ini dapat disebabkan oleh:
- Pengambilan sampel setelah makan berlemak (tidak puasa).
- Gangguan metabolisme lipid seperti hiperlipidemia.
- Penggunaan obat-obatan tertentu (misalnya kortikosteroid, diuretik, atau beta-blocker).
- Kondisi medis seperti diabetes mellitus, obesitas, atau penyakit hati.
Kekeruhan akibat lipemia dapat mengganggu proses analisis karena menghamburkan cahaya pada alat spektrofotometer dan mengubah hasil pembacaan konsentrasi analit.
Apa Saja Hasil Pemeriksaan yang Dipengaruhi Saat Sampel Lipemik
Kondisi lipemik dapat menyebabkan hasil pemeriksaan tidak akurat karena gangguan optik maupun efek volume. Berikut beberapa parameter yang paling sering terpengaruh:
- Glukosa Sampel lipemik dapat menyebabkan hasil glukosa lebih rendah dari nilai sebenarnya, karena interferensi optik pada pengukuran spektrofotometri.
Enzim (AST, ALT, GGT, Amilase, dan Lipase) Aktivitas enzim dapat terlihat menurun akibat hamburan cahaya dari lipid yang tinggi. Dalam beberapa kasus, hasil bisa tidak terbaca oleh alat otomatis.
Bilirubin Bilirubin total dan indirek sering terbaca lebih rendah karena cahaya yang diserap atau dihamburkan oleh partikel lemak.
Ureum dan Kreatinin Lipemia dapat memengaruhi pengukuran urea dan kreatinin secara spektrofotometrik, memberikan hasil false low atau false high, tergantung metode yang digunakan.
Elektrolit (Na⁺, K⁺, Cl⁻) Lipemia dapat mengganggu pengukuran ion terutama pada analisa indirect ISE, sehingga nilai natrium dan kalium bisa tampak tidak normal.
Protein Total dan Albumin Lipid berlebih menambah kekeruhan yang mempengaruhi pengukuran protein total dan albumin, menyebabkan hasil tampak meningkat.
Hemoglobin pada Pemeriksaan Hematologi Otomatis Alat hematologi yang menggunakan prinsip fotometrik dapat salah membaca konsentrasi hemoglobin akibat hamburan cahaya dari partikel lipid.
Dampak Klinis dan Kesalahan Diagnostik
Sampel lipemik bukan sekadar masalah teknis, tapi bisa berakibat fatal. Misalnya, pasien bisa tampak memiliki kadar glukosa rendah padahal normal, atau kadar protein tinggi padahal hanya efek interferensi. Karena itu, laboratorium wajib mengenali dan menandai sampel lipemik sebelum melaporkan hasil ke dokter.
Baca juga: FSH: Hormon Kunci untuk Kesuburan, Pubertas, dan Fungsi Reproduksi
Cara Mencegah Sampel Lipemik
Agar hasil pemeriksaan laboratorium tetap akurat, berikut langkah pencegahan yang harus diperhatikan:
- Pastikan pasien berpuasa minimal 8–12 jam sebelum pengambilan darah.
- Hindari makanan tinggi lemak dan alkohol sebelum pemeriksaan.
- Gunakan centrifugasi ultrafast jika tersedia untuk memisahkan lapisan lipid.
- Catat kondisi lipemik dalam laporan hasil laboratorium untuk membantu interpretasi dokter.
.png)
Post a Comment