Accuracy in Laboratory Science: Kunci Kepercayaan Hasil Pemeriksaan Medis
INFOLABMED.COM - Dalam dunia diagnostik, hasil pemeriksaan laboratorium adalah kompas yang menuntun dokter dalam mengambil keputusan klinis. Di balik setiap angka dan laporan tersebut, terdapat prinsip fundamental yang tidak boleh dikompromikan: accuracy in laboratory science. Akurasi bukan sekadar kata; ia adalah pondasi yang menjamin bahwa hasil yang dilaporkan mendekati nilai sebenarnya dari sampel pasien.
Artikel ini akan mengulas mengapa konsep ini sangat kritis dan bagaimana laboratorium klinik memastikannya.
Baca juga : Quality Control Laboratorium: Kunci Akurasi dan Keandalan Hasil Pemeriksaan
Apa Itu Accuracy dalam Konteks Laboratorium?
Accuracy in laboratory science (akurasi dalam ilmu laboratorium) didefinisikan sebagai kedekatan hasil pengukuran dengan nilai benar (true value) atau nilai yang diterima sebagai referensi. Sederhananya, seberapa "tepat" suatu alat atau metode dalam mengukur suatu parameter.
Penting untuk membedakan akurasi dengan presisi. Presisi mengacu pada seberapa konsisten dan reproduksibel suatu metode dalam menghasilkan hasil yang sama pada pengukuran berulang terhadap sampel yang sama. Sebuah metode bisa sangat presisi (hasilnya selalu sama) tetapi tidak akurat (selalu meleset dari nilai sebenarnya). Idealnya, sebuah laboratorium harus mencapai keduanya: hasil yang akurat dan presisi.
Mengapa Accuracy dalam Laboratorium Sangat Vital?
Akurasi hasil laboratorium berdampak langsung pada keselamatan pasien dan kualitas layanan kesehatan:
- Diagnosis yang Tepat: Hasil glukosa atau HbA1c yang tidak akurat dapat menyebabkan misdiagnosis diabetes.
- Keputusan Terapi: Dosis obat, seperti antibiotik atau warfarin, sering disesuaikan berdasarkan hasil laboratorium. Ketidakakuratan dapat menyebabkan pengobatan underdose atau overdose yang berbahaya.
- Monitoring Penyakit: Perkembangan penyakit seperti ginjal atau hati dimonitor melalui parameter lab. Akurasi diperlukan untuk menilai respon terapi secara benar.
- Kepercayaan Publik: Laboratorium dengan reputasi akurasi yang tinggi akan menjadi rujukan yang dipercaya oleh klinisi dan pasien.
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Akurasi Hasil Laboratorium
Pencapaian accuracy in laboratory science adalah sebuah proses berantai yang melibatkan banyak tahap, mulai dari pengambilan sampel hingga pelaporan hasil. Faktor-faktor kritisnya meliputi:
- Pra-Analitik: Fase ini menyumbang kesalahan terbesar. Contohnya: kesalahan identifikasi pasien, cara pengambilan sampel yang salah (misalnya, penggunaan antikoagulan yang keliru), waktu transportasi sampel yang lama, dan penyimpanan sampel yang tidak sesuai.
- Analitik: Fase ini terjadi di dalam laboratorium. Faktor yang mempengaruhi termasuk:
- Kalibrasi Alat: Alat analyzer harus dikalibrasi secara rutin dengan standar yang traceable.
- Kualitas Reagen: Reagen yang kedaluwarsa atau disimpan tidak benar dapat menghasilkan hasil yang bias.
- Kompetensi SDM: Teknisi laboratorium harus terlatih dengan baik dalam menjalankan prosedur.
- Pasca-Analitik: Kesalahan dapat terjadi pada entri data, interpretasi, atau pelaporan hasil.
Bagaimana Laboratorium Memastikan dan Mempertahankan Akurasi?
Untuk menjamin accuracy in laboratory science, laboratorium menerapkan sistem jaminan mutu (quality assurance) yang ketat, yang mencakup:
- Quality Control (QC) Harian: Laboratorium menjalankan material kontrol dengan nilai已知 (known value) setiap hari. Hasil QC harus berada dalam batas yang diterima (acceptable range) sebelum pasien dilaporkan.
- Kalibrasi Rutin: Alat dikalibrasi sesuai jadwal yang ditetapkan oleh produsen dan kebijakan laboratorium.
- Partisipasi dalam Program Proficiency Testing (PT): Laboratorium mengirim sampel ke penyelenggara eksternal untuk diuji. Hasilnya dibandingkan dengan laboratorium lain. Ini adalah "ujian kompetensi" untuk laboratorium.
- Validasi Metode: Setiap metode baru yang diterapkan harus divalidasi untuk membuktikan bahwa metode tersebut akurat, presisi, dan robust untuk digunakan secara rutin.
- Pelatihan dan Sertifikasi Berkelanjutan: Teknisi laboratorium wajib mengikuti pelatihan untuk meningkatkan kompetensi dan memahami perkembangan terbaru.
Baca juga : Pengenalan Pemantapan Mutu Internal Bidang Hematologi
Kesimpulan
Accuracy in laboratory science bukanlah tujuan yang statis, tetapi sebuah perjalanan berkelanjutan yang membutuhkan komitmen, disiplin, dan investasi dalam sistem mutu. Ini adalah tanggung jawab moral setiap profesional laboratorium untuk memastikan bahwa setiap hasil yang dikeluarkan adalah yang paling akurat dan dapat diandalkan, karena di balik setiap sampel terdapat seorang pasien yang menunggu kepastian diagnosis dan kesembuhan.
Dapatkan update informasi terkini seputar dunia laboratorium medis dengan mengikuti media sosial Infolabmed.com di Telegram, Facebook, dan Twitter/X. Support perkembangan website ini untuk terus memberikan konten edukasi berkualitas dengan memberikan donasi terbaik via DANA. Terima kasih atas dukungannya.
.png)
Post a Comment