Blood Disorders Iron Deficiency: Anemia Defisiensi Besi sebagai Gangguan Darah Paling Umum di Dunia
Table of Contents
INFOLABMED.COM – Iron deficiency (defisiensi besi) merupakan gangguan darah paling umum di seluruh dunia, mempengaruhi lebih dari 2 miliar orang.
Kondisi ini tidak hanya menyebabkan anemia tetapi juga mengganggu fungsi berbagai sistem organ tubuh akibat kurangnya pasokan oksigen dan gangguan enzim dependent-besi.
Baca juga : TIBC: Total Iron Binding Capacity, Tes Penting untuk Evaluasi Anemia Defisiensi Besi
Apa Itu Anemia Defisiensi Besi?
Anemia defisiensi besi adalah:
- Gangguan hematologi dengan penurunan jumlah sel darah merah
- Disebabkan oleh kekurangan zat besi untuk sintesis hemoglobin
- Ditandai dengan sel darah merah mikrositik hipokrom
- Dapat terjadi pada semua usia, terutama wanita dan anak
Penyebab Defisiensi Besi
1. Asupan Tidak Adekuat
- Diet vegetarian/vegan ketat
- Malnutrisi kalori-protein
- Gangguan penyerapan (malabsorpsi)
2. Kebutuhan Meningkat
- Kehamilan dan menyusui
- Masa pertumbuhan cepat (bayi, remaja)
3. Kehilangan Darah Kronis
- Perdarahan GI: tukak lambung, varises esofagus, kanker kolon
- Perdarahan menstruasi berat (menorrhagia)
- Perdarahan kronis lainnya (hematuria, epistaksis)
Gejala Klinis
Anemia Umum
- Lemah, lesu, fatigue
- Pucat (konjungtiva, telapak tangan)
- Palpitasi dan takikardia
Khusus Defisiensi Besi
- Pica (keinginan makan es, tanah, kertas)
- Koilonychia (kuku sendok)
- Angular cheilitis (pecah-pecah sudut bibir)
- Atrofi papil lidah
Diagnosis Laboratorium
Temuan Awal
- Hb rendah (pria <13 g/dL, wanita <12 g/dL)
- MCV rendah (<80 fL) mikrositik
- MCH rendah (<27 pg) hipokrom
- RDW meningkat (>15%)
Konfirmasi Defisiensi Besi
- Feritin serum rendah (<30 ng/mL) - gold standard
- Iron serum rendah (<50 μg/dL)
- TIBC meningkat (>400 μg/dL)
- Transferrin saturation rendah (<20%)
Pemeriksaan Penunjang
- Darah tepi: mikrositik hipokrom, anisositosis, poikilositosis
- Retikulosit count normal atau rendah
- Fecal occult blood untuk deteksi perdarahan GI
Diagnosis Banding
- Anemia penyakit kronis
- Thalassemia trait
- Sideroblastic anemia
- Anemia lead poisoning
Penatalaksanaan
1. Suplementasi Zat Besi
- Oral: Ferrous sulfate 3x200 mg/hari
- Parenteral: Iron dextran/ferric carboxymaltose (jika intoleransi oral)
- Monitoring: Peningkatan retikulosit dalam 7-10 hari
2. Transfusi Darah
- Hanya untuk anemia berat (Hb <7 g/dL) dengan gejala
3. Terapi Kausatif
- Obat antifibrinolytic untuk menorrhagia
- PPI untuk tukak peptik
- Kolonoskopi jika dicurigai kanker kolon
Komplikasi Jika Tidak Diatasi
- Gagal jantung high-output
- Gangguan perkembangan kognitif anak
- Restless leg syndrome
- Depresi dan gangguan mood
Baca juga : Iron Deficiency Anemia: Gejala, Penyebab, dan Cara Mengatasinya
Pencegahan
- Suplementasi profilaksis pada kelompok risiko
- Fortifikasi makanan (tepung, beras) dengan besi
- Edukasi nutrisi makanan kaya besi (daging, hati, kacang)
Follow Media Sosial Infolabmed.com melalui Telegram, Facebook, Twitter/X. Dukung pengembangan konten kesehatan via Donasi DANA.

Post a Comment